Formulasi Minuman Fungsional Dawet Kaya Protein Berbasis Kacang Hijau dengan Suplementasi Limbah Ampas Tahu (Okara)

Authors

  • Netta Meridianti Putri Universitas Tidar
  • Resti Kurnia Triastanti Universitas Tidar
  • Mira Dian Naufalina Universitas Tidar

DOI:

https://doi.org/10.55123/insologi.v3i1.3165

Keywords:

Dawet, Functional Drink, Tofu Waste, Mung Bean, Rice Flour

Abstract

The development of a mung bean-based dawet functional drink with supplementation of tofu waste (okara), is an alternative for providing protein-rich functional drinks based on local potential. By considering various potentials and advantages, such as high nutritional content, use of local ingredients, natural composition, absence of use of preservatives, relatively cheap production costs, and easy availability of ingredients, the innovation of mung bean-based dawet functional drinks with the addition of okara flour is promising as a an interesting product to develop further. The aim of the research was to determine the effect of tofu waste (okara) flour supplementation in mung bean-based dawet functional drinks on sensory characteristics. This research used a Randomized Block Design (RAK) with the addition of tofu waste flour, P1 = 10%, P2 = 15%, P3 = 20%, and substitution of mung bean flour with the proportion of rice flour : mung bean flour P1 = 70% : 30% , P2 = 50% : 50%, P3 = 30% : 70%. The most preferred Dawet variant has a special composition, consisting of 30% tofu waste flour, 50% rice flour and 50% mung bean flour. The panelists gave the highest marks to this variant, indicating that the combination of ingredient proportions provided the most satisfying and desirable sensory experience in terms of texture, taste, color and aroma.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Astawan, M. 2009. Sehat dengan Hidangan Kacang Dan Biji-Bijian. Jakarta:Penebar Swadaya

Astiari,Y, Nurwantoro, Bintoro VP. 2016. Substitusi Gula Sukrosa dengan Gula fruktosa pada Proses Pembuatan Roti terhadap Sifat Sensori dan Nilai Kalor Roti.Skripsi.Universitas Diponegoro Semarang Agustus. 5(3)

Cordonnier, S.M. dan Delwiche, J.F, 2008, ‘An Alternative Method For Assessing Liking: Positional Relative Rating Versus The 9-Point Hedonic Scale’, Journal Sensory Studies, 23: 284-292.

Dianah, Mukhlis Syiatud, 2020, ‘Uji Hedonik dan Mutu Hedonik Es Krim Susu Sapi Dengan Penambahan Pasta Ubi Jalar Ungu (Ipomea batatas L)’, Skripsi, UIN SUSKA: Riau.

Ernawati, F., Rosmalina, Y., & Permanasari, Y. (2013). Pengaruh Asupan Protein Ibu Hamil dan Panjang Badan Bayi Lahir terhadap Kejadian Stunting pada Anak Usia 12 Bulan di Kabupaten Bogor. Halaman 10.

Fatmafitri D, Amara FV, Masjid AA. 2021. Dawet Ayu Sebagai Icon Kota Banjarnegara.

Dinamika Sosial Budaya. 23(2):333 – 337

Frison E, Clément C. 2020. The potential of diversified agroecological systems to deliver healthy outcomes: Making the link between agriculture, food systems & health. Food Policy. 96. https://doi.org/10.1016/ j.foodpol.2020.101851

Indra. 2022. Kajian Kontribusi dak Fisik Terhadap Penurunan Stunting. Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (KOMPAK).

Ishartani D, Affandi DR , Purnamasari DC. 2014. Karakteristik Fisikokimia Tepung Kacang Turi Berbunga Putih (Sesbania grandiflora) dengan Beerapa Perlakuan Pendahuluan. Jurnal Teknologi Hasil Pertanian, Agustus. 7(2): 86:94

Iswandari, Rochani. 2006. Studi Kandungan Isoflavon Pada Kacang Hijau (Vignaradiata L), Tempe Kacang Hijau Dan Bubur Kacang Hijau. Skirpsi,Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor.

Jaeger, S.R. dan Cardello, A.V, 2009, ‘Direct And Indirect Hedonic Scaling Methods: A Comparison Of The Labeled Affective Magnitude (LAM) Scale And Best-Worst Scaling’, Food Quality and Preference, 20(3): 249-258.

