Pengembangan Produk Flakes Cereal Berbasis Tepung Porang dan Beras Merah sebagai Alternatif Sarapan Tinggi Serat
DOI:
https://doi.org/10.55123/insologi.v5i4.9092Keywords:
Porang Flour, Brown Rice, Flakes CerealAbstract
Breakfast habits in adults are important for maintaining nutritional balance because they provide the body with its initial energy. Consuming high fiber foods for breakfast can increase satiety, maintain stable blood sugar levels, and support digestive health. Cereal flakes are a convenient food product that is easy to serve as a breakfast option. This study aimed to develop cereal flakes made from porang flour and brown rice using a Completely Randomized Design (CRD) with three treatments F1(60% ; 40%), F2 (50% : 50%) dan F3 (40% : 60%). A hedonic test involving 63 semi trained panelists was conducted. The study was conducted at the IPB Vocational School. Data analysis was performed using SPSS 31.0 with the Kruskal-Wallis test. The results of the hedonic test indicated that the best formula was F3, with a composition of 40 g of porang flour and 60 g of red rice flour. This formula has an energy content of 498 kcal/100 g, 4% protein, 22% fat, 70% carbohydrates, and 21.4% dietary fiber. This dietary fiber content is categorized as high, in accordance with the criteria for high-fiber foods.
Downloads
References
AlFaris, N. A. (2022). Breakfast skipping in a multi-ethnic population of middle-aged men and relationship with sociodemographic variables and weight status. Frontiers in Nutrition, 8, Article 761383. https://doi.org/10.3389/fnut.2021.761383
Aulia, F. (2021). Hubungan pola makan dengan kadar gula darah masyarakat di Kota Bandar Lampung (Skripsi, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung). https://repository.radenintan.ac.id/
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2016 tentang Acuan Label Gizi (ALG).
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2021). Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2021 tentang Informasi Nilai Gizi pada Label Pangan Olahan.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2022). Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2022 tentang Klaim pada Label dan Iklan Pangan Olahan.
Devaraj, R. D., Reddy, C. K., & Xu, B. (2019). Health-promoting effects of konjac glucomannan and its practical applications: A review. International Journal of Biological Macromolecules, 126, 273-281. https://doi.org/10.1016/j.ijbiomac.2018.12.203
Fitriyah, D., Ubaidillah, M., & Oktaviani, F. (2020). Analisis kandungan gizi beras dari beberapa galur padi transgenik Pac Nagdong/Ir36. ARTERI: Jurnal Ilmu Kesehatan, 1(2). https://doi.org/10.37148/arteri.v1i2.51
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan.
Khoirunnisa, N., & Nasrullah. (2021). Penerapan metode perbandingan eksponensial dalam penentuan prioritas produk pangan. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan, 32(2).
Masniawati, A., Johannes, E., & Magfira, M. (2023). Analisis glukomanan umbi porang (Amorphophallus muelleri Blume) dari beberapa daerah di Sulawesi Selatan. Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan, 14(2).
Nadhifah, E. L., Suhartiningsih, S., & Purwidiani, N. (2020). Pengaruh proporsi tepung garut dan tepung beras merah terhadap kesukaan sifat organoleptik biskuit durian. Jurnal Tata Boga, 9(2).
Nendissa, S. J. (2025). Buku kimia pangan. Widina Media Utama.
Octavia, R., Indriastuti, A., & Napang, S. (2023). Pembuatan flakes dari pangan tepung beras merah (Oryza nivara) dengan penambahan labu kuning (Cucurbita moschata Duch.). Journal of Chemical Process Engineering.
Sinulingga, B. O. (2020). Pengaruh konsumsi serat dalam menurunkan kadar kolesterol. Jurnal Penelitian Sains, 22(1). https://doi.org/10.26554/jps.v22i1.556
Soedwiwahjono, W., Widajanti, L., & Lisnawati, N. (2021). Hubungan asupan sarapan dan kecukupan gizi dengan kejadian obesitas pada mahasiswa di Jawa Tengah. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 20(3), 185–192. https://doi.org/10.14710/mkmi.20.3.185-192
Sukarno, N. K., & Budijanto, S. (2020). Karakterisasi sifat fisikokimia sereal berbasis tepung beras merah pecah kulit. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 25(1), 81–86. https://doi.org/10.18343/jipi.25.1.81
Sumartini, E. Y., Rustamsyah, A., & Perdana, F. (2023). Kajian pemanfaatan tanaman porang (Amorphophallus muelleri) dalam bidang pangan dan kesehatan. Jurnal Teknologi Pangan dan Ilmu Pertanian, 5(1).
Surahman, D. N., Ekafitri, R., & Desnilasari, D. (2020). Pendugaan umur simpan snack bar pisang dengan metode Arrhenius pada suhu penyimpanan yang berbeda. Jurnal Biopropal Industri, 11(2), 127–137. https://doi.org/10.36974/jbi.v11i2.5898
Tarigan. (2024). Sensory test and proximate analysis content test of porang flour (Amorphophallus muelleri) and tempe flour flakes. Amerta Nutrition, 8(2). https://doi.org/10.20473/amnt.v8i2.2024.230-238
Timm, M., Offringa, L. C., Van Klinken, B. J. W., & Slavin, J. (2023). Beyond insoluble dietary fiber: Bioactive compounds in plant foods. Nutrients, 15(19), 4138. https://doi.org/10.3390/nu15194138
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mila Putri Apriliana, Rosyda Dianah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
Penulis mengakui bahwa INSOLOGI (Jurnal Sains dan Teknologi) sebagai publisher yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain, seperti: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dan lain-lain. Dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada INSOLOGI (Jurnal Sains dan Teknologi).
























