Pengembangan Desa Air Mesu Timur sebagai Sentral Produsen Bawang Merah di Pulau Bangka

Authors

  • Kartika Kartika Universitas Bangka Belitung ‎
  • Winda Wahyuni Universitas Bangka Belitung ‎
  • Yulia Yulia Universitas Bangka Belitung ‎

DOI:

https://doi.org/10.55123/abdikan.v4i4.6593

Keywords:

Shallot, Bulbs, Development, Seed Production, Local Food Needs

Abstract

The Bangka Belitung Islands are one of the regions with high shallot consumption. This is not comparable to the total local shallot production on Bangka Island, so it must be supplied from outside the region. Central Bangka Regency is the center of horticultural commodity production on Bangka Island. Air Mesu Timur Village has the potential to become a shallot production center on Bangka Island, but its development is hampered by limited business capital, low-quality seeds, and suboptimal implementation of standard operating procedures (SOPs) for cultivation. The Timur Makmur Farmers Group is one of the shallot producers in Air Mesu Timur Village. This activity aims to improve the implementation of SOPs for shallot cultivation and increase local farmers' yields. The program methods include Focus Group Discussions (FGDs), provision and delivery of production facilities and infrastructure, shallot cultivation demonstration plots, and shallot marketing. Community service activities will be carried out from June to September 2025 at the Timur Makmur Farmers Group's garden in Air Mesu Timur Village. The results of the activity showed increased farmer interest in growing shallots, and the demonstration plot was able to produce 500 kg of fresh bulbs from 50 kg of seeds, equivalent to a yield ratio of 1:10. The results of the agricultural business analysis showed that shallot cultivation in Air Mesu Timur Village produced a R/C ratio of 1.43. This indicates that the cultivation effort is economically profitable. Based on this activity, it was discovered that implementing the SOP for shallot cultivation typical of Bangka Island can increase shallot production and productivity on Bangka Island.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afrizal, H., Hadi, S., & Maharani, E. (2020). Strategi Pengembangan Bawang Merah di Kota Pekanbaru. Dinamika Pertanian, 34(3), 219–228.

Amelia, R., Izzulsyah, I., Zeleansi, Z., Saputri, H., & Kholisoh, N. (2023). Pendekatan Metode Autoregressive Integrated Moving Average terhadap Perkiraan Harga Bawang Merah di Kota Pangkalpinang. Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, 7, 22–26.

Asmarhansyah. (2015). Characteristics of Physical and Chemical Properties of Former-Tin Mining Areas for Crop Production in Bangka Island. Prosiding Nasional Sistem Informasi dan Pemetaan Sumberdaya Lahan Mendukung Swasembada Pangan. BBSDLP, Bogor.

Basuki, R. S. (2014). Identifikasi Permasalahan dan Analisis Usahatani Bawang Merah di Dataran Tinggi pada Musim Hujan di Kabupaten Majalengka. Jurnal Hortikultura, 24(3), 266–275.

BPS (Badan Pusat Statistik). (2022). Distribusi Perdagangan Komoditas Bawang Merah Indonesia. Jakarta: BPS.

Fajarika, D., & Fahadha, R. (2020). Analisis Usaha Tani Bawang Merah dalam Aspek Teknis, Finansial, dan Sosial Ekonomi di Kecamatan Kota Gajah, Lampung Tengah. Heuristic, 17(1), 43–54.

Hariyanti, P., Iryani, N., & Ayu, P. (2023). Fluktuasi Harga Komoditas Pangan dan Pengaruhnya terhadap Inflasi di Sumatera Barat. Jurnal Ekuilnomi, 5(1), 99–108. https://doi.org/10.36985/8sngq977

Hikmahwati, H., Fitrianti, F., & Ilmi, N. (2023). The Phytohormones (IAA dan GA3) Produced by Rhizosphere Mushrooms in Shallot (Allium ascalonicum L.) as a Biostimulant. Jurnal Pertanian, 14(1), 7–14.

