Gambaran Rekam Medis Elektronik terhadap Sistem Informasi Manajemen di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasi Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.55123/sehatmas.v4i4.6573Keywords:
Electronic Medical Record, Management Information System, Planning, Control, Decision MakingAbstract
Electronic Medical Record (EMR) is a digital documentation system that stores comprehensive information regarding patient identity, examinations, treatments, and medical procedures during care in both inpatient and outpatient settings. The implementation of EMR is a complex process that requires careful management of technology and information systems. Given its critical function in modern healthcare, this study aims to analyze the contribution of EMR to the Management Information System (MIS) at RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Using a qualitative descriptive approach, the research explores actual conditions, phenomena, and variables related to EMR utilization. The findings show that EMR has been effectively applied and provides substantial benefits in several dimensions. In terms of Content, EMR supports the systematic and complete recording of patients’ social and medical data. In terms of Accuracy, it ensures that information is properly stored, easily traceable, and helps maintain previous medical histories, thereby enhancing diagnostic precision. Regarding Format, EMR follows standard medical record guidelines for health services. In terms of Ease, it simplifies access to data and medical histories, improving efficiency and saving time. Overall, the MIS at RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin facilitates computerized health records that enhance data completeness and reliability. The EMR’s main contributions are reflected in three managerial functions—Planning, Control, and Decision Making—which strengthen hospital management performance and service quality.
Downloads
References
Anggadini, S. D. (2011). Sistem Informasi dan Keputusan Stratejik. Jurnal Administrasi Bisnis, 7(1), 81–94.
Anggraeni, D. (2018). Implementasi Rekam Medis Elektronik di Rumah Sakit. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia, 9(1), 1-10.
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan. (2023). Profil Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2023. Banjarmasin: Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan.
Depkes RI. (2008). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 269/Menkes/Per/III/2008 tentang Rekam Medis. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.
Dewi, A. P. (2017). Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Kesehatan. Yogyakarta: Deepublish.
Fat dalam Hutahaean, J. (2014). Konsep Sistem Informasi. Jakarta: Deepublish.
Gondodiputro, S. (2010). Rekam Medis dan Sistem Informasi Kesehatan. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Hatta, S. (1985). Pedoman Manajemen Informasi Kesehatan di Sarana Pelayanan Kesehatan. Jakarta: Universitas Indonesia.
Jogianto dalam Hutahaean, J. (2014). Konsep Sistem Informasi. Jakarta: Deepublish.
Kementerian Kesehatan RI. (1989). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 749a/Menkes/Per/XII/1989 tentang Rekam Medis. Jakarta: Kemenkes RI.
Laily, N. (2019). Peran SIMRS dalam Peningkatan Mutu Pelayanan Rumah Sakit. Jurnal Kesehatan Vokasional, 4(1), 1-7.
Menkes. (2008). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 269/Menkes/Per/III/2008 tentang Rekam Medis. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.
Moh. Muttaqin, Eko Handoyo, & Aghus Sofwan. (2015). Perancangan Aplikasi Electronical Medical Record (EMR) Pada Instalasi Rawat Inap Berbasis Web. Jurnal Teknik Elektro Universitas Diponegoro.
Mukhtar. (2008). Pengantar Sistem Informasi Manajemen. Jakarta: Rineka Cipta.
Nababan, R., Pratiwi, D., & Samosir, J. (2024). Evaluasi Implementasi Rekam Medis Elektronik Berdasarkan Model HOT-FIT di Rumah Sakit. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(2), 145–154.
Permenkes RI. (2013). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2013 tentang Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Jakarta: Kemenkes RI.
Potter, P. A., & Perry, A. G. (2009). Fundamental Keperawatan. Edisi 7. Jakarta: Salemba Medika.
Priantari, N. M. A. S., Dewi, I. G. A. A. P., & Astuti, N. W. (2023). Evaluasi Penerapan Rekam Medis Elektronik pada Rumah Sakit di Indonesia. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, 11(1), 1–10.
Rahmawati, L., & Sari, P. D. (2024). Tantangan Transformasi Digital dalam Implementasi Rekam Medis Elektronik di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Innovative Journal of Health Informatics, 2(3), 45–53.
Republik Indonesia. (2022). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis Elektronik. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Richard, A., et al. (2003). The Role and Importance of Electronic Medical Record (EMR) in Improving Healthcare. RAND Health Information Technology (HIT) Study.
Romney, Marshall B., & Steinbart, Paul Jhon. (2016). Sistem Informasi Akuntansi. Diterjemahkan oleh Kikin dan Novita. Jakarta: Salemba Empat.
Rosenblatt, H. (2012). Systems Analysis and Design. Cengage Learning.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.
Sujarweni, V. W. (2015). Sistem Informasi Akuntansi: Konsep dan Implementasi. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
Supriyanto, S., & Ernawaty. (2010). Pemasaran Industri Jasa Kesehatan. Yogyakarta: C.V Andi.
Sutanto, E. (2013). Karakteristik dan Elemen Dasar Sistem Informasi. Jurnal Manajemen dan Bisnis, 1(2), 1-8.
Thede, L. (2008). Electronic Personal Health Records: Nursing’s Role. OJIN: The Online Journal of Issues in Nursing, 14(1).
Undang-Undang RI. (2004). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran. Jakarta: Sekneg.
Undang-Undang RI. (2008). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Jakarta: Sekneg.
Winarti, E. (2012). Pengendalian Pengisian Berkas Rekam Medis. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 6(5), 205-212.
Wirajaya, I. W. G. (2019). Kualitas Rekam Medis sebagai Indikator Mutu Pelayanan. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 10(2), 85-92.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Rabiatul Adawiah, A. Rasyid Ridha R.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
Penulis mengakui bahwa SEHATMAS (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) sebagai publisher yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain, seperti: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dan lain-lain. Dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada SEHATMAS (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat).
























