Kajian Pelaksanaan Program Penanggulangan Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Sikumana Kota Kupang Tahun 2022
DOI:
https://doi.org/10.55123/sehatmas.v4i2.4853Keywords:
Tuberculosis, DOTS, P2TBAbstract
Tuberculosis (TB) is one of the most dangerous infectious diseases in the world and is among the top ten causes of death globally. This study aims to analyze the implementation of the pulmonary TB control program at the Sikumana Health Center, Kupang City, in 2022. This research employs a descriptive qualitative method through interviews selected based on purposive sampling. The results indicate that in terms of input, human resources and funding are sufficient, but infrastructure remains inadequate. Regarding the process, program planning is conducted by a special team in collaboration with the head of the health center and healthcare workers during a cross-sectoral mini-workshop. The Sikumana Health Center collaborates with sub-district heads, village heads, health cadres, PMOs, and the military (Babinsa) to monitor medication adherence and track TB contact patients. Case detection is carried out actively and passively, with diagnosis conducted through a Molecular Rapid Test (TCM). The treatment follows the 2016 pulmonary TB control guidelines, while recording and reporting activities are done both manually and electronically. The main challenges include treatment dropout due to patient mobility, low public awareness of TB control, limited cross-sectoral involvement, and an increased workload for analysts due to extensive contact tracing. In conclusion, while the program is running well, several obstacles need to be addressed to enhance the effectiveness of pulmonary TB control at the Sikumana Health Center.
Downloads
References
Azwar, A. (2010). Pengantar Administrasi Kesehatan (p. 350).
Baharudinsyah, A. (2017). Pengaruh Efektivitas Program dan Standar Operasional Prosedur Surabaya Single Window di Dalam Peningkatan Kualitas Pelayanan di Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap (UPTSA) Surabaya. 1–11.
Chotimah, I., Oktaviani, S., & Madjid, A. (2018). Evaluasi Program TB Paru di Puskesmas Belong Kota Bogor Tahun 2018. Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat, 1(2), 87–95.
Dahlan, M. F. A. F. (2021). Insidensi Kejadian TB Paru Berdasarkan Usia dan Interpretasi Pemeriksaan BTA (Basil Tahan Asam) di RSUD Labuang Baji Makassar Periode Januari 2019 – Desember 2019.
Darmawan, M. A., Wirtayani, N. W. M., & N, E. E. (2021). Indikator Keberhasilan Program Tuberkulosis Nasional Puskesmas Timung, Kecamatan Wae Rii, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Jurnal Medika Udayana, 10(8), 8–12.
Deswinda, D., Rasyid, R., & Firdawati, F. (2019). Evaluasi Penanggulangan Tuberkulosis Paru di Puskesmas dalam Penemuan Penderita Tuberkulosis Paru di Kabupaten Sijunjung. Jurnal Kesehatan Andalas, 8(2), 211–219. https://doi.org/10.25077/jka.v8.i2.p211-219.2019
Dewi, S., Damsar, & Azwar. (2019). Analisis Kendala Implementasi Program Penanggulangan Tuberkulosis di Kecamatan Meral Kabupaten Karimun. JISPO, 9(1), 28–48. https://tbindonesia.or.id/pustaka_tbc/laporan-tahunan-program-tbc2021/
Dinas Kesehatan Kota Kupang. (2019). Profil Kesehatan Kota Kupang Tahun 2018. In Dinas Kesehatan Kota Kupang (p. 246).
Dinas kesehatan Provinsi NTT. (2018). Profil Kesehatan Nusa Tenggara Timur Tahun 2019 (p. 239).
Dinas Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 2016. In Dinas Kesehatan (p. 163).
Erdini, D., Dwimawati, E., & Chotimah, I. (2020). Evaluasi Program TB Paru di Puskesmas Ciampea Kabupaten Bogor Tahun 2019. Jurnaal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat, 3(5), 452–461.
Faizah, I. L., & Raharjo, B. B. (2019). Penanggulangan Tuberkulosis Paru dengan Strategi DOTS (Directly Observed Treatment Short course). Higeia Journal Of Public Health Research And Developmenth, 3(3), 430–441.
Handayani, W. (2014). Pelaksanaan Kegiatan Program Pengendalian Penyakit Tuberkulosis di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Tangerang Selatan Tahun 2013. In Universitas Islam Jakarta Syarif Hidayahtullah.
Inayah, S., & Wahyono, B. (2019a). Penanggulangan Tuberkulosis Paru dengan Strategi DOTS. Higeia Journal Of Public Health Research And Development, 3(2), 223–233.
Jepapu, M. Y. I. (2022). Pelaksanaan Program Pengendalian TB Paru Di Puskesmas Noebeba Kecamatan Noebeba Kabupaten TTS Tahun 2021.
Jufrizal, Hermansyah, & Mulyadi. (2016). Peran Keluarga Sebagai Pengawas Minum Obat ( Pmo ) Dengan Tingkat Keberhasilan Pengobatan Penderita Tuberkulosis Paru. Jurnal Ilmu Keperawatan, 4(2338–6371), 26–36.
Kusumadewi, F. V., Muyassar, I., & Ayudiasari, R. (2022). Evaluasi Pelaksanaan Program Penanggulangan Tuberkulosis Paru ( P2TB ) di Puskesmas di Indonesia
Mar’iyah, K., & Zulkarnain. (2021). Patofisiologi penyakit infeksi tuberkulosis. Jurnal Allauddin, 88–92.
Marahmah, M. (2020). Implementasi Program Penanggulangan TB Paru dengan Strategi Directly Observed Treatment Shortcourse di Puskesmas Panyabngan Jae Kabupaten Mandailing Natal
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Arche E.E Taneo, Dominirsep O. Dodo, Mega O.L Liufeto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
Penulis mengakui bahwa SEHATMAS (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) sebagai publisher yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain, seperti: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dan lain-lain. Dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada SEHATMAS (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat).
























