Evaluasi Pelaksanaan Program Pengendalian Penyakit Demam Berdarah Dengue di Puskesmas Sikumana Kota Kupang

Authors

  • Stefania Delianti Cibolin Universitas Nusa Cendana
  • Serlie K.A. Littik Universitas Nusa Cendana
  • Dominirsep O. Dodo serlie.littik@staf.undana.ac.id

DOI:

https://doi.org/10.55123/sehatmas.v5i3.8107

Keywords:

DHF Control, P2DBD, Program Evaluation, ABJ, Health Center

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a public health concern in Kupang City, particularly in the working area of Sikumana Community Health Center (Puskesmas), which recorded 23 cases and 1 death in 2023, 46 cases in 2024, and 18 cases in 2025. This study aimed to evaluate the implementation of the Dengue Hemorrhagic Fever Prevention and Control Program (P2DBD) at Sikumana Puskesmas. A qualitative descriptive method with a case study approach was employed, utilizing in-depth interviews and documentation involving four informants. Data analysis was conducted through the stages of data collection, reduction, presentation, and conclusion drawing. The results revealed that the input components were reasonably adequate, including sufficient and well-trained human resources, as well as methods aligned with the Ministry of Health guidelines. However, infrastructure remained incomplete, notably the absence of fogging machines and limited abate stock. Funding was sourced from the Health Operational Assistance (BOK) allocated for abate procurement, fogging, and transportation. Regarding the process aspect, program implementation was not yet optimal, as indicated by suboptimal fogging activities, low community participation in larval nest eradication (PSN), insufficient understanding of abate usage, and address-related obstacles hindering epidemiological investigations. Program outputs also fell short of targets, with the Larva-Free Rate (ABJ) below 95% and household PSN coverage below 90%. Overall, the implementation of the P2DBD program was considered reasonably good; however, its effectiveness has not been fully achieved. Improvements are needed in community education, PSN monitoring, abate availability, as well as data management and cross-sector coordination.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arfan, I., Sulistyorini, L., Sulistyowati, M., Syahrul, F., Junaidi, H., & Rizky, A. (2024). Benefits and barriers of community participation in dengue control: A systematic review. African journal of reproductive health, 28(10), 482-498.https://www.ajol.info/index.php/ajrh/article/view/283970

Agustina, N. (2022). Tanda dan Gejala Demam Berdarah Dengue. Kementerian Kesehatan. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/10/tanda-dan-gejala demam- berdarah-dengue

Azzahra, M., & Fadli, R. K. (2023). Analisis Manajemen Program Pengendalian DBD Di Dinas Kesehatan Kota Depok Tahun 2023. JURNAL PENDIDIKAN KESEHATAN, 3(2),95-110. https://jurnal.stikespmc.ac.id/index.php/JK/article/view/19

Candra Kirana, Asnia Zainuddin, A. (2022). Evaluasi Pelaksanaan Program Pencegahan Dan Penanggulangan Penyakit Demam Berdarah Dengue Di Kota Kendari. Jurnal Ilmiah Obsgin, 14(3), 226–241.

Heryana, A. (2021). Teori dan Jenis Sistem. Artikel Kepemimpinan Berfikir Sistem, August. https://doi.org/10.13140/RG.2.2.12029.49126

Ikta, R. (2021). Evaluasi Program Pengendalian Penyakit Demam Berdarah Dengue (P2DBD). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019–2023). Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD). Jakarta: Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.

Lestari, D. A., & Widodo, S. (2021). Efektivitas pemberantasan sarang nyamuk dan peran masyarakat dalam pengendalian Demam Berdarah Dengue. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 16(1), 45–53.

Made, I. W., & Talango, F. (2022).Pengaruh edukasi kesehatan terhadap perubahan perilaku masyarakat dalam pencegahan Demam Berdarah Dengue. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 14(2), 115–123.

