Implementasi Kebijakan Program Posbindu PTM di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Oesapa 2024
DOI:
https://doi.org/10.55123/sehatmas.v4i3.5240Keywords:
POSBINDU NCD, Non-Communicable Diseases, RE-AIM Framework, Policy ImplementationAbstract
Non-Communicable Diseases (NCDs) are the leading cause of death worldwide, including in the Province of East Nusa Tenggara (NTT) where in 2022 there were 130,084 cases of death due to NCDs. Kupang City reported 10,943 cases. In the Oesapa Health Center area, the most common NCDs found were hypertension and diabetes mellitus. This study examines the implementation of the POSBINDU NCD program using the RE-AIM (Reach, Effectiveness, Adoption, Implementation, Maintenance) framework. The phenomenological qualitative approach involved seven informants, namely one program manager and six supporting participants. Data collection was carried out through in-depth interviews and observations. This program has succeeded in reaching individuals aged 15–59 years, both healthy and at risk, through activities in the workplace, schools, places of worship, and the community, with the support of local community leaders. POSBINDU was adopted as a tool for early detection, education, and control of NCDs. This program is planned to be continued through Integrated Primary Services (PPT). However, implementation and effectiveness are still limited due to low community participation, few trained health cadres, and inadequate infrastructure (e.g., equipment, health records, documentation). These challenges reduce the quality and impact of services.
Downloads
References
Amanda, F.T., Wau, H. and Dameria (2023) "Determinan Partisipasi Masyarakat Terhadap Program POSBINDU PTM: Evaluasi Program di Wilayah Kerja Puskesmas", Media Karya Kesehatan, 6(1), pp. 30-49. doi:10.24198/mkk.v6i1.45568.
Anita, A. et al. (2023) "Analisis Implementasi Program Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (POSBINDU PTM) Pada Lansia di Puskesmas Rawat Inap Muara Pinang Kabupaten Empat Lawang", Jurnal Vokasi Kesehatan, 1(2), pp. 79-88. doi:10.58222/juvokes.v1i2.138.
Aulia, S.C.I. (2022) "Pemanfaatan Uml (Unified Modeling Language) dalam Perancangan Sistem Informasi Rekam Medis Sederhana Pada Kegiatan POSBINDU PTM", Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi, 6(1), pp. 38-44. doi:10.47080/saintek.v6i1.1665.
Dewi, B.R. and Idaria, S. (2020) "Analisis Implementasi Program Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (POSBINDU PTM) dengan Menggunakan Teori William C. Edward di Puskesmas Kampung Baru Tahun 2020", Journal of Healthcare Technology and Medicine, 6(2), p. 625. doi:10.33143/jhtm.v6i2.970.
Glasgow and Boles (1999) "Evaluating the public health impact of health promotion interventions the RE-AIM framework", American journal of Public Health [Preprint].
Kemenkes (2019) "Buku pedoman manajemen penyakit tidak menular", p. 2.
Kenney, R.R. et al. (2023) "Applying RE-AIM to evaluations of Veterans Health Administration Enterprise-Wide Initiatives: lessons learned", Frontiers in Health Services, 3(July), pp. 1–11. doi:10.3389/frhs.2023.1209600.
Laporan Kinerja P2PM, 2022 (2022) "Laporan Kinerja Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit"’, Kemkes, pp. 1–114. Available at: https://e-renggar.kemkes.go.id/file2018/e-performance/1-465827-3tahunan 768.pdf.
Najiyati, I. et al. (2019) "Pelaksanaan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (POSBINDU PTM) di Kota Ambon, 2019: Sebuah Studi Kualitatif di Kelurahan Pandan Kasturi dan Hative Kecil", Journal of Community Empowermenr for Health, 2(1), pp. 43-52. Available at: https://ojs3.unpatti.ac.id/index.php/moluccamedica/article/view/3610/291.
Nugraheni, R. et al. (2022) "Evaluasi pelaksanaan program POSBINDU PTM di Puskesmas Kota Wilayah Utara Kota Kediri", Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES, 13(3), pp. 83–87.
Otoluwa, A. (2022) "Profil Kesehatan Tahun 2022 Provinsi Gorontalo", p. 100.
Rahadjeng, E. and Nurhotimah, E. (2020) "Evaluasi Pelaksanaan POSBINDU Penyakit Tidak Menular (POSBINDU PTM) di Lingkungan Tempat Tinggal", Jurnal Ekologi Kesehatan, 19.
Rahajeng, E. (2012) "Petunjuk Teknis Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (POSBINDU PTM)", in Ditjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan RI, pp. 1-39. Available at: http://p2ptm.kemkes.go.id/uploads/2016/10/Petunjuk-Teknis-Pos-Pembinaan Terpadu-Penyakit-Tidak-Menular-POSBINDU-PTM-2013.pdf.
Sekarrini, R. (2022) "Gambaran Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular di Kelurahan Umban Sari Kecamatan Rumbai Pekanbaru Menggunakan Pendekatan Stepwise WHO", Jurnal Ilmiah Multi Disiplin Indonesia, 1(8), pp. 1087–1097. Available at: https://katadata.co.id/berita/2020/01/06/baru-83-peserta-bpjs-kesehatan-per-akhir-2019-.
Soegiyono (2014) "Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif", in Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D.
Susilawati, N., Adyas, A. and Djamil, A. (2021) "Evaluasi Pelaksanaan Pos Pembinaan Terpadu (POSBINDU) PTM di Kabupaten Pesisir Barat", Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan, 15(2), pp. 178–188. doi:10.33860/jik.v15i2.494.
Sutanto, A.V. and Fitriana, Y. (2015) Asuhan pada Kehamilan.
Trigunarso, S.I., Fairus, M. and Muslim, Z. (2024) "Penguatan Kader Menuju Implementasi Pengelolaan Posyandu Konsep Integrasi Layanan Primer ( ILP ) dalam Upaya Pencegahan Stunting dan Stroke di Pekon", 5(6), Pp. 10770–10777.
Vebrino, A. (2022) "Evaluasi Implementasi Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (POSBINDU-PTM) di Puskesmas Simpang Iv Sipin Kota Jambi Tahun 2022".
Watung, G.I. V et al. (2023) "Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Hipertensi di Desa Ratatotok Selatan", Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat MAPALUS Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Maria Tomohon, 2(1), p. 2023.
Yarmaliza and Zakiyuddin (2019) "Kata kunci: PTM, GERMAS, penyuluhan 93", pp. 93–100.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Eufransiani R. Tema, Dominirsep O. Dodo, Masrida Sinaga

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
Penulis mengakui bahwa SEHATMAS (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) sebagai publisher yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain, seperti: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dan lain-lain. Dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada SEHATMAS (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat).
























