Teknik Mordanting Ekstrak Kulit dan Biji Terong Belanda (Solanum betaceum Cav.) sebagai Pewarna Alami Tekstil

Authors

  • Melantina Oktriyanti Politeknik Negeri Sriwijaya
  • Idha Silviyati Politeknik Negeri Sriwijaya
  • Nyayu Febrina Nuraini Politeknik Negeri Sriwijaya

DOI:

https://doi.org/10.55123/insologi.v5i2.8070

Keywords:

Tamarillo, Anthocyanin, Natural Textile Dye, Maceration, Color Fastness

Abstract

The peel and seeds of tamarillo (Solanum betaceum Cav.) are sources of anthocyanin pigments with potential application as natural dyes for a more environmentally friendly textile industry. The widespread use of synthetic dyes, which still dominates today, poses negative impacts on both the environment and human health. Therefore, this study was conducted to evaluate the quality of the resulting extracts. The parameters assessed included acidity level (pH), anthocyanin content based on UV-VIS absorbance values, color characteristics, and color fastness in accordance with the SNI ISO 105-A03:2010 standard. The results showed that the duration of maceration had a significant effect on the quality of the extracts. For the peel extract, the optimal condition was obtained at pH 3, with an anthocyanin content of 65.12 mg/L, an absorbance value of 0.391, and color fastness at a scale of 4–5, which is categorized as very good. Meanwhile, the seed extract exhibited optimal results at pH 3, with an anthocyanin content of 127.07 mg/L, an absorbance value of 0.761, and color fastness at a scale of 4, which falls under the good category. Overall, these findings indicate that tamarillo peel and seeds have significant potential as a sustainable source of natural textile dyes and can serve as a safer alternative to synthetic dyes.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Almeida, J.R., Santos, D.T. & Meireles, M.A.A. (2020) ‘Antioxidant properties of anthocyanins and their role in preventing atherosclerosis: A review’, Journal of Functional Foods, 65, 103744.

AOAC (1990) Official Methods of Analysis of AOAC International. 15th ed. Washington DC: AOAC International.

Aulia, F., Pratama, R., & Lestari, D. (2023). Pengaruh pelarut, ukuran partikel, dan waktu maserasi terhadap rendemen ekstrak bahan alam. Jurnal Teknologi Pangan dan Kimia, 11(2), 88–95.

Badan Pusat Statistik (BPS). (2023). Statistik Hortikultura Indonesia 2023. Jakarta: BPS RI.

Fendri, R., Sari, R. P., & Suryani, D. (2020). Stabilitas antosianin dari kulit terong belanda merah (Solanum betaceum Cav.) terhadap pH dan suhu. Jurnal Kimia Riset, 5(2), 123–130.

Hendriana. (2021). Pemanfaatan Antosianin sebagai Indikator Alami dari Ekstrak Tumbuhan. Bandung: Penerbit Akademika.

Isnain, A., & Adriani, D. (2024). Pengaruh jenis dan kadar mordan terhadap kecerahan warna pada batik alami. Jurnal Riset Batik dan Tekstil, 5(2), 22–30.

Kurniati, D., Pratama, H. & Lestari, A. (2023) ‘Stabilitas antosianin pada pewarna alami tekstil’, Jurnal Teknologi Hasil Pertanian, 12(1), pp. 45–52.

Kusuma, H., Lestari, D., & Nugroho, R. A. (2021). Karakteristik Antosianin sebagai Pewarna Alami dari Tanaman Tropis. Jurnal Kimia dan Lingkungan, 13(2), 98–105.

Kusuma, W. & Sari, L. (2021) ‘Pemanfaatan limbah kulit dan biji terong belanda (Cyphomandra betacea) sebagai pewarna alami untuk tekstil’, Jurnal Kimia dan Teknologi, 35(2), pp. 123–134.

Lestari, A., Fitriani, N., & Widodo, A. (2021). Analisis Kandungan Antosianin pada Biji Terong Belanda (Cyphomandra betacea) sebagai Sumber Pewarna Alami. Jurnal Bioteknologi Tropis, 9(3), 88–95.

Lestari, S. (2022). Dampak Lingkungan dan Kesehatan dari Pewarna Sintetik pada Produk Tekstil. Jurnal Lingkungan Hidup, 9(1), 45–53.

Nizori, N., Nurrahmawati, N., & Zulfadli, M. (2020). Identifikasi warna ekstrak daun jati belanda (Guazuma ulmifolia) menggunakan aplikasi color reader berbasis CIELAB. Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy), 6(1), 68–75.

Purnomo, A., Rahmawati, D., & Hidayat, M. (2023). Pemanfaatan Limbah Buah Terong Belanda sebagai Pewarna Alami. Jurnal Hortikultura Tropis, 12(3), 134–142.

Purwaniati, L. (2020). Pengaruh suhu terhadap degradasi termal antosianin dalam bahan alami. Jurnal Ilmu Pangan Indonesia, 7(2), 66–73.

Putri, A., Hidayat, R. & Salsabila, N. (2023) ‘Pengaruh pH, suhu, dan waktu maserasi terhadap kestabilan antosianin dalam ekstrak tanaman’, Jurnal Kimia dan Pangan, 9(1), pp. 55–63.

Rahayuningsih, E., Pramudito, A., & Wulandari, R. (2022). Faktor-faktor yang memengaruhi ketahanan luntur pewarna alami pada tekstil. Jurnal Kimia Tekstil Indonesia, 10(2), 75–83.

Sari, R. P., Wulandari, T., & Hapsari, R. (2022). Kandungan Antosianin pada Kulit Terong Belanda dan Potensinya sebagai Pewarna Alami. Jurnal Teknologi Pangan, 11(1), 34–41.

Winarno, F. G. (2021). Kimia Pangan dan Aplikasinya dalam Industri. Jakarta: Penerbit Andi.

Yuwono, S. S., & Utami, H. P. (2021). Ekstraksi kuersetin dari kulit terong belanda (Solanum betaceum Cav.) menggunakan pelarut etanol dengan metode maserasi dan sokletasi. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 21(1), 45–53.

Downloads

Published

2026-04-15

How to Cite

Melantina Oktriyanti, Idha Silviyati, & Nyayu Febrina Nuraini. (2026). Teknik Mordanting Ekstrak Kulit dan Biji Terong Belanda (Solanum betaceum Cav.) sebagai Pewarna Alami Tekstil. INSOLOGI: Jurnal Sains Dan Teknologi, 5(2), 757–765. https://doi.org/10.55123/insologi.v5i2.8070

Issue

Section

Articles