Analisis Dampak Pertambangan Tanpa Izin (PETI) Batu Andesit di Desa Tasikmalaya Kabupaten Rejang Lebong
DOI:
https://doi.org/10.55123/insologi.v4i3.5269Keywords:
Illegal Mining, Environmental Degradation, Socio-Economic Impacts, Spatial AnalysisAbstract
The Unlicensed Mining Activity (PETI) andesite stone in Tasikmalaya Village, Rejang Lebong Regency, has had a significant impact on the local environment, social, and economy. This study aims to assess the environmental degradation caused by PETI, such as changes in topography, damage to vegetation, and water and air pollution. Spatial analysis based on satellite images showed an increase in mining land area from 2.98 hectares in 2014 to 4.51 hectares in 2024, with a growth rate of about 0.45 hectares per year. From the social side, PETI activities cause land conflicts and create economic dependence of the community on the illegal mining sector, although it provides a relatively higher daily income than the agricultural sector. However, PETI does not contribute to local revenue, even potentially causing tax losses of up to Rp240 million per year. This study uses qualitative, quantitative, and spatial approaches through interviews, field observations, and satellite image analysis. The proposed policy recommendations include the legalization of PETI through the establishment of people's mining areas (WPR), rehabilitation of degraded land, strengthening village institutions, and the development of economic alternatives to reduce community dependence on illegal mining. This finding confirms the importance of sustainable management of Natural Resources in order to minimize the negative impact of crates on the environment and society.
Downloads
References
Agung Pribadi. (2022). Pertambangan tanpa izin perlu menjadi perhatian bersama. Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM). https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/pertambangan-tanpa-izin-perlu-menjadi-perhatian-bersama
Asis, H., Lampasa, Y., Ahmad, R. G., & Kendari, U. M. (2024). Dampak kebijakan pertambangan terhadap ketahanan masyarakat desa (Studi kasus Desa Sanggula Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan). Jurnal Ilmu Sosial, 7(3), 1711–1725.
Dadi, D., Aminullah, A., Bunga, N. M. N., & Dewi, B. R. S. (2023). Pengaruh volume kendaraan terhadap tingkat kerusakan jalan ruas Jalan Darul Hikmah Kota Mataram. Jurnal Sosial Sains dan Teknologi (SOSINTEK), September, 65–69. http://journal.unmasmataram.ac.id/index.php/SOSINTEK
Darmawan, A., & Lestari, M. (2021). Dampak lingkungan dari kegiatan tambang tanpa izin di wilayah pegunungan. Jurnal Sains dan Lingkungan, 15(2), 88–98.
Istani, R., & Sanawiah, U. (2022). Dampak sosial ekonomi PETI di kawasan rawan bencana. Jurnal Sosial Ekologi, 8(1), 45–59.
Istani, R., & Sanawiah, U. (2022). Penegakan hukum pertambangan tanpa izin berbasis transendental. Jurnal Hukum dan Sosial, 5(1), 27–39.
Junaidi, J. (2022). Pertambangan emas tanpa izin (PETI) dan kesejahteraan keluarga di sekitar wilayah pertambangan. e-Jurnal Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan, 11(1), 61–74.
Kibet, R. S., & Karanja, A. M. (2024). Effects of stone mining on household livelihoods in Londiani Sub-County. East African Journal of Environment and Natural Resources, 7(1), 469–474. https://doi.org/10.37284/eajenr.7.1.2210
Maulida, N. H., Mattiro, S., Nur, R., P, R., & Syaharuddin, S. (2022). Dampak sosial ekonomi penambang emas tanpa izin (illegal) pada masyarakat Binawara. PAKIS (Publikasi Berkala Pendidikan Ilmu Sosial), 2(2), 54–65. https://doi.org/10.20527/pakis.v2i2.6120
Meng, D., Bao, N., Tayier, K., Li, Q., & Yang, T. (2024). A remote sensing based index for assessing long-term ecological impact in arid mined land. Environmental and Sustainability Indicators, 22(January), 100364. https://doi.org/10.1016/j.indic.2024.100364
Muhajirin, M., Risnita, R., & Asrulla, A. (2024). Pendekatan penelitian kuantitatif dan kualitatif serta tahapan penelitian. Journal Genta Mulia, 15(1), 82–92.
Pandey, B. P., & Mishra, D. P. (2022). Improved methodology for monitoring the impact of mining activities on socio-economic conditions of local communities. Journal of Sustainable Mining, 21(1), 65–79. https://doi.org/10.46873/2300-3960.1348
Paradise, M. (2023). Dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan pada penambangan emas skala kecil di Kulonprogo. Jurnal Inovasi Pertambangan dan Lingkungan, 3(1), 1–9.
Putra, F., & Rudianto, D. (2021). Konflik sosial di sekitar wilayah PETI: Studi kasus Sumatera. Jurnal Konflik dan Pembangunan, 6(1), 33–44.
Ramdani, D., Yuliana, H., & Subagyo, R. (2020). Analisis kerugian negara akibat tambang ilegal. Jurnal Hukum dan Kebijakan Pertambangan, 9(3), 121–132.
Rosida, T. (2024). Analisa terhadap pengaturan pertambangan batuan tanpa izin di Kabupaten Kotabaru (Doctoral dissertation, Universitas Islam Kalimantan MAB).
Saptawartono, S., Murati, F., Iashania, Y., & Wijaya, D. A. K. (2024). Dampak negatif kegiatan penambangan emas tanpa izin (PETI) terhadap lingkungan dan sosial-ekonomi masyarakat di Provinsi Kalimantan Tengah. Jurnal Teknik Pertambangan (JTP), 24, 66–73.
Simanjuntak, T. (2019). Kerusakan lingkungan akibat tambang ilegal. Majalah Geologi Indonesia, 34(2), 55–67.
Walhi. (2021). Laporan tahunan: Kerusakan lingkungan akibat pertambangan ilegal. Jakarta: Wahana Lingkungan Hidup Indonesia.
Warmansyah, F., Nata, L., Barlian, E., Syah, N., Razak, A., & Umar, I. (2023). Analisis dampak penambangan emas tanpa izin (PETI) Muaro Kiawai terhadap hasil tangkapan ikan di TPI Sasak, Kabupaten Pasaman Barat. Human Care Journal, 8(1), 81. https://doi.org/10.32883/hcj.v8i1.2291
Yuniarti, L., & Maulida, S. (2020). Membedakan PETI dan pertambangan rakyat: Perspektif regulasi. Jurnal Hukum Energi dan Sumber Daya Alam, 7(2), 77–85.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Radeni ILyan Putra, Risna Armalia, Eva Satriani, Reflis Reflis, Satria P Utama

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
Penulis mengakui bahwa INSOLOGI (Jurnal Sains dan Teknologi) sebagai publisher yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain, seperti: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dan lain-lain. Dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada INSOLOGI (Jurnal Sains dan Teknologi).
























