Hubungan Lingkungan, Pengetahuan, dan Sikap IRT dengan Perilaku Pencegahan Demam Berdarah Dengue
DOI:
https://doi.org/10.55123/sehatmas.v4i3.5710Keywords:
Dengue Hemorrhagic Fever, Environment, Knowledge, Attitude, Prevention BehaviorAbstract
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a major public health problem in Indonesia, including in Kupang City. This study aims to examine the relationship between environmental conditions, knowledge, and attitudes of housewives (IRT) and dengue prevention behaviors in the working area of Oesapa Public Health Center, Kupang City. This research is a quantitative study using a cross-sectional design. A total of 66 housewives were selected through purposive sampling. Data collection was conducted using questionnaires and observation sheets. Data analysis involved univariate and bivariate tests using the chi-square method with a significance level of 0.05. The research results show that the environmental variable has a significant relationship with dengue fever prevention behavior, as indicated by a p-value of 0.000 < 0.05. The knowledge variable does not have a significant relationship with dengue fever prevention behavior, as indicated by a p-value of 0.227 > 0.05. The attitude variable has a significant relationship with dengue fever prevention behavior, as indicated by a p-value of 0.000 < 0.05. In conclusion, dengue fever prevention behavior is more influenced by environmental conditions and attitudes than by the level of knowledge. This study recommends the need for interventions focused on improving attitudes and environmental conditions through education and active community participation.
Downloads
References
Aisya, R., Melviani, & Komalia, R. (2024). Persepsi Masyarakat Mengenai Pencegahan DBD (Demam Berdarah Dengue) di Wilayah Sungai Lulut Banjarmasin berdasarkan Teori TPB (Theory of Planned Behavior). Jurnal Kesehatan Unggul Gemilang, 8(9), 96–100.
Anggaini, M. S., Istiqomah, N., & Kurniawati, Y. (2022). Hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan demam berdarah dengue (DBD) di wilayah kerja Puskesmas Rowosari Kota Semarang. Jurnal SIKENAS (Sistem Informasi Kesehatan Nasional), 7(2), 89–95.
Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Rineka Cipta.
Arsyad, R. M., Nabuasa, E., & Ndoen, E. M. (2020). Hubungan Antara Perilaku Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Tarus. In Media Kesehatan Masyarakat (Vol. 2, Issue 2). https://doi.org/10.35508/mkm
Glanz, K., Rimer, B. K., & Viswanath, K. (2015). Health Behavior: Theory, Research, and Practice (5th ed.). Jossey-Bass.
Hanum, N. (2018). Hubungan pengetahuan dan sikap masyarakat dengan perilaku pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kelurahan Bandungrejosari Kecamatan Sukun Kota Malang. Universitas Brawijaya.
Mahmudah, Reininda, S. S., & Rizal, A. (2024). Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Pencegahan Demam Berdarah Dengue di Kelurahan Landasan Ulin Selatan Tahun 2023. In Health Research Journal of Indonesia (HRJI) (Vol. 2, Issue 4).
Notoatdmojo, S. (2012). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan.
Samingan, & Ramadhanty, N. V. (2022). Korelasi Faktor Lingkungan dan Sikap Warga Dengan Peristiwa Berdarah Dengue (DBD) Yang Terjadi Pada Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Kampung Makasar Jakarta Timur Tahun 2022. Bidang Ilmu Kesehatan, 12(4), 357.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan Pedekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Mikael R. E. Nabu, Afrona E. L. Takaeb, Helga J. N. Ndun

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
Penulis mengakui bahwa SEHATMAS (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) sebagai publisher yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain, seperti: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dan lain-lain. Dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada SEHATMAS (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat).
























