Analisis Zat Gizi dan Mutu Oranoleptik Subsitusi Tepung Ubi Jalar Ungu (Ipomoe Batatas) pada Cookies sebagai Selingan Tinggi Serat untuk Penderita Diabetes Melitus
DOI:
https://doi.org/10.55123/insologi.v4i1.4838Keywords:
Cookies, Purple Sweet Potato Flour, Diabetes MellitusAbstract
Background: Diabetes Mellitus (DM) is one of the many degenerative diseases that is currently a serious concern in developing countries, especially like Indonesia. Diabetes mellitus is a condition where blood sugar levels are higher than normal. Diabetes mellitus is a metabolic disorder characterized by chronic hyperglycemia, namely loss of function of the body's organs, especially the eyes, kidneys, nerves, heart and blood vessels due to damage to insulin secretion. Diabetes mellitus cannot be cured but can be prevented and controlled through diabetes mellitus management such as diet, physical exercise, medication, counseling, and monitoring blood sugar. Whether the treatment of diabetes mellitus is successful or not depends on the sufferer himself. If you do not carry out good control discipline, your blood sugar levels will always be high and will cause various kinds of complications. Because the body does not have enough insulin hormone due to interference with insulin secretion, the insulin hormone does not work as it should or both. Considering the large negative impact of diabetes mellitus, it needs to receive sufficient attention. Therefore, additional food is needed that can maintain blood glucose levels in the body. The aim of this research was to determine the effect of substitution of purple sweet potato flour in cookies on organoleptic quality and fiber content on the effect of substitution of purple sweet potato flour.
Downloads
References
Adriani, M. & Wirjatmadi, B. (2016). Peranan gizi dalam siklus kehidupan. Jakarta: Pranadamedia Group.
Agusman, (2013). Pengujian Organoleptik Teknologi Pangan. Semarang: Universitas Muhamadiyah Semarang.
Agustia, F.C., Subardjo, Y.P., Ramadhan, G.R., Betaditya, D. (2019). Glycemic Index of Flakes Made from Mocaf-Black Rice and Bean Flour as Alternative Snacks for People with Type 2 Diabetes Mellitus. Ann. Trop. Med. Public Health 22, 203–212.
Amanda, E., & Bening, S. (2019). Hubungan Asupan Zink, Magnesium, dan Serat dengan Kadar Gula Darah Puasa Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RS PKU Muhammadiyah Temanggung. Jurnal Gizi, 8(2), 87-94.
American Diabetes Association. (2017). Standart of Medical Care in Diabetes -2017. USA : American Diabetes Association.
American Diabetes Association. (2020). Classification and diagnosis of diabetes : Standards of Medical Care in Diabetes - 2020. Diabetes Care, 43(1).
Aprilia, M., Ahmad, A. (2022). Formulasi Cookies Tepung Labu Kuning (Cucurbita Moschata Duch.) Dan Tepung Kacang Merah (Phaseolus Vulgaris L.) Sebagai Alternatif Makanan Selingan Penderita Diabetes Melitus. Jurnal Svasta Harena Raflesia, 2(1), 64–74.
Ardiansyah, L., dan Nawawi. (2021). Pemberian Nasi Beras Merah (Oriza Nivara) dan Nasi Beras Hitam (Oriza Sativa L. Indica) terhadap Perubahan Kadar Glukosa pada Penderita Diabetes Mellitus. Jurnal Keperawatan Silampari. 4(2) : 607–617.
Arisman, D. (2011). Buku Ajar Ilmu Gizi Obesitas, Diabetes melitus, & Dislipidemia. EGC: Jakarta.
Artaty, M.A. (2015). Eksperimen Pembuatan Roll Cake Bahan Dasar Tepung Beras Hitam (Oryza sativa L.indica) Substitusi Tepung Terigu. Skripsi. Semarang : Fakultas Teknik. Universitas Negeri Semarang.
Astuti. (2012). Kadar Abu. Depok: Penerbit Swadaya.
Ayuningtyas, S. (2015). Studi Pembuatan Klepon dari Ubi Jalar Ungu dan Tepung Tapioka sebagai Makanan Selingan bagi Penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Skripsi. Program Studi Gizi Klinik Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Jember. Bisnis Pembangkitan Semarang. Diponegoro journal of social and politic tahun 2013, hal. 1-7.
