Penguatan Komunikasi Efektif: Edukasi Kesehatan Reproduksi Kalangan Remaja sebagai Upaya Pencegahan Perilaku Berisiko HIV

Penulis

  • Afina Ruqayyah Universitas Negeri Jakarta
  • Rico Fernando Siregar Universitas Negeri Jakarta
  • Indah Fajar Rosalina Universitas Negeri Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.55123/abdisoshum.v4i4.6661

Kata Kunci:

HIV/AIDS, Health Education, Effective Communication

Abstrak

Adolescence is a crucial period in human life, characterised by the transition from childhood to adulthood. During this phase, adolescents often encounter various challenges, including those related to sexual behaviour.   The sexual behaviours exhibited by adolescents can carry high risks and negatively impact their reproductive health, such as the risk of contracting HIV/AIDS and the possibility of unintended pregnancies. The implementation of this community service programme is conducted through a series of structured stages. These stages include the development of educational media, the delivery of information using animated video media, and mentoring carried out in collaboration with organisations focused on HIV prevention. In this programme, information regarding HIV is conveyed to 22 students who are members of the Student Council (OSIS) at SMK Negeri 2 Tangerang. The process of delivering information is conducted through several steps, beginning with the administration of a pre-test to assess the students' initial knowledge, followed by education presented in the form of animated videos, and concluding with a post-test to evaluate the understanding gained after participating in the programme. The results of this community service programme indicate an increase in the students' knowledge regarding HIV, as well as a change in attitudes related to the transmission of the HIV virus before and after the information was provided.

Referensi

Afritayeni, A., Yanti, P. D., & Angrainy, R. (2018). Analisis Perilaku Seksual Berisiko pada Remaja Terinfeksi HIV dan AIDS. Jurnal Endurance, 3(1), 69. https://doi.org/10.22216/jen.v3i1.2717

Amelia, C. R. (2014). Pendidikan Sebaya Meningkatkan Pengetahuan Sindrom Pramenstruasi pada Remaja. Jurnal Kedokteran Brawijaya, 28(2), 151–153.

Badan Pusat Statistik, Badan Koordinasi Keluarga Berencanan Nasional, Departemen Kesehatan, & Macro International. (2013). Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2012. In Sdki. https:// doi.org/10.1111/j.1471-0528.2007.01580.x

Bakara, D. M., Esmianti, F., & Wulandari, C. (2014). Pengaruh Penyuluhan Kesehatan tentang HIV/AIDS terhadap Tingkat Pengetahuan Siswa SMA. Jurnal Kesehatan, 5(1), 67–70.

Direktur Jenderal P2P Kementrian Kesehatan RI. (2017). Program Pengendalian HIV AIDS dan PIMS Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama.

Fatimah, S., Pandiangan, A. T. M., & Julianda, J. (2019). Pengaruh Pembentukan Peer Educator terhadap Pengetahuan Kespro pada Remaja. Pertemuan Ilmiah Tahunan Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta, 146–161.

Handayani, L. (2017). Pengaruh Pendidikan Kehatan Dengan Media Video terhadap Tingkat Pengetahuan tentang Pencegahan HIV/AIDS di SMAN 1 Parigi Kabupaten Pangandaran. Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.

Kasim, F. (2014). Dampak Perilaku Seks Berisiko terhadap Kesehatan Reproduksi dan Upaya Penanganannya (Studi tentang Perilaku Seks Berisiko pada Usia Muda di Aceh). Jurnal Studi Pemuda, 3(1), 39–48. https://jurnal.ugm.ac.id/jurnalpemuda/article/download/32037/19361

Kemenkes, R. (2017). Infodatin Reproduksi Remaja-Ed.Pdf. In Situasi Kesehatan Reproduksi Remaja.

Kemenkes RI. (2013). Pedoman Nasional Tes dan Konseling HIV dan AIDS.

Komisi Penanggulangan AIDS Kota Surakarta. (2018). Laporan Data Kasus HIV/AIDS Kota Surakarta 2018.

Kusumaningrum, T. A. I., Rohmawaty, N., & Selena, H. (2021). Reproductive Health Information from Parents : A Dominant Factor of Voluntary Counselling and Testing ( VCT ) HIV Intention on Adolescents. Journal of Medicinal and Chemical Sciences, 4, 172–182. https://doi.org/10.26655/ JMCHEMSCI.2021.2.8

Larissa, T. E. I. (2012). Adolescence, Sexuality and Sexual Education. Healt Science Journal, 1(1), 1–8.

Naully, P. G., & Romlah, S. (2018). Prevalensi HIV dan HBV pada Kalangan Remaja. Jurnal Kesehatan, 9(2), 280. https://doi.org/10.26630/jk.v9i2.908

Nugroho, C., & Kusumaningrum, T. A. I. (2018). Isyarat Bertindak sebagai Faktor Pendorong Lelaki Seks Lelaki dalam Melakukan Voluntary Counseling and Testing. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 13(2), 101. https://doi.org/10.14710/jpki.13.2.101-113

Rinta, L. (2015). Pendidikan Seksual dalam Membentuk Perilaku Seksual Positif pada Remaja dan Implikasinya terhadap Ketahanan Psikologi Remaja. Jurnal Ketahanan Nasional, 21(3), 163. https://doi.org/10.22146/jkn.15587

Sabilla, M., Febrianti, T., & Efendi, R. (2019). Analisis Perilaku dan Kebutuhan Informasi Kesehatan Reproduksi melalui Pusat Informasi Konseling Remaja. Jurnal Kesehatan Indra Husada, 7(1), 1. https://doi.org/10.36973/jkih.v7i1.153

Sabriyanti, T., Usman, & Abidin. (2020). Efektivitas Promosi Kesehatan dengan Metode Peer Educator terhadap Tingkat Pengetahuan HIV/AIDS pada Siswa SMA Negeri 3 Parepare. Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan, 3(2), 175–185.

Susilaningsih, E. Z., & Dewi, E. (2017). Peningkatan Pengetahuan tentang AIDS pada Pekerja Seks Komersial di Panti Sosial Wanita Surakarta. Warta LPM, 19(3), 177–185. https://doi. org/10.23917/warta.v19i3.3223

Wardhani, D. T. (2012). Perkembangan dan Seksualitas Remaja. Sosio Informa, 17(03), 184–191.

Diterbitkan

2025-12-15

Cara Mengutip

Afina Ruqayyah, Rico Fernando Siregar, & Indah Fajar Rosalina. (2025). Penguatan Komunikasi Efektif: Edukasi Kesehatan Reproduksi Kalangan Remaja sebagai Upaya Pencegahan Perilaku Berisiko HIV. ABDISOSHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sosial Dan Humaniora, 4(4), 556–562. https://doi.org/10.55123/abdisoshum.v4i4.6661

Terbitan

Bagian

Articles