Tingkat Pengetahuan Masyarakat RW 02 Desa Menang Kabupaten Ponorogo Terhadap Penggunaan Antibiotik
DOI:
https://doi.org/10.55123/sehatmas.v2i1.1338Keywords:
Antibiotic, Level of Knowledge, Villagers, PonorogoAbstract
The use of antibiotics is important to note because antibiotics are a class of hard drugs. Resistance is a problem that arises due to inappropriate use of antibiotics. Knowledge of the use of antibiotics is an important factor in overcoming the problem of resistance. This study aims to determine the level of knowledge of the community in RW 02, Menang village, Ponorogo regency, based on the use of antibiotics. The research is descriptive research with a sampling technique, namely quota sampling. The research instrument used a questionnaire with validity and reliability tests. The sample is a respondent based on inclusion criteria with 90 respondents. The results show that the level of knowledge of respondents with good, sufficient, and poor knowledge is 10%, 74%, and 16%, respectively. The knowledge assessment used questionnaire indicators regarding the general description of antibiotics was 55%, knowledge based on how to obtain antibiotics was 59%, knowledge based on the rules for using antibiotics was 59%, knowledge regarding the side effects of antibiotics was 72%, and knowledge regarding managing antibiotics was 60%. The conclusion is the level of knowledge of the majority of the community in RW 02, Menang village, Ponorogo regency, regarding the use of antibiotics is classified as a sufficient level of knowledge.
Downloads
References
Apolina, N., & Setiawan, Y. (2021). Gambaran Tingkat Pengetahuan Dan Penggunaan Amoxicillin di Masyarakat Kampung Koleberes RW 16 Kelurahan Dayeuhluhur Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi. Jurnal Farmamedika, 6(2), 48–52. https://doi.org/10.47219/ath.v6i2.127
Center for Disease Control and Prevention. (2013). Antibiotic Resistance Threats in the United States. Medecine et Maladies Infectieuses. https://doi.org/10.1016/j.medmal.2007.05.006
Dirga, D., Khairunnisa, S. M., Akhmad, A. D., Setyawan, I. A., & Pratama, A. (2021). Evaluasi Penggunaan Antibiotik pada Pasien Rawat Inap di Bangsal Penyakit Dalam RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Jurnal Kefarmasian Indonesia, 11(1), 65–75. https://doi.org/10.22435/jki.v11i1.3570
European Commission. (2017). A European One Health Action Plan against Antimicrobial Resistance (AMR). Brussels. http://www.who.int/entity/drugresistance/documents/surveillancereport/en/index.html%0Ahttp://www.who.int/entity/drugresistance/documents/surveillancereport/en/index.html%250Ahttp://www.who.int/entity/drugresistance/documents/surveillancereport/en/index.ht
Hazimah, K. W., Priastomo, M., & Rusli, R. (2018). Studi Penggunaan Antibiotik pada Pasien Demam Tifoid di RS SMC Periode 2017. 1, 1–8. https://doi.org/https://doi.org/10.25026/mpc.v7i1.290
Juwita, D. A., Arifin, H., & Yulianti, N. (2017). Kajian Deskriptif Retrospektif Regimen Dosis Antibiotik Pasien Pneumonia Anak di RSUP. Dr. M. Djamil Padang. Jurnal Sains Farmasi & Klinis, 3(2), 128–133. http://dx.doi.org/10.29208/jsfk.2017.3.2.115
Machfoedz, I. (2008). Metodologi Penelitian Bidang Kesehatan, Keperawatan, Kebidanan, Kedokteran. Penerbit Fitramaya.
Mampouw, J. I., Sambow, C. N., Mongi, J., & Tumbel, S. L. (2022). Evaluasi Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Penggunaan Antibiotik di Desa Kukumutuk Kecamatan Kao Kabupaten Halmahera Utara. Jurnal Biofarmasetikal Tropis, 5, 47–54. https://doi.org/10.57207/lenterafarma.v1i01.2
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2011). Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik. http://dx.doi.org/10.1016/j.jpha.2015.11.005
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2015). Program Pengendalian Resistensi Antimikroba di Rumah Sakit
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Pedoman Penggunaan Antibiotik
Notoatmodjo, S. (2007). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta.