Ayustaningwarno, Fitriyono. (2014). Teknologi Pangan: Teori Praktis dan Aplikasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Azhar, M. (2016). Biomolekul Sel Karbohidrat, Protein dan Ezim. Journal of Chemical Information and Modeling.
Badan Standarisasi Nasional Indonesia. (2011). Mutu dan Cara Uji Cookies. (SNI No.012973-2011). Jakarta (ID): Badan Standarisasi Nasional
Badan Standarisasi Nasional. (2011). SNI 2973-2011 : Syarat Mutu Biskuit. Badan Standarisasi Nasional. Jakarta.
Badan Standarisasi Nasional. (2020). SNI 3727:2020. Tepung Maizena. Badan Standarisasi Nasional. Jakarta
Bargumono, H. M. & Wongsowijaya, Suyadi. (2013). Umbi utama sebagai pangan alternatif nasional. Yogyakarta: Leutika Prio Departemen Pertanian. Penelitian dan Pengembangan, Departemen Pertanian, Indonesia.
Basturk B, Koc Ozerson Z, Yuksel A. (2021). Evaluation of the Effect of Macronutrients Combination on Blood Sugar Levels in Healthy Individuals. Iran J Public Health. 2021 Feb;50(2) : 280-287.
Betteng, R., Pangemanan, D., dan Mayulu, N. (2014). Analisis Faktor Resiko Penyebab Terjadinya Diabetes Melitus Tipe 2 Pada Wanita Usia Produktif Dipuskesmas Wawonasa. Journal e-Biomedik.2(2) : 409
Bingga, I. A. (2021). Kaitan kualitas tidur dengan diabetes melitus tipe 2. Jurnal Medika Hutama, 2 (04 Juli), 1047-1052.
Bintanah, S; Handarsari, E. (2013). Asupan Serat Kadar Gula Darah, kadar Kolesterol Total, dan Status Gizi pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Roemani Semarang. Seminar Hasil-Hasil Penelitian. Jurnal. Unimus.
Bustan, M. N. (2007). Epidemiologi : penyakit tidak menular. Cetakan 2. Jakarta : Rineka Cipta
Cahyani, S., Tamrin, Hermanto. (2019). Pengaruh Lama dan Suhu Pengeringan Terhadap Karakteristik Organoleptik, Aktivitas Antioksidan dan Kandungan Kimia Tepung Kulit Pisang Ambon (Musa acuminata C.). J. Sains dan Teknologi Pangan 4 (1), 2003-2016.
Claudia, R., Estiasih, T., Ningtyas, D. W., Widyastuti, E. (2015). Pengembangan Biskuit dari Tepung Ubi Jalar Oranye. Jurnal Pangan dan Agroindustri 3(4): 1589-1595.
Dianti, R.W. (2010). Kajian Karakteristik Fisikokimia dan Sensori Beras Organik Mentik Susu dan IR64; Pecah Kulit dan Giling Selama Penyimpanan. Skripsi. Surakarta: Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret.
Digiulio, M, dkk. (2014). Keperawatan Medikal Bedah Demystified. Rapha: Yogyakarta.
Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban. (2021). Profil Kesehatan Kabupaten Tuban. Kabupate Tuban : Dinas Kesehatan.
Disty, S. (2016). Mempelajari Pembuatan Cookies Kaya Serat Dengan Bahan Dasar Tepung Asia Ubi Jalar. Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian, IPB.
Diza, Y., T. Wahyuningsih dan Silfia. (2014). Penentuan Waktu dan Suhu Pengeringan Optimal Terhadap Sifat Fisik Bahan Pengisi Bubur Kampium Instan Menggunakan Pengeringan Vakum. Jurnal Litbang Industri. No.2(4). Hal : 105-114..
Ekawati, G. A., Puspawati, G. A. K. D., & Ina, P. T. (2015). Aktivitas Antioksidan dan Kadar Antosianin Roti Manis Tepung Ubi Ungu Modifikasi selama Penyimpanan dan Perbaikan Formulasi. Jurnal. Media Ilmiah Teknologi Pangan, 2(2), 148-154.
