Hubungan Kebiasaan Sarapan Pagi dengan Status Gizi dan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta
DOI:
https://doi.org/10.55123/insologi.v4i4.6179Keywords:
Breakfast Habits, Nutritional Status, AnemiaAbstract
Adolescence is a crucial period in life, therefore this period is considered vulnerable and has significant health risks. One of the nutritional problems experienced by adolescents is anemia. Anemia can occur because the number of red blood cells or hemoglobin levels in red blood cells is lower than normal. This study used an observational method with a cross-sectional approach. This study was conducted in April 2025. The population in this study were all female students of the Faculty of Health Sciences, Muhammadiyah University of Surakarta Class of 2023, totaling 88 samples, this study used a simple random sampling technique. The results showed that the majority of respondents were from the nutrition science study program (29.0%) and the majority were 20 years old (42.0%). Most respondents were not accustomed to eating breakfast (58.0%) with an intake percentage of 25%. In terms of nutritional status, 43.0% of respondents were in the normal nutritional category, 32.0% were overweight, and 25% were classified as malnourished. Regarding hemoglobin levels, as many as 51.0% of respondents had anemia, and 49.0% were classified as not anemic. Based on the analysis results, a relationship was found between breakfast habits and nutritional status and the incidence of anemia in female adolescents at the Faculty of Health Sciences, Muhammadiyah University of Surakarta.
Downloads
References
Ambarwati, F. (2012). Gizi dan kesehatan reproduksi. Yogyakarta: Cakrawala Ilmu.
Apriyanti, F. (2019). Hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMAN 1 Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan tahun 2019.
Astuti. (2023). Faktor-faktor penyebab anemia pada remaja putri. Jambura Journal of Health and Research, 5(2), 550–561.
Asna, et al. (2018). Resiko gangguan makan dan kejadian anemia pada mahasiswa putri Program Studi S1 Gizi STIKES Mitra Keluarga. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 2(1), 1–6.
Banowati, & Adiyaksa. (2017). Hubungan kebiasaan sarapan pagi dengan kejadian anemia pada mahasiswa. Jurnal Kesehatan, 8(2), 1011–1018.
Charissa. (2024). Hubungan kebiasaan sarapan pagi dengan status gizi siswa-siswi SMA Bunda Mulia Jakarta. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, 11(6), 1211–1219.
Fitriana, et al. (2020). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi remaja putri. Jurnal Vokasi Kesehatan, 6(1), 46–51.
Georgieff, M. K. (2011). Long-term brain and behavioral consequences of early iron deficiency. Nutrition Reviews, 69(suppl_1), 543–548.
Ghozali, I. (2018). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 23 (Edisi 8). Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Gunawan, D. W., Hartuti, S. J., & Maulana, Y. M. (2014). Rancang bangun aplikasi analisis kredit menggunakan metode skoring pada Bintang Jaya Variasi Audio. Jurnal Sistem Informasi, 3(2), 98–103.
Halawa, et al. (2022). Makan pagi, aktivitas fisik, dan makan malam berhubungan dengan status gizi remaja di Kota Yogyakarta. Journal of Nutrition College, 11(2), 135–142.
Hanim. (2022). Kebiasaan sarapan dengan status gizi anak sekolah dasar. Jurnal Kebidanan Malabi, 3(1), 28–35.
Hardinsyah, & Supariasa, I. D. N. (2016). Ilmu gizi: Teori dan aplikasinya. Jakarta: EGC.
Hariyanto, Rohmah, E., & Wahyuni, D. R. (2018). Korelasi kebersihan botol susu dengan kejadian infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada bayi usia 1–12 bulan. Jurnal Delima Harapan, 5(2).
Hassan, F., Salim, S., & Humayun, A. (2017). Prevalence and determinants of iron deficiency anemia in adolescent girls of low income communities in Lahore. Annals of King Edward Medical University, 23(2).
Hafiza, et al. (n.d.). Hubungan kebiasaan makan dengan status gizi pada remaja SMP YLPI Pekanbaru. Jurnal Medika Hutama, 2(1), 332–342.
Indartanti, & Kartini. (2014). Hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri. Journal of Nutrition College, 3(2), 310–316.
Kartini, et al. (2014). Hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri. Journal of Nutrition College, 3(2), 310–316.
