Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) dengan Kejadian Stunting
DOI:
https://doi.org/10.55123/sehatmas.v2i3.2054Keywords:
PMBA, StuntingAbstract
Stunting, also known as short toddler syndrome, is the most prevalent type of malnutrition (PE/micronutrients), which affects infants before and shortly after birth and causes their height to be out of proportion to their age. A chronic nutritional issue that results in stunting in children is insufficient dietary intake. Stunting needs special care because it can harm children's mental development and increase their risk of dying. One effort to build knowledge and skills in aiding in the resolution of dietary challenges is counseling training on Infant and Child Feeding (IYCF). The problem of stunting often arises due to a lack of knowledge and skills in meeting the nutritional needs of toddlers. “The global prevalence of stunting in the world, including in Indonesia, is still high”. To increase the community's knowledge and skills to deal with nutritional problems independently. Literature study by comparing 20 publications with similar subject matter related to knowledge and procedures of eating babies and kids and to the rate of stunting. From 9 relevant journals it was stated that Infant and Child Feeding affected increasing mothers' knowledge in preventing stunting. There is an influence of “Infant and Child Feeding (PMBA) on the incidence of stunting.
Downloads
References
Balita, P. (2021). Svasta Harena : Jurnal Ilmu Gizi Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian Makan Anak Dan Perkembangan Balita Stunting Usia 24-59 Bulan Knowledge Of Feeding Practices And The Development Of Stunting Toddlers Ages 24-59 Month Jhein Mellyani , Ansar , Dwi Erma Kusumawati Poltekkes Kemenkes Palu Svasta Harena : Jurnal Ilmu Gizi. 2(2), 38–44.
Dan, P., Balita, I. B. U., Di, A., & Soedirman, U. J. (2022). Edukasi gizi sebagai pencegahan stunting pada kader posyandu dan ibu balita/anak di kecamatan kalibagor banyumas. 703–708.
Ekaningrum, A. Y., & Sulistiyorini, D. (2022). Systematic Review: Relationship between Infant and Young Child Feeding Practices with Stunting in Indonesia. January 2021, 129–135. https://doi.org/10.5220/0010756500003235
Fauziah, A., Yulilania Okinarum, G., Kebidanan Program Diploma, P., Kebidanan Program Sarjana Fakultas Ilmu Kesehatan, P., & Respati Yogyakarta, U. (2018). Pencegahan Stunting Di Kota Yogyakarta. 1, 2–24.
Gunawan, H., Fatimah, S., & Kartini, A. (2022). Hubungan Pengetahuan Dan Praktik Pemberian Makan Bayi Dan Anak (Pmba) Serta Penggunaan Garam Beryodium Dengan Kejadian Stunting. Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip), 10(3), 319–325. https://doi.org/10.14710/jkm.v10i3.32765
Hidayat, R. (2022). Prevalensi Stunting Pada 1000 Hari Pertama Kehidupan. Journal of Baja Health Science, 2(01), 61–77. https://doi.org/10.47080/joubahs.v2i01.1903
Ilmiah, J., & Pendidikan, W. (2023). 5 12345. Jurnal Ilmiah Pendidikan, 9(3), 312–316.
Karina Nur Ramadhanintyas. (2022). Penyuluhan Pentingnya Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA). Genitri Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan, 1(1), 38–43. https://doi.org/10.36049/genitri.v1i1.55
Lestari, A., & Hanim, D. (2020). Edukasi Kader dalam Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Stunting di Kecamatan Mondokan Kabupaten Sragen. AgriHealth: Journal of Agri-Food, Nutrition and Public Health, 1(1), 7. https://doi.org/10.20961/agrihealth.v1i1.41106
Nora Rahmanindar, Juhrotun Nisa, M. Q. (2020). Pembuatan Makanan Bayi dan Anak (PMBA) Melalui Program Pawon Simbok Untuk Mencegah Stunting di Puskesmas Kramat. JPM: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2), 46–47.
Nuraini, N., & Lestari, P. P. (2021). Jurnal Kesehatan Jurnal Kesehatan. Jurnal Kesehatan, 9(3), 140–149.
Permatasari, T. A. E. (2021). Pengaruh Pola Asuh Pembrian Makan Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 14(2), 3. https://doi.org/10.24893/jkma.v14i2.527
Qolbiyah, F. N., Yudia, R. C. P., & Aminyoto, M. (2021). Hubungan Praktik Pemberian Makanan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Puskesmas Barong Tongkok Kabupaten Kutai Barat. Jurnal Sains Dan Kesehatan, 3(6), 853–863. https://doi.org/10.25026/jsk.v3i6.901
Ramdhani, A., Handayani, H., & Setiawan, A. (2020). Hubungan Pengetahuan Ibu Dengan Kejadian Stunting. Semnas Lppm, ISBN: 978-, 28–35.
Safinatunnaja, B., & Muliani, S. (2021). Faktor Penyebab Stunting pada Anak Usia 6-23 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Terara. Jurnal Ilmu Kesehatan Dan Farmasi, 9(1), 27–32.
Said, I., Pradana, A. K., Suryati, T., Barokah, F. I., Gizi, D., Tinggi, S., & Kesehatan Pertamedika, I. (2021). Relationship of Infant and Child Feeding Patterns, Maternal Nutritional Knowledge and Infant Nutritional Status of 6-24 Months in the Kebayoran Lama Community Health Center, South Jakarta. Jurnal Kesehatan Global, 4(2), 84–91.
Sitoayu, L., Imelda, H., Dewanti, L. P., & Wahyuni, Y. (2021). Hubungan Riwayat Pemberian Makan pada Bayi Anak (PMBA) dan Penyakit Infeksi dengan Status Gizi Kurang (Wasting) pada Balita Usia 6-24 Bulan di Puskesmas Poris Plawad. Jurnal Sains Kesehatan, 28(2), 1–11. https://digilib.esaunggul.ac.id/public/UEU-Journal-23522-11_2359.pdf
Sutraningsih, W., Marlindawani, J., & Silitonga, E. (2021). Implementasi Strategi Pelaksanaan Pencegahan Stunting di Kabupaten Aceh Singkil Tahun 2019 (The Implementation of Stunting Prevention Strategy in Aceh Singkil District by 2019). Journal of Healthcare Technology and Medicine, 7(1), 49–68.
Telan, A. B., Olga, W. *, Dukabain, M., Sanitasi, P., Kupang, K., Bare, A., Prodi, T., Poltekkes, S., & Kupang, K. (2022). Hubungan Sanitasi Lingkungan dan Kejadian Stunting Di Kota Kupang. Oehonis : The Journal of Environmental Health Research, 5(1), 8–13.
Widaryanti, R. (2019). Hambatan Program Pemberian Makan Bayi Dan Anak Obstacles in the Infant and Young Child Feeding Program. Seminar Nasional UNRIYO, 253–257.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Idawati Idawati, Rosmawardiani Rosmawardiani, Ummi Salamah, Nasriah Nasriah, Dian Rahayu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
Penulis mengakui bahwa SEHATMAS (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) sebagai publisher yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain, seperti: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dan lain-lain. Dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada SEHATMAS (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat).
