Karemoi TM,Mardiah W, Adistie F. 2020. Factors Affecting Nutritional Status of Pregnant Women: A Literature Study. Asian Comm. Health Nurs. Res;2(2):39–47

Karo RM, Sinurat JP, Fioni, Fibrini D. 2021. Analisis kadar zat besi pada sari kedelai kemasan dengan metode spektrofotometri UV-VIS. Jurnal Prima Medika Sains; 3(2)

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2022. Buku Saku Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Khairunisa R, Mitra, Purba CVG, Alamsyah A, Abidin AR. 2022. Faktor Risiko Ibu pada Saat Hamil dengan Kejadian Stunting pada Anak Balita di Kota Pekanbaru. Jurnal Kesehatan Global; 5(3)

Lestari E, Kiptiah M, Apifah. 2017. Karakterisasi Tepung Kacang Hijau dan Optimasi Penambahan Tepung Kacang Hijau sebagai Pengganti Tepung Terigu dalam Pembuatan Kue Bingka. Jurnal Teknologi Agro-Industri. 4(1)

Lim, Juyyun., 2011, ‘Hedonic scaling: A review of methods and theory’, Food Quality and Preference, 22: 733–747. 16

Mulyani EY, Hardinsyah H, Briawan D, Santoso BI. 2018. The Impact of Dehydration in the Third Trimesters on Pregnancy Outcome-Infant Birth Weight and Length. J Gizi dan Pangan. 2018;13(3):157–64.

Murray, R. K., Granner, D. K., & Rodwell, V. W. 2009. Biokimia harper (27 ed.). Jakarta: Buku Kedokteran EGC

Nirmagustina DE, Rani H. 2013. Pengaruh Jenis Kedelai dan Jumlah Air Terhadap Sifat Fisik, Organoleptik dan Kimia Susu Kedelai. Jurnal Teknologi Industri dan Hasil Pertanian. 18(2)

Persatuan Ahli Gizi Indonesia. 2009. Tabel Komposisi Pangan Indonesia. Jakarta: PT Elex Media Komputindo

Putri, Sofia Maharani. 2016. Perbedaan Kandungan Zat Besi pada Biji Turi (Sesbania grandiflora) Merah dan Biji Turi Putih sebagai Alternatif Pangan Potensial. [Skripsi] Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.

Rahayu, L. 2011. Budidaya Kacang Hijau. Bandung: CV AFRINO RAYA.

Ruaida N, Soumokil O. 2018. Hubungan Status KEK Ibu Hamil dan BBLR dengan Kejadian Stunting pada Balita Di Puskesmas Tawiri Kota Ambon. JKT. 2018;9(2):45-51

Ruchayati F. 2012. Hubungan Kadar Hemoglobin dan Lingkar lengan atas Ibu Hamil trimester III dengan Panjang Lahir di puskesmas Halmahera, Semarang. J Kesehat Masy, 1(2):578-585

Sadimin. 2019. Proses Pembuatan Tahu. Semarang: Sinar Cemerlang Abadi

SukandarD, Hermanto S, Amelia ER. 2015. Penapisan Bioaktivitas Tanaman Pangan Fungsional Masyarakat Jawa Barat dan Banten. Jakarta. Cinta Buku Media.

Ubaidillah. 2017. Faktor Produksi yang Berhubungan dengan Kontaminasi Coliform pada Jajanan Es Dawet di Kecamatan Banguntapan Bantul Yogyakarta. Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 1, No. 1, Desember 2017, pp. 10-19

Weinborn, V., Pizarro, F., Olivares, M., Brito, A., Arredondo, M., Flores, S., & Valenzuela,C. 2015. TheEffect of Plant Proteins Derived from Cereals and Legumes on Heme Iron Absorption. Nutrients 2015, Vol. 7, Pages 8977-8986, 7(11), 8977-8986

Winanti, R., Bintari, S. H., & Mustikaningtyas, D. 2014. Studi Observasi Higienitas Produk Tempe Berdasarkan Perbedaan Metode Inokulasi. Unnes Journal of Life Science 3 (1), 39-46. https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/UnnesJLifeSci/article/view/2981

Yustina, I., dan Abadi, F. (2012). Potensi Tepung dari Ampas Industri Pengolahan Kedelai Sebagai Bahan Pangan. Seminar Nasional: Kedaulatan Pangan dan Energi, 2–9.

Downloads

Published

2024-02-28

How to Cite

Netta Meridianti Putri, Resti Kurnia Triastanti, & Mira Dian Naufalina. (2024). Formulasi Minuman Fungsional Dawet Kaya Protein Berbasis Kacang Hijau dengan Suplementasi Limbah Ampas Tahu (Okara) . INSOLOGI: Jurnal Sains Dan Teknologi, 3(1), 90–97. https://doi.org/10.55123/insologi.v3i1.3165