Norman Delvano Weky, Yendris K. Syamruth, P. W. (2023). Pemetaan Risiko Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Kupang

Nugraheni, E., Rizqoh, D., dan Sundari, M. (2023). Manifestasi Klinis Demam Berdarah Dengue (DBD). Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan: Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, 10(3), 267–274. https://doi.org/10.32539/jkk.v10i3.21425

Rusandi, dan Muhammad Rusli. (2021). Designing Basic/Descriptive Qualitative Research and Case Studies. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam, 2(1), 48–60.

Retang, P. A. U., Salmun, J. A. R., dan Setyobudi, A. (2021). Hubungan Perilaku dengan Kejadian Penyakit Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskemas Bakunase Kota Kupang. Media Kesehatan Masyarakat, 3(1), 63–71. https://doi.org/10.35508/mkm.v3i1.2895

Sadukh, J. J. P., dan Suluh, D. G. (2021). Analisis Spasial Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Berdasarkan Kepadatan Penduduk dan Luas Pemukiman Di Wilker PKM Sikumana, Kota Kupang Tahun 2019. Oehònis : The Journal of Environmental Health Research, 4(2), 59–63. https://download.garuda.kemdikbud.go.id

Siddiq, R., Aldri Frinaldi2, A., Rembrandt, R., Lanin, D., dan Umar, G. (2023). Kebijakan Penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Berbagai Daerah di Indonesia. Jurnal Sehat Mandiri, 18(1), 65–73. https://doi.org/10.33761/jsm.v18i1.943

Sinar, Y., Dion, Y., Monika, H., dan Djogo, A. (2022). Gambaran Pengetahuan Keluarga tentang Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Sikumana. Chmk Health Journal, 6, 365–371. https://cyber-chmk.net/ojs/index.php/kesehatan/article/view/1140

Susmaneli, H., Yuliastri, M., & Auzar, U. K. (2021). Evaluasi Program Pengendalian Penyakit Demam Berdarah Dengue (P2DBD). Al-Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sciences), 10(1), 31–45. https://doi.org/10.35328/kesmas.v10i1.105

Veronica, S. Y., Rahmah, Y., Sari, J., Aprilia, R., EL, J. A., Al Nurmala, I., & Dian, M. N. I. (2025). Hubungan Pengetahuan Remaja Terhadap Perubahan Lingkungan pada Kejadian Demam Berdarah Dengue di Desa Surabaya, Padang Ratu, Kabupaten Lampung Tengah. Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa, 2(3), 511-520.

Wongkar, Y. E., Langitan, F., & Telew, A. (2024). Analisis Pelaksanaan Program Penanggulangan Demam Berdarah Dengue (Dbd) Di Puskesmas Pineleng Kabupaten Minahasa. Jurnal Ilmiah Kesehatan Manado, 3(2). https://doi.org/10.64418/jikma.v3i2.124

Wowa, A. G., Ndoen, H. I., dan Landi, S. (2023). Epidemiological Study of the Incidence of Demam Berdarah Dengue (DBD) in Kupang City in 2017-2019. Lontar : Journal of Community Health, 5(2), 557–569. https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/LJCH/article/view/6477

Yuan Lubu, R. A., Romeo, P., dan Ndoen, H. I. (2023). Correlation of Predisposing, Enabling and Reinforcing Factors With Dengue Hemorrhagic Fever Prevention in the Work Area of Sikumana Health Center Kupang City. Media Kesehatan Masyarakat, 5(1), 1–8. https://doi.org/10.35508/mkmhttps://ejurnal.undana.ac.id/MKM

Downloads

Published

2026-07-15

How to Cite

Stefania Delianti Cibolin, Serlie K.A. Littik, & Dominirsep O. Dodo. (2026). Evaluasi Pelaksanaan Program Pengendalian Penyakit Demam Berdarah Dengue di Puskesmas Sikumana Kota Kupang. SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 5(3), 532–546. https://doi.org/10.55123/sehatmas.v5i3.8107

Issue

Section

Articles