MENGUNGKAP REALITAS DAN TANTANGAN KELAHIRAN PADA ANAK DI BAWAH UMUR: PERSPEKTIF KESEHATAN REPRODUKSI DAN SOSIAL

Penulis

  • Nabila Siti Nurhasanah Universitas Pendidikan Indonesia
  • Mirna Nur Alia Abdullah Universitas Pendidikan Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55123/sabana.v4i1.3403

Kata Kunci:

Childbirth, Underage, Challenges

Abstrak

This research reveals the reality and challenges of underage childbirth in the city of Bandung from the perspectives of reproductive health and social well-being. The research methodology employed was a literature review, collecting relevant literature from various sources. The findings of the study indicate a concerning trend regarding underage marriages among women in Bandung. Early marriage for young women has negative consequences for their reproductive health and social welfare. Women who marry at a young age face a higher risk of pregnancy complications and premature childbirth. Furthermore, early marriage hinders girls' education and their opportunities to achieve economic independence, negatively impacting their personal and social development. In this context, comprehensive efforts are needed to prevent early marriages and protect the health and well-being of women. These efforts may involve inclusive sex education, raising public awareness, providing social support for at-risk girls, and strengthening regulations that prohibit underage marriages. In taking these steps, it is hoped that the rate of early marriages can be reduced, opening up opportunities for young women to grow and thrive in a healthy manner and attain their full potential in life.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Badruzaman, D. (2021). Pengaruh pernikahan usia muda terhadap gugatan cerai di pengadilan agama Antapani Bandung. Muslim Heritage, 6(1).

Nadeak, H. (2014). Sistem Pencatatan Kelahiran dan Kematian Ditinjau dari Aspek Kebijakan Publik (Suatu Kajian terhadap Impelementasi Kebijakan Bidang Administrasi Kependudukan di Kabupaten Bandung dan Kota Bandung Provinsi Jawa Barat). Jurnal Bina Praja: Journal of Home Affairs Governance, 6(1), 19-34.

Nursyamsiyah, N., Sobrie, Y., & Sakti, B. (2021). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa, 4(3), 611-622.

Alhamidi, R. (2022). Nyaris 10 Persen Perempuan Kota Bandung Lakukan Pernikahan Dini. Detikjabar. https://www.detik.com/jabar/berita/d-5948029/nyaris-10-persen-perempuan-kota-bandung-lakukan-pernikahan-dini.

Utami, P. M. N., Purniti, P. S., & Arimbawa, I. M. (2018). Hubungan jenis kelamin, status gizi dan berat badan lahir dengan angka kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Banjarangkan II tahun 2016. Intisari Sains Medis, 9(3).

Inayati, I. N. (2015). Perkawinan Anak Di Bawah Umur Dalam Perspektif Hukum, Ham Dan Kesehatan. Jurnal Bidan, 1(1), 46-53.

Eleanora, F. N., & Sari, A. (2020). Pernikahan anak usia dini ditinjau dari perspektif perlindungan anak. PROGRESIF: Jurnal Hukum, 14(1).

Rifiani, D. (2011). Pernikahan dini dalam perspektif hukum islam. De Jure: Jurnal Hukum dan Syar'iah, 3(2).

Octaviani, F., & Nurwati, N. (2020). Dampak pernikahan usia dini terhadap perceraian di Indonesia. Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS, 2(2), 33-52.

Hadiono, A. F. (2018). Pernikahan dini dalam perspektif psikologi komunikasi. Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam, 9(2), 385-397.

Sari, N. A. T. N., & Puspitasari, N. (2022). Analisis faktor penyebab dan dampak pernikahan usia dini. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 12(2), 397-406.

Puspasari, H. W., & Pawitaningtyas, I. (2020). Masalah Kesehatan Ibu Dan Anak Pada Pernikahan Usia Dini Di Beberapa Etnis Indonesia; Dampak Dan Pencegahannya. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 23(4), 275-283.

Indonesia, P. (2019). Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan. Lembaran Negara RI Tahun Sekertariat Negara.

Nikmawati, E. E., Yulia, C., & Maosul, A. (2021). Penyuluhan Edukasi Kepada Remaja Putri di SMP Kartika Siliwangi XIX-2 Bandung untuk Mencegah Anemia dengan Makanan Sehat, Begizi dan Seimbang. Lentera Karya Edukasi, 1(1), 37-43.

Anggriani, A., Lisni, I., & Liku, O. S. (2019). Pola penggunaan obat antiretroviral (ARV) pada resep pasien rawat jalan dari Klinik HIV/AIDS salah satu Rumah Sakit Swasta Di Kota Bandung. Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia, 1(1), 64-81.

Aprilia, T., Mansyur, M. H., & Ulya, N. (2022). Implementasi Pendidikan Seksual pada Siswa SMAN 2 Karawang. FONDATIA, 6(3), 414-428.

Anggraini, D. D., Hutabarat, J., & Sitorus, S. (2021). Pelayanan kontrasepsi.

Lestari, T. R. P. (2020). Pencapaian Status Kesehatan Ibu Dan Bayi Sebagai Salah Satu Perwujudan Keberhasilan Program Kesehatan Ibu Dan Anak. Kajian, 25(1), 75-89.

Lestari, I. P., Widyawati, S. A., & Wahyuni, S. (2019). Pemberdayaan Ibu Sebagai Strategi Penurunan Angka Pernikahan Dini. Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE), 1(1).

Wulansari, R., & Jatiningsih, O. (2023). Strategi Kampanye Stop Pernikahan Usia Anak Desa Sidomulyo Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan. Kajian Moral dan Kewarganegaraan, 11(1), 96-113.

Diterbitkan

2025-04-20

Cara Mengutip

Nabila Siti Nurhasanah, & Mirna Nur Alia Abdullah. (2025). MENGUNGKAP REALITAS DAN TANTANGAN KELAHIRAN PADA ANAK DI BAWAH UMUR: PERSPEKTIF KESEHATAN REPRODUKSI DAN SOSIAL. SABANA: Jurnal Sosiologi, Antropologi, Dan Budaya Nusantara, 4(1), 17–24. https://doi.org/10.55123/sabana.v4i1.3403

Terbitan

Bagian

Articles