Hindarti, S. (2017). Model Pengembangan Kelembagaan Pascapanen, Pengolahan Hasil, dan Kemitraan Usaha Bawang Merah melalui Pelatihan dan Pendampingan (Studi Kasus di Daerah Sentra Produksi Bawang di Kab. Nganjuk). Agromix, 5(2), 74–93.

Lestari, A. D., Erlikasna, E., Simbolon, R. C., Breta, I., & Daniyal, M. (2024). Dampak Fluktuasi Harga Beras, Bawang Merah, Cabai terhadap Inflasi. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 20(2), 219–226.

Lubis, I., Dina, M. S., Syamsul, M., & Widiatmaka. (2019). Evaluasi Kesesuaian dan Ketersediaan Lahan untuk Pengembangan Komoditas Bawang Merah di Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Journal of Natural Resources and Environmental Management, 9(2), 507–526. http://dx.doi.org/10.29244/jpsl.9.2.507-526

Lusia, M., Dessy, T. A., & Ahmad, S. (2023). Kajian Pemanfaatan Lahan Reklamasi Pascatambang sebagai Lahan Pertanian. Klorofil: Jurnal Ilmu-Ilmu Agroteknologi, 18(1), 30–32.

Melkior, Y., Nong, F., & Apelabi, G. (2023). Analisis Usahatani Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) di Kebun Praktek Fakultas Teknologi Pangan, Pertanian dan Perikanan Universitas Nusa Nipa. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(3), 672–679.

Mubarok, M. S. (2018). Budidaya Bawang Merah di Lahan Gambut. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Barat, Badan Litbang Pertanian.

Nurhapsa, N., Kartini, K., & Arham, A. (2015). Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usahatani Bawang Merah di Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang. Journal Galung Tropika, 4(3), 137–146.

Purbiati, T. (2012). Potensi Pengembangan Bawang Merah di Lahan Gambut. Jurnal Pertanian, 13(3), 113–118.

Rahmadona, L., Fariyanti, A., & Burhanuddin, B. (2016). Analisis Pendapatan Usahatani Bawang Merah di Kabupaten Majalengka. Agricultural Socio-Economics Journal, 15(2), 72–79.

Rajmi, L. F., & Margarettha, R. (2018). Peningkatan Ketersediaan P Ultisol dengan Pemberian Fungi Mikoriza Arbuskular. Jurnal Agroecotania, 1(2), 45–53.

Sadarruddin, W., Mahludin, B., & Amelia, M. (2017). Analisis Pendapatan Usahatani Bawang Merah di Desa Lenyek Kecamatan Luwuk Utara Kabupaten Banggai. Agrinesia, 2(1), 17–26.

Saleh, I. (2018). Karakteristik dan Viabilitas Bibit Bawang Merah pada Waktu Panen Berbeda. Jurnal Hexagro, 2(1), 30–35.

Santoso, S. E., Soesanto, L., & Haryanto, T. A. D. (2007). Penekanan Hayati Penyakit Moler pada Bawang Merah dengan Trichoderma Harzianum, Trichoderma Koningii, dan Pseudomonas Fluorescens P60. Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan Tropika, 7(1), 53–61.

Septiaji, E. D., Bimasri, J., & Amin, Z. (2024). Karakteristik Sifat Fisik Tanah Ultisol Berdasarkan Tingkat Kemiringan Lereng. AGRORADIX: Jurnal Ilmu Pertanian, 7(2), 41–49.

Simatupang, R. S. (2022). Perspektif Pengembangan Tanaman Bawang Merah (Allium ascolanicum L.) di Lahan Gambut. Jurnal Sumberdaya Lahan, 16(1), 23–32.

Downloads

Published

2025-11-15

How to Cite

Kartika , K. ., Winda Wahyuni, & Yulia, Y. (2025). Pengembangan Desa Air Mesu Timur sebagai Sentral Produsen Bawang Merah di Pulau Bangka . ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains Dan Teknologi, 4(4), 458–469. https://doi.org/10.55123/abdikan.v4i4.6593