RESILIENSI BANGUNAN CAGAR BUDAYA DENGAN KONSEP ADAPTIVE REUSE STUDI KASUS: HOTEL IBIS STYLES BRAGA BANDUNG

Authors

  • REZA PHALEVI SIHOMBING INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL BANDUNG
  • Nurtati Soewarno Institut Teknologi Nasional

DOI:

https://doi.org/10.55123/storage.v1i3.772

Keywords:

resiliensi, koridor Braga, revitalisasi, adaptasi

Abstract

Jalan Braga merupakan salah satu jalan populer di kota Bandung. Pada awalnya jalan ini digunakan untuk mengangkut kopi dari gudang ke jalan Raya Pos. Seiring dengan meningkatnya kondisi perekonomian kota, jalan ini kemudian berubah menjadi sebuah kawasan komersial. Bangunan-bangunan di sepanjang jalan bertransformasi menjadi restaurant, hotel, rumah-toko, theater dengan gaya art deco yang menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat Belanda. Pada awal abad ke 20 jalan ini menjadi shopping street terpenting di Hindia Belanda sehingga Bandung dijuluki Parijs van Java. Sejalan dengan kemajuan teknologi, sosial dan pergeseran gaya hidup dibangunlah beberapa Department Store dan Mall di kota Bandung yang berdampak terhadap kemunduran jalan Braga. Berkurangnya jumlah pengunjung menjadikan koridor Braga kusam dan bangunan-bangunannya dibiarkan kosong dan terbengkalai, salah satunya adalah Hotel Braga. Hotel Braga yang semula bernama Hotel Wilhelmina didirikan tahun 1928-1931 dan telah dinyatakan sebagai bangunan cagar budaya kelas B. Dengan menerapkan konsep adaptive reuse, makalah ini akan memaparkan upaya revitalisasi yang dilakukan pada Hotel Braga. Apakah fungsi baru dari Hotel Braga? Bagaimana bentuk adaptasi sebagai upaya pertahanan? Adaptive reuse dinilai sebagai sebuah konsep yang tepat diterapkan untuk mempertahankan dan merevitalisai bangunan dan kawasan lama. Dengan konsep ini diyakini bangunan dan kawasan cagar budaya sebagai warisan bangsa dapat dipertahankan dengan baik.

Downloads

Download data is not yet available.

References

H. Kunto, Wajah Bandoeng Tempo Doeloe (Bandung in the past.). Bandung: Granesia, 1984.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 and C. Budaya, “Pk M . G Ha Um,” Undang. Republik Indones. Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya, p. 54, 2010.

R. M. Ichsan, “Analisis Benda Cagar Budaya sebagai Potensi Kawasan Wisata Perkotaan Kota Bogor,” 2016, [Online]. Available: https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/85316.

P. Puspitasari and E. Marlina, “ARSITEKTUR KONTEKSTUAL PADA DESIGN BANGUNAN ( Kasus : Rancangan Gedung Medik Sentral RSUP Dr . Kariadi , Semarang ) CONTEXTUAL ARCHITECTURE CONCEPT ON BUILDING DESIGN ( Case : Design of General Hospital Dr . Kariadi Building , Semarang ),” Pros. Semin. Intelekt. Muda #1, no. April, pp. 14–20, 2019.

B. C. Brolin, Architecture in Context. New York: Van Nostrand and Reinhold Company, 1980.

I. Bentley, Responsive Environment. London: The Architectural Press, 1985.

R. Sofiana, A. W. Purwantiasning, and Anisa, “Strategi Penerapan Konsep Adaptive Re-Use Pada Bangunan Tua Studi Kasus : Di Kawasan Kota Tua Jakarta,” Semin. Nas. Sains dan Teknol. 2014, no. November, pp. 1–10, 2014.

I. B. G. P. Putra, “Kajian Adaptive Reuse Bangunan dalam Konteks Mitigasi Bencana di Kota Denpasar,” J. Arsit. Zo., vol. 2, no. 1, p. 56, 2019, doi: 10.17509/jaz.v2i1.15064.

Downloads

Published

2022-08-31

Issue

Section

Articles