Analisis Kandungan Protein dan Mutu Organoleptik Cookies Subtitusi Tepung Ikan Teri dan Kacang Tunggak sebagai Makanan Selingan pada Balita

Authors

  • Nur Ayni Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban
  • Tri Yunita Fitria Damayanti Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban
  • Dian Ayu Ainun Nafies Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban

DOI:

https://doi.org/10.55123/insologi.v3i1.3146

Keywords:

Cookies, Cowpea Flour, Protein, Anchovy Meal, Organoleptic Quality

Abstract

Stunting is one of the nutritional problems in Indonesia caused by failure to thrive which is influenced by chronic malnutrition. One of the factors causing stunting is an imbalance in protein intake. To meet the protein needs of toddlers, cookies are made, substitution cookies, anchovy meal and cowpea flour can be used as an alternative snack for toddlers. The purpose of this study is to determine the effect of substitution of anchovy meal and cowpea meal on the protein value and organoleptic quality of cookies This study used True Experimental with Complete Randomized Design (RAL), 4 levels of treatment and 6 times replication. The treatment applied is by a ratio of wheat flour: anchovy meal: cowpea flour at each P0 (100:0:0), P1 (70:20:10), P2 (60:10:30), P3 (50:30:20) The results showed that there was an effect of increasing protein levels in cookies with the substitution of anchovy meal and cowpea flour which showed the highest value in P3 treatment. There was a significant effect on organoleptic quality shown by the Kruskall-Wallis test (p<0.005) and continued mann-whitney follow-up tests showed differences in all treatments. The conclusion of this study is that cookies substitution of anchovy meal and cowpea flour have an influence on protein levels, and organoleptic quality.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adeningsih, S., Bahri, S., dan Nurhaeni. 2015. Kajian Kadar Fenolat Dan Mutu Organoleptik Bubur Instan Dari Ubi Banggai Jenis Baku Makulolong (Discoreabulbifera Var Celebica Bukill) Dan Baku Pukus (Discorea Of Alata). Jurnal Kovalen, 1(1):20-29.

Anggun, Putri Lestari. et al. 2019. Pengaruh Perbandingan Terigu Dan Tepung Kacang Tunggak Terhadap Karakteristik Crackers. Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan Univeritas Udayana Volume 8 Nomor 4

Damayanti et al., 2020. Formulasi Biskuit Pisang Raja Dengan Substitusi Tepung Bayam Dan Kontribusinya Terhadap Angka Kecukupan Gizi (Akg) Bagi Remaja Putri. Jurnal Sains Dan Teknologi Pangan, Volume 4,(Nomor 4), Hal. 2411.Formulasi Bi’, Jurnal Sains Dan Teknologi Pangan, Volume 4,(Nomor 4), P. Hal. 2411.

Darmatika, Kandhi et al. 2018. Rasio Tepung Terigu Dan Tepung Kacang Tunggak (Vigna Unguiculata) Dalam Pembuatan Crakcers. Jom Faperta: Volume 5 No. 1April 2018

Departemen Kesehatan RI. 2017. (TKPI) Tabel Komposisi Pangan Indonesia. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI.

Ikuomola, D.S., Otutu, O. L., and Oluniran D.D. 2017. Quality assessment of cookies produced from wheat flour and malted barley (Hordeum vulgare) bran blends. Cogent Food Agriculture. 3: 1293471.

Izwardy D et al. 2017. „Tabel Komposisi Pangan Indoensia 2017‟, in Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pp. 1–135.

Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI dan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI). 2022. Buku Saku : Hasil Studi Status Gizi Indonesia Tingkat Nasional, Provinsi dan Kabupaten/Kota Tahun 2022. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI.

Lestari, Nur. Oktavia. dan Murtini, Erni. Sofia. (2017). Formula Cookies Sumber Protein Berbahan Tepung Kacang Tunggak Sebagai Upaya Pemanfaatan Komoditas Lokal. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan 28(2): 194- 200.

Midayanto, D., dan Yuwono, S. 2014. Penentuan atribut mutu tekstur tahu untuk direkomendasikan sebagai syarat tambahan dalam standar nasional indonesia. Jurnal Pangan dan Agroindustri. 2: 4, 259-267

Rauf, Rusdin. 2015. Kimia Pangan. Yogyakarta: Cv. Andi

Safitri, et all. 2016. Pengembangan Getuk Kacang Tolo Sebagai Makanan Selingan Alternatif Kaya Serat. Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia.

Sari Mayang Endang, et all 2016. Asupan Protein, Kalsium dan Fosfor Pada Anak Stunting dan Tidak Stunting Usia 24-59 bulan. Jurnal Gizi Klinik Indonesia :UGM Jogjayakarta, 12 (4), 1-8.

Sipayung, E. 2014. Potensi tepung ubi jalar ungu (ipomoea batatas l.), tepung tempe dan tepung udan rebon dalam pembuatan kukis. Skripsi Fakultas Pertanian Universitas Riau. Pekanbaru.

Tasori. 2015. Hubungan Antara Asupan Kalsium, Protein dan Tinggi Badan Pada Siswa Kelas 5 SDN Bojong Timur 1 Kabupaten Purwakarta. Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Tunjungsari, Priesta. 2019. Pengaruh Penggunaan Tepung Kacang Tunggak (Vigna Unguiculata) Terhadap Kualitas Organoleptik dan Kandungan Gizi Biskuit. Repository Universitas Semarang Available from http://lib.unnes.ac.id/37108/ Accessed 5 Maret 2021

Utami, Rini Nur. 2019. Inovasi Pembuatan Pie Substitusi Tepung Kacang Tunggak (Vigna unguiculata L.Walp). Semarang : Universitas Negeri Semarang.

Winarno, Andita Octaria. 2020. Pewarna Makanan Alami Indonesia- Poensi Di Masa Depan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

World Health Organization. 2022. Global nutrition targets 2025: stunting policy brief

Yanti, S., Wahyuni, N., dan Hastuti, H. P., 2019. Pengaruh Penambahan Tepung Kacang Hijau terhadap Karakteristik Bolu Kukus Berbahan Dasar Tepung Ubi Kayu. Jurnal Tambora, 3(3), pp. 1-10.

Downloads

Published

2024-02-28

How to Cite

Nur Ayni, Tri Yunita Fitria Damayanti, & Dian Ayu Ainun Nafies. (2024). Analisis Kandungan Protein dan Mutu Organoleptik Cookies Subtitusi Tepung Ikan Teri dan Kacang Tunggak sebagai Makanan Selingan pada Balita . INSOLOGI: Jurnal Sains Dan Teknologi, 3(1), 132–140. https://doi.org/10.55123/insologi.v3i1.3146