Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Anak Balita di Puskesmas Alak Kota Kupang Tahun 2022

Authors

  • Astriana Tualaka Universitas Nusa Cendana
  • Indriati A.Tedju Hinga Universitas Nusa Cendana
  • Rut Rosina Riwu Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.55123/sehatmas.v2i1.1091

Keywords:

Parenting, Infectious Diseases, Income, History of Low Birth Weight

Abstract

Stunting is a condition where there is failure to thrive in children under five caused by chronic malnutrition so that the child is too short for his age. The prevalence of short and very short toddlers aged 0-59 months in Indonesia in 2017 was 9.8% and 19.8%, respectively. This condition increased from the previous year, namely the prevalence of very short toddlers at 8.5% and short toddlers by 9%. The province with the highest prevalence of stunting or stunting aged 0-59 months is East Nusa Tenggara while the lowest province of stunting is Bali. Alak Health Center is a health center that is included in the priority of treatment stunting in Kupang City, NTT. This study aims to determine what factors can affect the incidence of stunting in toddlers in the working area of ​​the Alak Health Center. The type of research used is an analytical survey research with a case-control. The sample size in this study amounted to 188 mothers who have children under five, including 94 toddlers with stunting and 94 toddlers who are not stunted. Analysis of the data used is univariable analysis and bivariable analysis with statistical tests using chi-square. The results showed that the factors related to the incidence of stunting were poor parenting (p-value =0.000), history of infectious diseases (p-value =0.002), and parental income (p-value =0.001) were factors that affect the incidence of stunting in toddlers. Health centers are expected to take advantage of promotional media health in order to increase maternal knowledge about the dangers of stunting and its prevention.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustina N. (2020). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak Balita di Puskesmas Plaju Palembang. Jurnal Kesehatan, 1–7. http://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/29420

Aji,Wati, S. R. (2016). Analisis Faktor-faktor yang Berpengaruh terhadap Pola Asuh Ibu Balita di Kabupaten Banyumas. Jurnal Kesmas Indonesia, 8(1), 1–15.

Anisa, P. (2012). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 25-60 Bulan di Kelurahan Kalibaru Depok Tahun 2012. Universitas Indonesia, 1–125.

Dakhi, A. (2019). Hubungan Pendapatan Keluarga, Pendidikan, dan Pengetahuan Ibu tentang Gizi dengan Kejadian Stunting pada Anak Umur 6-23 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Jati Makmur Binjai Utara. 3–77. http://repo.poltekkes-medan.ac.id/jspui/handle/123456789/1081

Dewi, A. P., Ariski, Tayat. N., & Kumalasari, D. (2019). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita 24-36 Bulan di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Gadingrejo Kabupaten Pringsewu. Wellness and Healthy Magazine, 1(Agustus), 231–237. http://wellness.journalpress.id/index.php/wellness/

Dinas Kesehatan Kota Kupang. (2018). Profil Kesehatan Kota Kupang Tahun 2018. Profil Kesehatan Kota Kupang Tahun 2018, 0380, 19–21. https://dinkes-kotakupang.web.id/bank-data/category/1-profil-kesehatan.html?download=36:profil-kesehatan-tahun-2018

Dikriansyah, F. (2018). Hubungan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dengan Kejadian Stungting pada Anak Usia 1-5 Tahun di Desa Ketandan Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun. Biomass Chem Eng, 3(2). http://repository.stikes-bhm.ac.id/id/eprint/120

Kemenkes, RI. (2019). Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 tahun 2019, (April), 33–35

Kemenkes RI. (2016). Situasi Balita Pendek di Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 1–10. Kemenkes RI.(2018). Buletin Stunting. Kementerian Kesehatan RI, 301(5), 1163–1178.

Khoirun N., Nadhiroh, S. R. (2015). Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stuntingpada Balita. Media Gizi Indonesia, 10(1), 13–19. http://e-journal.unair.ac.id/index.php/MGI/article/view/3117/2264

Kusyuantomo. (2017). Hubungan Pola Asuh Ibu dengan Status Gizi Balita di RW VI Kelurahan Manisrejo Kecamatan Taman Kota Madiun Tahun 2017, (1-23). http://repository.stikes-bhm.ac.id/id/eprint/248

La’biran, F. J. (2020). Hubungan antara Pola Makan Anak dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 25-59 Bulan di Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar Tahun 2020. 3(2017), 54-67. http://repositorio.unan.edu.ni/2986/1/5624.pdf

Larasati, N. N. (2018). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stuntingpada Balita Usia 25-59 bulan di Posyandu Wilayah Puskesmas Wonosari II Tahun 2017, (1-104). http://poltekkesjogja.ac.id/

Lestari, W., Samidah, I., & Diniarti, F. (2022). Hubungan Pendapatan Orang Tua dengan Kejadian Stunting di Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau. 6(1995), 3273–3279. https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/3388

Lobo, W. I., Talahatu, A. H.,&Riwu, R. R. (2019). Faktor Penentu Kejadian Stunting pada Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Alak Kota Kupang. Media Kesehatan Masyarakat, 1(2), 59–67. https://doi.org/10.35508/mkm.v1i2.1953

Lutfiana. (2018). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Keajadian StuntingWilayah Kerja Puskesmas Klecorejo Kabupaten Madiun Tahun 2018. Journal of Materials Processing Technology, 1(1), 1–8. http://repository.stikes-bhm.ac.id/id/eprint/351

Maineny, A., Longulo, O. J., & Endang, N. (2022). Hubungan Riwayat Penyakit Infeksi dengan Kejadian Stuntingpada Balita Umur 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Marawola Kabupaten Sigi. Jurnal Bidan Cerdas, 4(1), 10–17. https://doi.org/10.33860/jbc.v4i1.758

