Pengembangan Wisata Kesehatan di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.55123/toba.v5i2.8115Kata Kunci:
Health Tourism, Indonesia, Tourism DevelopmentAbstrak
This study aims to analyze the development of health tourism in Indonesia through a comparison with Penang, Malaysia, as one of the main medical tourism destinations for Indonesian patients. The research employed a descriptive qualitative approach through in-depth interviews with three Indonesian patients who had received medical treatment in both Indonesia and Penang, along with accompanying family members. Secondary data were collected from academic journals, government reports, media publications, and regulations related to healthcare and tourism sectors. The findings indicate that Indonesian patients prefer medical treatment in Penang due to better healthcare service quality, professionalism of medical personnel, efficient hospital systems, competitive medical costs, and the ability of healthcare staff to communicate in the Indonesian language. Accessibility, service convenience, and Penang’s positive image as a trusted medical tourism destination also influence patient decisions. The study highlights that the development of health tourism in Indonesia requires strong government support, improvement of hospital quality, strengthening of healthcare human resources, and integration between healthcare and tourism sectors to enhance national competitiveness.
Unduhan
Referensi
Arisanti, Y. (n.d.). Mengenal Wisata Kesehatan Pelayanan Medis Di Daerah Istimewa Yogyakarta. Cahaya, W. B., Fahlevi, R., & Sinambela, F. A. (2026). Kualitas Medis, Layanan Dan Harga: Penentu Loyalitas Wisatawan Medis Indonesia Ke Malaysia.
Arisanti, Y. (2019). Mengenal wisata kesehatan pelayanan medis di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kepariwisataan, 13(1), 45–56. http://ejournal.stipram.ac.id/index.php/kepariwisataan/article/view/75Jurnal Lentera Bisnis, 15(1),
588–599. https://doi.org/10.34127/jrlab.v15i1.2006
Damayanti, T., Dida, S., Hidayat, D. R., & Cho, S. K. (2021). Malaysian medical tourism communication in shaping Indonesian public opinion. Jurnal Kajian Komunikasi, 9(2),
138. https://doi.org/10.24198/jkk.v9i2.35852
Dewiangelline, D., Fahlevi, R., & Sinambela, F. A. (2026). Faktor Yang Mempengaruhi Niat Berkunjung Kembali Wisatawan Media Indonesia ke Malaysia. JURNAL LENTERA BISNIS, 15(1), 226–235. https://doi.org/10.34127/jrlab.v15i1.1882
Janetty. (2024). Peluang Dan Tantangan Wisata Medis Indonesia Terkait Undang-Undang Kesehatan Baru 2023. Pemuliaan Keadilan, 1(3), 1–12. https://doi.org/10.62383/pk.v1i3.1
Johan, S. (2021). Enchanced Financial Business Competitiveness by Leveraging Technology and Innovation. CommIT (Communication and Informatoin Technology, 15(2), 79–89. https://doi.org/10.21512/commit.v15i2.6968
Kompas Indonesia, I. (2025). Kunjungan Turis Asing ke Jepang Turun Jadi 3,6 Juta, Wisatawan China Anjlok 60 Persen. Kompas.Com.
Made, W. (2016). Kajian Kesehatan Pariwisata. Health Juni, 3(1).
Maria, B. R. D. (2021). Program Kerjasama Indonesia, Malaysia, Thailand Gowth Triangle Terkait Perkembsngan Wisata Halal di Indonesia periode 2017-2018. Moestopo Jurnal Interntionsl Relation, 1(2).
Marzuki, M. P. (2017). Penelitian Hukum: Edisi Revisi. Kencana Prenada Media Grup. https://opac.perpusnas.go.id/DetailOpac.aspx?id=1409842
Prameswari, N. M. (2024). Medical Tourism Di Indonesia : Analisis Hukum Tentang Peluang Dan Tantangan Pada 2012 berdasarkan pada data yang dimiliki oleh United Nations World Tourism Organization ( UNWTO ) didapatkan bahwa hal yang dapat mendorong sosio - ekonomi dari sebagai suatu. 1(3), 40–48.
Prodjo, W. A. (2025, November 21). 2 Jura WNI Berobat ke Luar Negeri Tiap Tahun, Devisa Negara Bocor hingga 6 Milliar Dollar AS. Kompas.Com.
Putra, W. F., Manggala, Y., Poerwanto, A., & Tanita, F. (3035, December 5). Analisis Kehadiran Rumah Sakit Asing dalam Konteks Layanan Kesehatan Nasional. Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia.
Reni, M., Putera, R. E., & Koeswara, H. (2022). Medical Tourism Dalam Meningkatkan Pariwisata Yang Ada Di Sumatera Barat. Musamus Journal of Public Administration, 4(2), 014–023. https://doi.org/10.35724/mjpa.v4i2.4076
Riyanto, T., Arifianti, R., & Putra, A. (2021). Development of Sharia Tourism in Indonesia: Challenges and Opportunities. Journal of Islamic Economic Perspectives, 3(2), 45–58. file:///C:/Users/BIMCND/Downloads/18+Full+Paper+Development+of+Medical+Tourism.pdf%0Afile:///C:/Users/BIMCND/AppData/Local/Mendeley Ltd./Mendeley Desktop/Downloaded/Tan et al. - 2024 - Development of Medical Tourism in Indonesia Challenges and Opportunities
Sarana, S. A., & Sari, V. P. (2022). Strategi Nation Branding Malaysia dalam Penggalakan Pariwisata Medis terhadap Publik Indonesia. Padjadjaran Journal of International Relations, 4(2), 179. https://doi.org/10.24198/padjir.v4i2.40092
Setiaman, A., & Dahlan, F. G. (2023). Pariwisata Layanan Kesehatan. Jurnal Kajian Budaya dan HUmaniora, 5(2).
Setiawan, B., & Muhardi. (2020). Wisata Medis Dalam Peningkatan Pelayanan Rumah Sakit. Paradigma Jurnal Multidisipliner Mahasiswa Pascasarjana, 1(1), 21–28. https://journal.ugm.ac.id/paradigma/article/view/59543
Sinambela, S. I. (2020). Kerjasama International Oleh Pemerintah Daerah (Studi Kasus: Medan—Penang). Jurnal PIR : Power in International Relations, 3(2), 173. https://doi.org/10.22303/pir.3.2.2019.173-184
Zainuri, Ach. M., Patma, T. S., & Purwanti, E. (2020). Strategi Pengembangan Wisata Kesehatan melalui Pemberdayaan Kelompok Sadar Wisata pada Masyarakat Kepulauan (Studi Kasus: Pulau Giliyang Kecamatan Dungkek Kabupaten Sumenep). JAST : Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi, 4(1), 26. https://doi.org/10.33366/jast.v4i1.1547
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Sandra Maleachi, Suwinto Johan, Angelina L.M. Chuadrey

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
Penulis mengakui bahwa Toba: Journal of Tourism, Hospitality, and Destination sebagai publisher yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi
Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain, seperti: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dan lain-lain. Dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada Toba: Journal of Tourism, Hospitality, and Destination.





















