Efek Penggaraman Kering Terhadap Karakteristik Sensori dan Kadar Air Ikan Kuwe Asin (Caranx sp.)
DOI:
https://doi.org/10.55123/insologi.v2i2.1823Keywords:
Salted Fish, Caranx, Kuwe, Sangihe, SensoryAbstract
Kuwe (Caranx sp.) is a captured fishery commodity in the Sangihe Islands. The abundant catch of fish makes it difficult for fishermen to market because the local market in the Sangihe Islands cannot absorb it, and there is no cold storage with a large capacity to maintain the quality of fish. One of the ways to increase the durability is if the production of kuwe fish is abundant, namely by the dry salting method. The dry salting technique is relatively straightforward, so the community can apply it. This study aimed to observe the sensory characteristics and moisture content of salted kuwe fish products using the dry salting method. The research method was cleaning and fileting the kuwe fish meat, then dry salting with a salt concentration of 10%, 15%, and 20%, and drying in the sun. The results showed that the sensory test for salted fish appearance, aroma, taste, and texture was best at 15% salt concentration, with panelist values of 8.65, 8.20, 7.95, and 8.50 (respectively). The water content of salted fish at a salt concentration of 15% is 28.20%. The sensory characteristics and water content of salted kuwe fish wih salt concentration of 15% have complied with SNI 8273:2016, namely a minimum of 7 and a maximum of 40%.
Downloads
References
Adawyah R. 2007. Pengolahan dan Pengawetan Ikan. PT. Bumi Aksara. Jakarta.
Akbardiansyah, Desniar dan Uju. 2018. Karakteristik ikan asin kambing-kambing (Canthidermis maculata) dengan penggaraman kering. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(2): 345-355.
BSN [Badan Standardisasi Nasional]. 2015. Cara Uji Kimia-Bagian 2: Penguji Kadar Air pada Produk Perikanan SNI-01-2354.2-2015. Badan Standardisasi Nasional. Jakarta.
BSN [Badan Standardisasi Nasional]. 2016. Ikan Asin Kering SNI 8273:2016. Badan Standardisasi Nasional. Jakarta.
Budiman MS. 2004. Teknik Penggaraman dan Pengeringan. Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta.
Fahmi AS, Maruf WF dan Surti T. 2015. Kemunduran mutu dan umur simpan ikan teri nasi setengah kering (Stolephorus sp) selama penyimpanan dingin. Jurnal Saintek Perikanan 11(1): 41-46.
Jeyasanta I, Prakash S and Patterson J. 2016. Wet and dry salting processing of double spotted queen fish Scomberoides lysan (Forsskål, 1775). International Journal of Fisheries and Aquatic Studies 4(3): 330-338.
Juharni. 2013. Pengaruh konsentrasi garam dan lama fermentasi terhadap kadar histamin peda ikan kembung perempuan (Rastrelliger nelectus). Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan 6(1): 73-80.
Kasim M, Tan’im, Pebriyani U dan Aprillya E. 2020. Konsumsi ikan asin dan daging asap dengan kejadian karsinoma nasofaring. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada 9(1): 62-71.
Langi EO dan Kaim M. 2015. Konsumsi dan efisiensi pakan daging rucah untuk ikan kuwe (Caranx spp.) yang dipuasakan secara periodik di kurungan jaring apung Teluk Talengen-Sangihe. Jurnal Ilmiah Tindalung 1(1): 18-24.
Mandeno JA dan Palawe JFP. 2017. Karakteristik mutu organoleptik ikan layang (Decapterus sp.) asin pada konsentrasi garam berbeda. Jurnal Ilmiah Tindalung 3(2): 78–82.
Nurjani A, Simanjuntak AR, Yakinuddin A, Febrianingrum HW, Hermansyah dan Mentari S. 2009. Teknik Penggaraman Pindang Ikan Yang Baik dan benar. Makalah. IPB, Bogor.
Purnomo IMH, Lestari SD dan Baehaki A. 2017. Analisis kandungan formalin, pestisida, dan jamur pada beberapa jenis ikan asin. Fishtech 6(1): 47-55.
Rahmani, Yunianta dan Erryana M. 2007. Pengaruh metode penggaraman basah terhadap karakteristik produk ikan asin gabus (Ophiocephalus striatus). Jurnal Teknologi Pertanian 8(3):142-152.
Reo AR. 2013. Mutu ikan kakap merah yang diolah dengan perbedaan konsentrasi garam dan lama pengeringan. Jurnal Perikanan dan Kelautan Tropis IX(1): 35-44.
Riansyah A, Supriadi A dan Nopianti R. 2013. Pengaruh perbedaan suhu dan waktu pengeringan terhadap karakteristik ikan asin sepat siam (Trichogaster Pectoralis) dengan menggunakan oven. Fishtech II(1): 53-68.
Rosmiati T, Diana S dan Astuty S. 2003. Pengasinan ikan teri (Stelophorus spp) dan kelayakan usahanya di Desa Karanghantu Serang. Laporan Penelitian. Lembaga Penelitian. Universitas Padjadjaran, Bandung.
Saselah ME dan Manu L. 2022. Jenis dan jumlah hasil tangkapan ikan pelagis kecil di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Tangkap 7(2): 137-140.
Tanod WA, Aristawati AT, Wahyudi D dan Adel Y. 2019. Iptek bagi masyarakat Kelurahan Lere dalam pengembangan usaha berbahan baku lamale (Penaeus sp.). Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat 5(1): 11-18.
Tumbelaka RA, Naiu AS dan Dali F. A. 2013. Pengaruh konsentrasi garam dan lama penggaraman terhadap nilai hedonik ikan bandeng (Chanos chanos) asin kering. Nike:Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan 1(1): 48-54.
Wattimena ML, Soukotta D, Wenno MR dan Manto Y. 2021. Mutu ikan kuwe (Gnathanodon speciosus) segar yang diberi perlakuan cairan nira aren (Arenga pinnata) hasil fermentasi selama penyimpanan. Jurnal Teknologi Hasil Perikanan 1(1): 1-11.
Wodi SIM dan Ijong FG. 2019. Identifikasi masalah penanganan pasca tangkap hasil perikanan di Pulau Lipang. Jurnal Ilmiah Tindalung 5(2): 44-50.
N. Hermanto, “SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING ( SAW ) UNTUK MENENTUKAN JURUSAN,” vol. 2012, no. Semantik, pp. 52–62, 2012.
Y. Pramesti, P. Studi, T. Informatika, F. Teknik, and U. M. Magelang, “KOWANGAN MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING ( SAW ) ( Studi Kasus : Kantor Kelurahan Kowangan Temanggung ),” 2018.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Obyn Imhart Pumpente, Novalina Maya Sari Ansar, Wendy Alexander Tanod

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
Penulis mengakui bahwa INSOLOGI (Jurnal Sains dan Teknologi) sebagai publisher yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain, seperti: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dan lain-lain. Dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada INSOLOGI (Jurnal Sains dan Teknologi).
