Pambudi, R. S., & Utari, B. N. D. (2020). Tingkat Pengetahuan Penggunaan Antibiotik pada Mahasiswa Kesehatan Universitas Sahid Surakarta. Jurnal Dunia Farmasi, 4(3), 149–156. https://doi.org/10.33085/jdf.v4i3.4708
Pratiwi, A. I., Wiyono, W. I., & Imam, J. (2020). Pengetahuan Dan Penggunaan Antibiotik Secara Swamedikasi Pada Masyarakat Kota. Jurnal Biomedik, 12(3), 176–185. https://doi.org/10.35799/pha.10.2021.34044
Pratomo, G. S., & Dewi, N. A. (2018). Tingkat Pengetahuan Masyarakat Desa Anjir Mambulau Tengah terhadap Penggunaan Antibiotik. Jurnal Surya Medika, 4(1), 79–89. https://doi.org/10.33084/jsm.v4i1.354
Purwanti, I., Estiningsih, D., & Wulandari, Ari Susiana Indrayana, S. (2020). Kajian Peresapan Obat Antibiotika pada Pasien Dewasa Rawat Jalan di Klinik Kimia Farma Adi Sucipto Yogyakarta. INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal), 4(1), 44–53. https://doi.org/10.21927/inpharnmed.v
Purwidyaningrum, I., Peranginangin, J. M., Mardiyono, & Sarimanah, J. (2019). Dagusibu , Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan di Rumah dan Penggunaan Antibiotik Secara Rasional Di Kelurahan Nusukan. Journal of Dedicators UNISNU Jepara, 3(1), 23–43. https://doi.org/10.34001/jdc.v3i1.782
Puspita, N., & Wardiyah. (2019). The Development of Motion Graphic As Education Material For Promoting Adequate Home Drug Storage. Jurnal Teknologi Dan Seni Kesehatan, 10(2), 92–101. https://doi.org/10.36525/sanitas.2019.10
Putri, C. K. (2017). Evaluasi Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Penggunaan Antibiotik Di Kabupaten Klaten Universitas Muhammadiyah Surakarta. Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta, 1–17.
Rahmi, S., Kurniawati, D., & Hidayah, N. (2020). Hubungan Tingkat Pengetahuan Masyarkat Terhadap Penggunaan Antibiotik Di Kelurahan Alalak Utara. Journal of Pharmaceutical, 1(1), 70–84. https://doi.org/https://doi.org/10.33859/jpcs.v1i1
Restiyono, A. (2016). Analisis Faktor yang Berpengaruh dalam Swamedikasi Antibiotik pada Ibu Rumah Tangga di Kelurahan Kajen Kebupaten Pekalongan. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 11(1), 14–27. https://doi.org/10.14710/jpki.11.1.14-27
Sahputri, J., & Khairunnisa, Z. (2020). Tingkat Pengetahuan Penggunaan Antibiotik Dikalangan Mahasiswa Program Studi Kedokteran Fk Unimal Angkatan 2019. Jurnal Averrous, 6(2), 84–92. https://doi.org/10.29103/averrous.v6i2.2223
Sumariangen, A. B., Sambou, C. N., Tulandi, S. S., & Palandi, R. R. (2020). Evaluasi Tingkat Pengetahuan Masyarakat Kelurahan Batulubang Kecamatan Lembeh Selatan Kota Bitung Tentang Penggunaan Antibiotik. Biofarmasetikal Tropis, 3(2), 54–64. https://doi.org/10.55724/j.biofar.trop.v3i2.285
Taswin, M., Astuti, R. D., & Handayani, B. T. (2021). Pengaruh Suhu Penyimpanan Kombinasi Amoksisilin dan Asam Klavulanat Dalam Sediaan Dry Sirup Terhadap Daya Hambat Bakteri Staphylococcus aureus. Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang, 16(1), 40–49. https://doi.org/10.36086/jpp.v16i1.690
Tjay, T. H., & Rahardja, K. (2018). Obat-obat Penting. Elex Media Computindo.
Yulia, R., Putri, R., & Wahyudi, R. (2019). Study of Community Knowledge of Antibiotic Use in Puskesmas Rasimah Ahmad Bukittinggi. Journal of Pharmaceutical and Sciences, 2(2), 43–48. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v2i2.25
Zulkarni, R., Syofyan, & Triyanda, Z. (2020). Gambaran Perilaku Keluarga dalam Menyimpan dan Membuang Obat Antibiotik di Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar. Jurnal Sains Farmasi & Klinis, 7(2), 172–179. https://doi.org/10.25077/jsfk.7.2.172-179.2020
Depkes RI. (2006). Pedoman Penyelenggaraan dan Prosedur Rekam Medis Rumah Sakit di Indonesia (Revisi II, p. 101). Departemen Kesehatan RI Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik.
Hatta, G. R., Sampurna, B., Erkadius, Kasim, F., Daswati, I., Garmelia, E., & Thabrany, H. (2013). Pedoman Manajemen Informasi Kesehatan Disarana Pelayanan Kesehatan. In G. R. Hatta (Ed.), Revisi Buku Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Rekam Medis/Medical Record Rumah Sakit (1991) dan Pedoman Pengelolaan Rekam Medis Rumah Sakit Di Indonesia (1994,1997) (revisi 3, pp. 1–435). Universitas Indonesia (UI-Press).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Rida Ludfi Aprinuha, Reni Ariastuti, Khotimatul Khusna

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
Penulis mengakui bahwa SEHATMAS (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) sebagai publisher yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain, seperti: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dan lain-lain. Dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada SEHATMAS (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat).
