Kalsum, et al. (2016). Kebiasaan sarapan pagi berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja di SMA Negeri 8 Muaro Jambi. Jurnal Penelitian Universitas Jambi Seri Sains, 18(1), 09–19.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Riset kesehatan dasar. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI.
Kusuma, A. C., & Rakhman, A. (2018). Peningkatan keterampilan oleh data (SPSS) pada mahasiswa DIII Akuntansi Politeknik Harapan Bersama Tegal. Jurnal Abdimas PHB, 1(1).
Laili, et al. (2023). Hubungan kebiasaan sarapan dengan kejadian anemia pada remaja. Jurnal Ilmu Kesehatan, 1(1), 43–47.
Lemeshow, S., Hosmer, D. W., Klar, J., & Lwanga, S. K. (1990). Adequacy of sample size in health studies. New York: World Health Organization.
Marfuah, et al. (2021). Correlation between protein and vitamin C intake with hemoglobin levels in anemia in adolescent girls. Prosiding University Research Colloquium, 509–519.
Mardalena, I. (2017). Dasar ilmu gizi dalam keperawatan: Konsep dan penerapan pada asuhan keperawatan. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
Notoadmodjo, S. (2013). Pendidikan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Nur, A. M. (2013). Pola hidup sehat Rasulullah sehari-hari. Yogyakarta: Real Book.
Putra, et al. (2018). Kebiasaan sarapan pada mahasiswa aktif. Higiea Journal of Public Health Research and Development, 2(4), 577–586.
Pritasari, Damayanti, D., & Lestari, N. (2017). Gizi dalam daur kehidupan. Kemenkes RI.
Ratnawati, & Muhyati. (2019). Hubungan antara status gizi dan pola makan dengan kejadian anemia pada remaja putri. Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia, 9(1), 563–570.
Rahmani. (2018). Gambaran kebiasaan sarapan dan status gizi mahasiswa gizi dan non-gizi Universitas Muhammadiyah Surakarta. The Indonesia Journal of Health Promotion, 1(2), 46–54.
Riwu, et al. (2024). Hubungan kebiasaan sarapan dan aktivitas fisik dengan status gizi remaja di SMP Negeri 6 Kupang. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 3(1), 40–48.
Sayed, et al. (2022). Haemoglobin status to determine nutritional anaemia and its association with breakfast skipping and BMI among nursing undergraduates of Farasan Island, KSA. Journal of Nutritional Science, 11(36), 1–10.
Sitoayu, et al. (2020). Hubungan antara IMT/U, skinfold thickness, lingkar pinggang dan persen lemak tubuh pada remaja laki-laki. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 4(1), 42–50.
Shihab, M. Q. (2014). Wawasan Al-Qur’an. Bandung: Mizan.
Sugiyono. (2014). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta.
Sofia, R. (2018). Analisis faktor risiko lingkungan yang berhubungan dengan riwayat malaria. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh, 2(2). https://doi.org/10.29103/averrous.v22.420
Sulistyowati, A. (2019). Pengaruh pendidikan reproduksi terhadap perilaku seksual remaja putri di SMA Negeri 02 Kendari tahun 2019. Skripsi.
Ummi Kalsum, & Raden Halim. (2016). Kebiasaan sarapan pagi berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja di SMA Negeri 8 Muaro Jambi. Jurnal Penelitian Universitas Jambi Seri Sains, 18(1), 09–19.
Vidayati, et al. (2020). Deteksi dini anemia sebagai upaya preventif pencegahan anemia pada remaja. Jurnal Paradigma (Pemberdayaan & Pengabdian Kepada Masyarakat), 2(1), 48–54.
Winarsih. (2018). Pengantar ilmu gizi dalam kebidanan. Yogyakarta: Pustaka Baru.
Yuliani, et al. (2020). Hemoglobin levels of female students based on Fe consumption and breakfast habits. Journal of Global Research in Public Health, 5(2), 195–203.
Zuliana. (2018). Identifikasi pengetahuan dan sikap remaja putri tentang anemia di SMA Negeri 7 Kendari. Skripsi.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nabila Anindita Nareswari, M. Muwakhidah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
Penulis mengakui bahwa INSOLOGI (Jurnal Sains dan Teknologi) sebagai publisher yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain, seperti: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dan lain-lain. Dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada INSOLOGI (Jurnal Sains dan Teknologi).
























