Analisis Spasial Kepadatan Penduduk dengan Penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kota Banda Aceh
DOI:
https://doi.org/10.55123/insologi.v5i4.8905Keywords:
Dengue Hemorrhagic Fever, Population Density, Spatial Analysis, Geographic Information System, ClusterAbstract
Dengue Hemorphic Fever (DHF) remains a significant public health challenge in Banda Aceh City, characterized by fluctuating annual case trends. Population density is heavily suspected of influencing transmission risk due to intense human interaction and vector presence. This ecological study aims to analyze the relationship between population density and DHF incidence, while identifying spatial distribution patterns and case clusters in Banda Aceh City from 2021 to 2025. Employing a quantitative descriptive-analytic design based on Geographic Information System (GIS), aggregate secondary data were analyzed using QGIS 3.34.11, SaTScan, GeoDa, and Google Earth software. The results revealed a total accumulation of 1,330 DHF cases, with the highest prevalence observed in males and the child-to-adolescent age groups. Statistical testing demonstrated no significant relationship between population density and DHF incidence (p-value > 0.05). However, spatial analysis confirmed the existence of dynamic annual case clustering, with several sub-districts identified as high-risk areas. In conclusion, although population density is not directly correlated, the distribution of DHF cases in Banda Aceh exhibits a distinct spatial clustering pattern. Consequently, DHF control efforts must be specifically targeted at high-risk cluster areas through a location-based intervention approach.
Downloads
References
Andriyana, L., Suparman, S., & Junaidi, J. (2023). Pengaruh penggunaan aplikasi Google Earth Pro terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran geografi di SMAN 1 Lape. Jurnal Ilmiah Mandala Education, 9(1), 400–408. https://doi.org/10.58258/jime.v9i1.4613
Asri, F., & Pamuncak, D. (2024). Analisis spasial kasus Demam Berdarah Dengue dan hubungannya dengan kepadatan penduduk di Kabupaten Bogor tahun 2024, 4(1).
Badan Pusat Statistik Kota Banda Aceh. (2022). Kota Banda Aceh dalam angka 2022. BPS Kota Banda Aceh.
Badan Pusat Statistik Kota Banda Aceh. (2023). Kota Banda Aceh dalam angka 2023. BPS Kota Banda Aceh.
Badan Pusat Statistik Kota Banda Aceh. (2024). Kota Banda Aceh dalam angka 2024. BPS Kota Banda Aceh.
Badan Pusat Statistik Kota Banda Aceh. (2025). Kota Banda Aceh dalam angka 2025. BPS Kota Banda Aceh.
Dhewantara, P. W., et al. (2018). Scan statistics of dengue incidence in Cimahi City, Indonesia. Geospatial Health, 10, 255–260. https://doi.org/10.4081/gh.2015.373
Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh. (2023). Profil kesehatan Kota Banda Aceh tahun 2023. Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh.
Dwi Lestari, F., et al. (2024). Pemanfaatan QGIS untuk pembuatan peta agrowisata Desa Ibru dalam program inovasi desa. Journal of Comprehensive Science (JCS), 3(12), 5504–5511. https://doi.org/10.59188/jcs.v3i12.2927
Hafnidar, Tahara Dilla Santi, & N. A. (2025). Relationship between environmental factors and community behavior with the incidence of dengue hemorrhagic fever (DHF) in the working area of the UPTD Meuraxa Health Center, Banda Aceh City. 11(1), 39–47.
Ilham, M., et al. (2019). DI Kabupaten Banyumas. 40(4), 179–187.
Indirawati, S. M., & Slamet, B. (2021). Analisis sebaran spasial kerawanan penyakit Demam Berdarah Dengue di Kota Banda Aceh. VI(1), 1607–1615.
Irennius, V., Sentosa, H., & Mariati, L. (2024). Kepadatan penduduk dengan kejadian Demam Berdarah Dengue di Kota Medan. 5(2), 224–239.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Deteksi dini Demam Berdarah Dengue (DBD). Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil kesehatan Indonesia 2023. Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Profil kesehatan Indonesia 2024. Kementerian Kesehatan RI.
Masaran, K., & Sragen, K. (2019). Study epidemiologi dengan pendekatan analisis spasial temporal pada kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Masaran Kabupaten Sragen.
Moon, J., & Jung, I. (2022). A simulation study for geographic cluster detection analysis on population-based health survey data using spatial scan statistics. International Journal of Health Geographics. https://doi.org/10.1186/s12942-022-00311-6
Nabilah, S. (2026). Hubungan kepadatan penduduk dan sanitasi aman dengan kasus DBD Jawa Barat 2024. 7, 2470–2479.
Ni Putu Isma Yuniar. (2024). Arc. Com. Health, 11(2), 450–469.
Pironika, T., & Wahab, W. (2025). Penggunaan aplikasi QGIS untuk pembuatan peta tata guna lahan di Kecamatan Bukitkecil. Ensiklopedia Research and Community Service Review, 4(2), 115–122. https://doi.org/10.33559/err.v4i2.2940
Ridha, M. R., Yudhastuti, R., & Garjito, T. A. (2024). Spatial autocorrelation of dengue in relation to population density in Balangan District, Indonesia: An ecological study. International Journal of Public Health Science, 13(3), 1030–1038. https://doi.org/10.11591/ijphs.v13i3.24073
Sintia, N., & Hendrati, L. Y. (2020). Hubungan kasus Demam Berdarah Dengue dengan kepadatan penduduk di Jawa Timur. Media Gizi Kesmas, 12(2), 583–588. https://doi.org/10.20473/mgk.v12i2.2023.583-588
Sri Handayani, Puteri Fannya, Shelvy Haria Roza, & I. A. (2018). Analisis spasial temporal hubungan kepadatan penduduk dan ketinggian tempat dengan kejadian DBD Kota Padang.
Suwardi, S., Imran, I., & Affan, M. (2019). Spatial analysis of distribution patterns of dengue hemorrhagic fever cases in Banda Aceh. https://doi.org/10.4108/eai.3-10-2018.2284367
Syukri, M., Nasution, H. S., & Amir, A. (2022). Spatial and temporal scan statistics to identify clusters of dengue incidence in Jambi, (15), 26911.
World Health Organization. (2024). Dengue and severe dengue. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/dengue-and-severe-dengue
World Health Organization. (2025). Dengue and severe dengue. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/dengue-and-severe-dengue
Yulidar, Y. (2018). Status angka bebas jentik Kota Banda Aceh sebagai daerah endemis Demam Berdarah Dengue tahun 2018. BIOTIK: Jurnal Ilmiah Biologi Teknologi dan Kependidikan, 5(1), 78. https://doi.org/10.22373/biotik.v5i1.2978
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Zambruda Al Mabrura, Farrah Fahdhienie, Irma Hamisah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
Penulis mengakui bahwa INSOLOGI (Jurnal Sains dan Teknologi) sebagai publisher yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain, seperti: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dan lain-lain. Dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada INSOLOGI (Jurnal Sains dan Teknologi).
























