ACCULTURATION OF RELIGION AND TRADITION IN MAUDU’ LOMPOA

Penulis

  • Harry Yulianto Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPUP Makassar

DOI:

https://doi.org/10.55123/sabana.v2i2.2466

Kata Kunci:

Acculturation, Maudu’ Lompoa, Religion, Tradition

Abstrak

The culture resulted from hybridization and traditional complexity between global and local phenomena. Culture can be changed and acculturation with other cultures, so the culture was seen as dynamic. One Indonesian culture that still survives today was a tradition to celebrate the birthday of Prophet Muhammad SAW. Although, over the years, the tradition has experienced a slight shift in line with the times, it is still celebrated regularly every year by most Muslims, one of them in Takalar; it has called Maudu' Lompoa. This study uses qualitative methods and data analysis methods using descriptive qualitative data analysis techniques. The study's purpose is to describe the historical meaning contained in the tradition of Maudu' Lompoa. The results indicate there is acculturation between religion and tradition in Maudu' Lompoa.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Murodi. 1994. Sejarah Kebudayaan Islam. Semarang: Karya Toha Putra.

Effendi, B. 1997. Masyarakat Agama dan Tantangan Globalisasi: Mempertimbangkan Konsep Deprivatisasi Agama. Jurnal Ulumul Qur’an. 3(7).

Kasiran. 2010. Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Malang: UIN Press.

Sonhaji, A. 1996. Teknik Penulisan Kualitatif dan Penelitian Kuantitatif Dalam Ilmu-Ilmu Sosial dan Keagamaan. Malang: Kalimasada Press.

Furchan, A. 1992. Pengantar Metode Penelitian Kualitatif. Surabaya: Usaha Nasional.

Yulianto, H. 2016. Statistik 1. Yogyakarta: Lembaga Ladang Kata.

Moleong, L.J. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Baidhowy, Z. dan Jinan, M. 2002. Agama dan Pluralitas Budaya Lokal. Surakarta: Penerbit Pusat Studi Budaya UMS.

Suryanegara, A.M. 1996. Meneruskan Sejarah, Wacana Pergerakan Islam di Indonesia. Bandung: Mizan.

Badri, Y. 2000. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Abdullah, T. 1991. Sejarah Umat Islam Indonesia. Jakarta: Majelis Ulama Indonesia.

Sewang, A.M. 2005. Islamisasi Kerajaan Gowa. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Azra, A. 2002. Islam Nusantara: Jaringan Global dan Lokal. Bandung: Mizan.

Hamka. 1997. Sejarah Umat Islam. Singapura: Pustaka Nasional.

Koentjaraningrat. 1990. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Djembatan.

Lauer, R.H. 1993. Perspektif Tentang Perubahan Sosial. Jakarta: Rineka Cipta.

Said, M. 2012. Kajian Akulturasi Islam dan Budaya Lokal Bungamale Sebagai Budaya Lokal Sulawesi Selatan. Jurnal Al-Fikr. 16 (3).

Ahmad, A.K. 2004. Masuknya Islam di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Makassar: Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Departemen Agama.

Mappangar, S. 2004. Ensiklopedia Sejarah Sulawesi Selatan Sampai Tahun 1905. Makassar: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Selatan

Alolewori. 2007. Makna Budaya Dalam Komunikasi Antar Budaya. Yogyakarta: LKiS.

Mulyana, D. dan Rakhmat, J. 2009. Komunikasi Antarbudaya. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Amir, A.R. 1982. Bugis Makassar Dalam Peta Islamisasi Indonesia. Ujung Pandang: IAIN Alauddin.

Aidid, A.S.A. 1999. Kisah dan Hikmah Adat Budaya/Tradisi Kebudayaan Ajaran Sayyid Jalaluddin. Takalar: Penerangan, Rekomendasi dan Dokumentasi Maudu’ Lompoa Cikoang.

Sila, M.A. 1970. Maudu’: A Way of Union with God. Australia: ANU Press.

Yulianto, H. 2021. Moderasi Beragama Era Internet of Things di Indonesia. Konferensi Nasional Hari Santri. 2: 1-4

Diterbitkan

2023-08-29

Cara Mengutip

Harry Yulianto. (2023). ACCULTURATION OF RELIGION AND TRADITION IN MAUDU’ LOMPOA. SABANA: Jurnal Sosiologi, Antropologi, Dan Budaya Nusantara, 2(2), 78–89. https://doi.org/10.55123/sabana.v2i2.2466

Terbitan

Bagian

Articles