Marta Mai Resti. (2013). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita 24-59 Bulan di Jorong Talaok Kecamatan Hiliran Gumanti Kabupaten Solok Tahun 2019. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699. http://repo.stikesperintis.ac.id/id/eprint/745

Mentari, T. S. (2019). Faktor yang Berhubungan dengan Pola Asuh Ibu Balita Stunting (Studi Kasus di Puskesmas Bandar I Kabupaten Batang). Universitas Negeri Semarang, 1–73. https://lib.unnes.ac.id/36438/

Mugianti, S., Mulyadi, A., Anam, A. K., & Najah, Z. L. (2018). Faktor Penyebab Anak StuntingUsia 25-60 Bulan di Kecamatan Sukorejo Kota Blitar. Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery), 5(3), 268–278. http://jnk.phb.ac.id/index.php/jnk/article/view/374

Nasution, D., Nurdiati, D. S., & Huriyati, E. (2014). Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 6-24 Bulan. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 11(1), 31. https://jurnal.ugm.ac.id/jgki/article/view/18881

Notoatmodjo (2011) Kesehatan Masyarakat ilmu & Seni. Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmodjo (2018) Metodo Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nuraeni, R., & Suharno, S. (2020). Gambaran Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Balita Usia 24-59 Bulan. Syntax Literate; Jurnal Ilmiah Indonesia, 5(10), 1190. http://dx.doi.org/10.36418/syntax-literate.v5i10.1682

Permenkes RI (2020). Standar Antropometriin CompositesApplied Science and Manufacturing Tahun 2020.68(1-12).

Resti, M. M. (2013). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita 24-59 Bulan di Jorong Tolaok Kecamatan Hiliran Gumanti Kabupaten Solok Tahun 2019. Journal Infants In The Working Area of Selayar Bontomatene Health Center, 10(July 2018), 28-32. http://repo.stikesperintis.ac.id/id/eprint/745

Rizawati. (2018). Pola Asuh Orang Tua dan Konformitas Teman Sebaya serta Pengaruhnya terhadap Kenakalan Remaja. Jurnal Manajeman dan Bisnis, 131–141. https://doi.org/10.46975/aliansi.v13i1.17

Sulistyawati, A. (2020). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 9(02), 85–92. https://doi.org/10.33221/jikm.v9i02.505

Setiyowati, E. (2018). Hubungan antara Kejadian Penyakit Infeksi, ASI Eksklusif dan Pola Pemberian Makan dengan Status Gizi Baduta di Kelurahan Rejomulyo Kota Madiun. In Energies. 6(1-8). http://repository.stikes-bhm.ac.id/id/eprint/320

Solin, A. R., Hasanah, O., & Nurchayati, S. (2019). Hubungan Kejadian Penyakit Infeksi terhadap Kejadian Stuntingpada Balita 1-4. JOM FKP, 6(1), 65–71. https://jnse.ejournal.unri.ac.id/index.php/JOMPSIK/article/view/23241

Faktor Penyebab Stunting pada Anak Balita Causing Factor of Stunting in Toodler Age 24-59 Monts at Padang Gelugur Health. Data Riset Kesehatan Dasar Tahun 202, 5(1-10). https://ejournal.sumbarprov.go.id/index.php/jpn/article/download/165/76

Teja, M. (2019). Stunting Balita Indonesia dan Penanggulangannya. Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI, XI(22), 1(13–18). http://berkas.dpr.go.id/puslit/files/info_singkat/Info%20Singkat-XI-22-II-P3DI-November-2019-242.pdf

Utari J. (2018). Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Kejadian Stunting pada Balita di Paud Al Fitrah Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai Tahun 2018. In Journal Of Materials Processing Technology, 1-8. http://poltekkes.aplikasi-akademik.com/xmlui/handle/123456789/834

Windasari, D. P., Syam, I., & Kamal, L. S. (2020). Faktor Hubungan dengan Kejadian Stunting di Puskesmas Tamalate Kota Makassar. AcTion: Aceh Nutrition Journal, 5(1), 27. http://dx.doi.org/10.30867/action.v5i1.193

Zahriany, A. I. (2017). Pengaruh BBLR terhadap Kejadian Stunting pada Anak Usia 12-60 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Langkat Tahun 2017. Jurnal Riset Hesti Medan Akper Kesdam I/BB Medan, 2(2), 129. https://doi.org/10.34008/jurhesti.v2i2.79

Aripa, L., Sudarman, S., & Alimin, B. (2019). Pelaksanaan Pengelolaan Obat di Puskesmas Brombong Kota Makassar. JURNAL Promotif Preventif, 1(2), 18–29.

Bakri, N. F., Mebri, C. V. B. N., Dewi, K., Farmasi, P. S., Mipa, F., Cenderawasih, U., Farmasi, P. S., Mipa, F., Cenderawasih, U., Farmasi, P. S., Mipa, F., & Cenderawasih, U. (2021). Manajemen Pengelolaan Obat di Puskesmas Hebeybhulu Yoka Di Kota Jayapura Drug Management at Hebeybhulu Yoka Health Center In Jayapura City. J Agromedicine Unila, 8.

Downloads

Published

2023-01-30

How to Cite

Astriana Tualaka, Indriati A.Tedju Hinga, & Rut Rosina Riwu. (2023). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Anak Balita di Puskesmas Alak Kota Kupang Tahun 2022. SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 2(1), 95–103. https://doi.org/10.55123/sehatmas.v2i1.1091