PEMAKNAAN MASYARAKAT TERHADAP TRADISI MAPPACCI PADA PERNIKAHAN MASYARAKAT BUGIS
DOI:
https://doi.org/10.55123/sabana.v4i1.4822Keywords:
Mappacci, Ritual, TradisiAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai moral dan budaya dalam tradisi mappacci pada pernikahan masyarakat bugis, untuk mengetahui prosesi adat mappacci masyarakat bugis, mendeskripsikan nilai moral yang tedapat dalam adat mappacci pada masyarakat suku bugis dan pemaknaan masyarakat didalam tradisi mappacci pada pernikahan masyarakat Bugis. Penelitian merupakan penelitian kualitatif yang mana data dikumpulkan dengan cara observasi dan wawancara. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dan selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa berdasarkan eksistensi dari tradisi mappacci yang perlahan namun pasti mulai memudar masih ada juga sebagian dari masyarakat Bugis yang berada di Kelurahan Bitowa Kecamatan Manggala yang terus mempertahankan dari pelaksanaan tradisi mappacci dalam pelaksanaan pernikahan. Meskipun tidak menafsirkan bahwa pengetahuan mereka terhadap nilai-nilai moral yang terdapat dalam tradisi mappacci itu sendiri lebih taat terhadap adat istiadat semata.
Downloads
References
P. Sudirman, “Adat Perkawinan Budaya Bugis Makassar dan Relevansinya dalam Islam,” J. Mimb. Media Intelekt. Muslim Dan Bimbing. Rohani, vol. 2, no. 1, pp. 12–25, 2016.
N. Nuruddin and N. Nahar, “Nilai-nilai budaya upacara Mappacci dalam proses pernikahan adat suku Bugis di desa Labuahan Aji kecamatan Trano kabupaten Sumbawa,” J. Ilm. Mandala Educ., vol. 8, no. 2, 2022.
H. M. Dahlan, “Prosesi Pemilihan Jodoh dalam Perkawinan: Perspektif Ajaran Islam dan Budaya Lokal di Kabupaten Sinjai,” Sosiohumanika, vol. 9, no. 1, 2016.
N. Marfiani, “Tradisi Dalam Pernikahan Suku Bugis Wajo Ritual Manre Lebbe (Khatam Al-Qur'an) Dan Mappacci ,” Siwayang J. Publ. Ilm. Bid. Pariwisata, Kebudayaan, dan Antropol., vol. 1, no. 4, pp. 231–236, 2022.
A. Pardah, “Makna Simbolik Mappacci Adat Pernikahan Bugis Di Makassar (Kajian Semiotika Charles Sanders Peirce),” 2019.
[6] S. Aminah, “Analisis Makna Simbolik pada Prosesi Mappacci Pernikahan Suku Bugis di Kecamatan Wawotobi Kabupaten Konawe,” J. Ilm. Dikdaya, vol. 11, no. 2, pp. 176–183, 2021.
A. U. Usman, K. Jayadi, A. R. A. Sakka, and N. Najamuddin, “Ritual Mappacci Pada Upacara Pernikahan Di Kabupaten Pinrang,” Pepatudzu Media Pendidik. dan Sos. Kemasyarakatan, vol. 20, no. 1, pp. 41–52, 2024.
I. Isumarni, M. Usman, M. Hanafi, A. Anjali, and I. R. Suhandra, “Investigating the Meaning and Masseges of the Mappacci Wedding Party in Buginess Tradition,” La Ogi English Lang. J., vol. 9, no. 1, pp. 94–99, 2023.
K. Mustamin and Y. Salik, “Mappacci Interconnection in Bugis Tradition and Strengthening of Pangadereng (Ethics),” Hikmatuna J. Integr. Islam. Stud., vol. 8, no. 1, pp. 28–39, 2022.
A. D. Azis, “Symbolic meanings of equipments used in mappacci buginese traditional ceremony,” J. Ilm. Profesi Pendidik., vol. 6, no. 1, pp. 108–113, 2021.
N. A. Putri, K. Saiban, S. Sunarjo, and K. Laila, “Kedudukan Uang Panaik Sebagai Syarat Perkawinan Dalam Adat Suku Bugis Menurut Hukum Islam,” Bhirawa Law J., vol. 2, no. 1, pp. 33–44, 2021.
N. R. Saharuddin and A. Rahman, “The Tradition of Malam Pacar (Wenni Mappacci) In Sidenreng Rappang Regency, Timoreng Panua, Panca Rijang District,” Int. J. Soc. Serv. Res., vol. 1, no. 4, pp. 408–411, 2021.
M. I. Majid and A. R. Yunus, “Perkembangan Islam Di Kedatuan Suppa Abad Ke-17,” CARITA, pp. 1–17, 2023.
Y. Risa and E. Amri, “Fungsi Tuor Bagi Orang Mandailing,” Cult. Soc. J. Anthropol. Res., vol. 3, no. 2, pp. 85–96, 2021.
M. Supraja and N. Al Akbar, Alfred Schutz: Pengarusutamaan fenomenologi dalam tradisi ilmu sosial. Yogyakarta: UGM Press, 2021.
M. Farid and M. Adib, Fenomenologi Dalam Penelitian Ilmu Sosial. Jakarta: Kencana, 2018.
F. Fadila and L. Yulifar, “Tinjauan Kritis Perkembangan Metode Penelitian Etnografi dan Etnometodologi,” J. Ilm. Univ. Batanghari Jambi, vol. 23, no. 3, pp. 2649–2654, 2023.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Abdul Rahman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




