El Husna, N., Novita, M., & Rohaya, S. (2013). Kandungan antosianin dan aktivitas antioksidan ubi jalar ungu segar dan produk olahannya. Agritech, 33(3), 296-302.
Energi, Konsumsi Serat, Beban Glikemik dan Latihan Jasmani Dengan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Militus Tipe 2. JNH. Vol.2 No. 3. Hal 1-27.
Enggarini, P. P. (2015). Pembuatan Nastar Komposit Tepung Ubi Jalar Kuning (Ipomea Batatas L) Varietas Jago. Skripsi. Universitas Negeri Semarang. Semarang
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, (2007). Pedoman Diet Diabetes Melitus. Jakarta.
Faradhita, A., Handayani, D., Kusumastuty, I., (2014), Hubungan Asupan Magnesium dan Kadar Glukosa Darah Puasa Pasien Rawat Jalan Diabetes Melitus Tipe 2, Indonesian Journal of Human Nutrition, Desember 20014, Vol.1 No.2 : 71-78.
Feliana, F., Laenggeng, A. H., & Dhafir, F. (2018). Kandungan gizi dua jenis varietas ubi (Manihot esculenta) berdasarkan umur panen di Desa Siney Kecamatan Tinombo Selatan Kabupaten Parigi Moutong. Jurnal e-Jipbiol, 2(3), 1-14
Hardinsyah, P., dan Supariasa, I. D. N. (2016). Ilmu Gizi: Teori Aplikasi. Jakarta: EGC.
Hardiyanti, dan Nisah, K. (2019). Analisis Kadar Serat pada Bakso Bekatul dengan Metode Gravimetri. AMINA, 1(3), 103 – 107
Hardoko, L., Hendarto., Siregar, T. M. (2010). Pemanfaatan Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L. Poir) sebagai Pengganti Sebagian Tepung Terigu dan Sumber Antioksidan pada Roti Tawar. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan 21(1): 25-32.
Hasyim, A. Dan M. Yusuf, (2012). Ubi Jalar Kaya Antosianin Pilihan Pangan. Sehat.http://www.pangan.litbang.deptan.go.id (diakses 14 Juni 2021).
Hidayat, A., Wahab, D., dan Sadimantara, M. S. (2016). Pengaruh Lama Pengukusan dan Suhu Penggorengan Vakum Terhadap Penilaian Organoleptik dan Nilai Gizi Keripik Bonggol Pisang Kepok. Jurnal Sains dan Teknologi Pangan 1(2), 159-166.
Imelda, S. (2019). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Diabetes Melitus di Puskesmas Harapan Raya Tahun 2018. Scientia Journal, 8(1), 28–39.
Indrastati, N., Anjani, G. (2016). Snack Bar Kacang Merah Dan Tepung Umbi Garut Sebagai Alternatif Makanan Selingan Dengan Indeks Glikemik Rendah. Journal of Nutrition College, 5(4), 546-554.
Kemenkes RI. (2014). Pedoman Umum Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular. Jakarta pusat: Kementerian Kesehatan RI.
Kurniati, AD. (2017). Teknologi Suplementasi Pangan. Universitas Brawijaya.
Kusnandar, F.(2010). Kimia Pangan Komponen Makro. Dian Rakyat, Jakarta.
Kusuma, T. S., Kurniawati, A. D. (2017). Pengawasan mutu makanan. Malang : UB Pres
Lestari, D. T., Cholifah, N., Purnomo, J., Risnawati, H., Aman, S., & Cholid, W. (2022). Pemanfaatan ubi jalar ungu untuk penatalaksanaan diet yang ramah hipertensi dan diabetes mellitus. Jurnal ABDIMAS Indonesia, 4(2), 104-107.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Septi Muda Cahyaning Tyas, Lilia Faridatul Fauziah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
Penulis mengakui bahwa INSOLOGI (Jurnal Sains dan Teknologi) sebagai publisher yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain, seperti: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dan lain-lain. Dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada INSOLOGI (Jurnal Sains dan Teknologi).
























