Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tarus Kabupaten Kupang

Authors

  • Ina Finolia Lao Universitas Nusa Cendana
  • Anna Henny Talahatu Universitas Nusa Cendana
  • Utma Aspatria Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.55123/sehatmas.v4i2.4966

Keywords:

Nutritional Status, Toddlers, Related Factors

Abstract

Nutritional status is a condition caused by the balance between nutrient intake from food and nutrient needs in the body. The study aims to determine factors related to nutritional status in the working area of ​​Tarus Health Center, Kupang Regency. This type of research is an analytical survey using a cross-sectional design. This study was conducted for 1 month. The population in the study were all toddlers in the working area of ​​Tarus Health Center with a sample size of 94 toddlers. Data analysis used the chi-square test. The sampling method in the study used the stratified random sampling technique. The results showed that the related factors were maternal nutritional knowledge (height/age p value = 0.000, weight/age p value = 0.001), feeding patterns (height/age p value = 0.001, OR = 4.718, weight/age p value = 0.003), history of exclusive breastfeeding (height/age p = 0.000, weight/age p value = 0.003) and provision of complementary feeding (height/age p value = 0.000, weight/age p value = 0.003,). While unrelated factors were maternal occupation (height/age p value = 0.783, weight/age p value = 1.000), food expenditure (height/age p value = 0.222, weight/age p value = 0.239) and history of LBW (height/age p value = 0.827, weight/age p value = 0.323). For mothers, pay more attention to the growth and development of toddlers by prioritizing nutritional fulfillment and being more active in visiting integrated health posts to obtain health services and be able to see the development of toddlers' health.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anindita, P. (2018). Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu, Pendapatan Keluarga, Kecukupan Protein & Zinc Dengan Stunting (Pendek) Pada Balita Usia 6-35 Bulan Di Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1(2), 617–626. http://ejournals1.undip.ac.id/index.php/jkm

Apriluana, G., & Fikawati, S. (2018). Analisis Faktor-Faktor Risiko terhadap Kejadian Stunting pada Balita (0-59 Bulan) di Negara Berkembang dan Asia Tenggara. Media Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan, 28(4), 247–256. https://doi.org/10.22435/mpk.v28i4.472

Ariani, M. (2020). Determinan Penyebab Kejadian Stunting Pada Balita: Tinjauan Literatur. Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan Dan Keperawatan, 11(1), 172–186. https://doi.org/10.33859/dksm.v11i1.559

Dewi, N. T., & Widari, D. (2018). Hubungan Berat Badan Lahir Rendah dan Penyakit Infeksi dengan Kejadian Stunting pada Baduta di Desa Maron Kidul Kecamatan Maron Kabupaten Probolinggo. Amerta Nutrition, 2(4), 373. https://doi.org/10.20473/amnt.v2i4.2018.373-381

K, F. A. (2019). Faktor Determinan Yang Mempengaruhi Terjadinya Gizi Kurang Pada Balita Di Kabupaten Polewali Mandar. J-KESMAS:

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2017

Latifah, A. M., Purwanti, L. E., & Sukamto, F. I. (2020). Hubungan Pemberian Asi Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Pada Balita 1-5 Tahun. Health Sciences Journal, 4(1), 142. https://doi.org/10.24269/hsj.v4i1.409

Louis, S. L., Mirania, A. N., & Yuniarti, E. (2022). Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Anak Balita. Maternal & Neonatal Health Journal, 3(1), 7–11. https://doi.org/10.37010/mnhj.v3i1.498

Nisa, N. S. (2019). Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 24-59 Bulan (Studi Kasus di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungtuban, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora). Skripsi, 124.

Notoadmodjo S. (2010) Metodologi Penelitian Kesehatan. Edited by E. R. Cipta : Jakarta

Notoadmodjo S. (218) Pendidikan dan Perilaku Kesehatan, Jakarta: Rineka Cipta

Nova, M., & Afriyanti, O. (2018). Hubungan Berat Badan, Asi Eksklusif, Mp-Asi Dan Asupan Energi Dengan Stunting Pada Balita Usia 24–59 Bulan Di Puskesmas Lubuk Buaya. JURNAL KESEHATAN PERINTIS (Perintis’s Health Journal), 5(1), 39–45. https://doi.org/10.33653/jkp.v5i1.92

Olsa, E. D., Sulastri, D., & Anas, E. (2018). Hubungan Sikap dan Pengetahuan Ibu Terhadap Kejadian Stunting pada Anak Baru Masuk Sekolah Dasar di Kecamanatan Nanggalo. Jurnal Kesehatan Andalas, 6(3), 523. https://doi.org/10.25077/jka.v6i3.733

Puskesmas Tarus. (2022) Profil Kesehatan Puskesmas Tarus Tahun 2022

Rahmawati, D. (2021). faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-60 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Margorejo Metro Selatan. Jurnal Kesehatan.

Ramdhani, A., Handayani, H., & Setiawan, A. (2020). Hubungan Pengetahuan Ibu Dengan Kejadian Stunting. Semnas Lppm, ISBN: 978-, 28–35.

Ramli, T. (2022). Hubungan Faktor Anak Dengan Kejadian Stunting di Puskesmas Kassi-Kassi. UIN ALAUDDIN MAKASSAR, 132.

Siswanto (2013) Metode Penelitian Kesehatan dan Kedokteran. Yogyakarta:Bursa Ilmu

(2014) Metode Penelitian Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Eidos.

Sugiyono (2017) Mtode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, R&D. Bandung: CV Alfabet.

Downloads

Published

2025-04-20

How to Cite

Ina Finolia Lao, Anna Henny Talahatu, & Utma Aspatria. (2025). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tarus Kabupaten Kupang. SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 4(2), 484–495. https://doi.org/10.55123/sehatmas.v4i2.4966

Issue

Section

Articles