Gambaran Perencanaan Program Pengendalian Penyakit Tuberkulosis (TB) Paru di Puskesmas Sikumana Kota Kupang Tahun 2023
DOI:
https://doi.org/10.55123/sehatmas.v4i4.5408Keywords:
Tuberculosis, Planning, Health CenterAbstract
Pulmonary tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis, often leading to illness, disability, and death. Sikumana Health Center, Kupang City, recorded the highest TB cases with 140 cases in 2023, indicating that the control program has not been fully effective. This study aimed to describe the planning of the TB control program at the health center in 2023. A qualitative approach was used through in-depth interviews and documentation, involving four informants. Data were analyzed through collection, reduction, presentation, and conclusion. The findings show that human resources in the TB clinic are still limited, causing service gaps when the person in charge is absent. Facilities and infrastructure are adequate, and the planning stages—preparation, situation analysis, problem formulation, and drafting of RUK and RPK—have been carried out properly. However, challenges such as wide service coverage and community stigma that TB is hereditary may hinder treatment. The output consists of RUK and RPK documents, and the health center needs to strengthen education and counseling to improve public knowledge about TB.
Downloads
References
Abin, O. A. B., Regaletha, T. A. ., & Sir, A. B. (2022). Implementation of the Pulmonary Tuberculosis Program at Sasi Health Center, Kefamenanu City District, North Central Timor Regency. Pancasakti Journal Of Public Health Science And Research, 2(3), 176–189. https://doi.org/10.47650/pjphsr.v2i3.486
Anjelina, Y., Ningsih, F., & Ovany, R. (2022). Tentang Upaya Pencegahan Penularan Tuberculosis Paru Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Sikap Masyarakat. Jurnal Surya Medika, 8(1), 146–150. https://doi.org/10.33084/jsm.v8i1.3457
Chomaerah, S. (2020). Program Pencegahan dan Penanggulangan Tuberkulosis di Puskesmas. Higeia Journal of Public Health Research and Development, 1(3), 84–94.
Handayani, L., Ma’ruf, N. A., & Sopacua, E. (2010). Peran Tenaga Kesehatan Sebagai Pelaksana. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 13(1), 12–20.
Handayani, W. (2014). Pelaksanaan Kegiatan Program Pengendalian Penyakit Tuberkulosis di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Tangerang Selatan Tahun 2013. Universitas Islam Jakarta Syarif Hidayahtullah, 1–133.
Maria, E., & Class, I. D. E. (2021). Skripsi gambaran perencanaan puskesmas waiklibang kecamatan tanjung bunga kabupaten flores timur.
MS, F., HH, F., & Taqwa, R. (2016). Perilaku Masyarakat dalam Pengelolaan Kesehatan Lingkungan (Studi di Desa Segiguk sebagai Salah Satu Desa Penyangga Kawasan Hutan Suaka Margasatwa Gunung Raya Ogan Komering Ulu Selatan). Jurnal Penelitian Sains, 18(1), 41–46.
Nazila, F. (2024). ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM PENANGGULANGAN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS KEDUNGMU. 1–23.
Nurfaika. (2022). Materi HL Blum Faktor yang Mempengaruhi Kesehatan dan Contohnya. 70200121099, 1–6.
Pelealu, R. R., Nayoan, H., & Sampe, S. (2022). Pengaruh Sarana dan Prasarana terhadap Efektivitas Kerja Pegawai pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah Provinsi Sulawesi Utara. Jurnal Governance, 2(2), 1–8. https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/governance/article/view/42147
Ummah, M. S. (2019). makalah. Sustainability (Switzerland), 11(1), 1–14. http://scioteca.caf.com/bitstream/handle/123456789/1091/RED2017-Eng-8ene.pdf?sequence=12&isAllowed=y%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.regsciurbeco.2008.06.005%0Ahttps://www.researchgate.net/publication/305320484_SISTEM_PEMBETUNGAN_TERPUSAT_STRATEGI_MELESTARI
Utami, S. T. P. (2023). Gambaran Pelaksanaan Program Tuberkulosis Di Puskesmas Kebon Handil Kota Jambi Tahun 2022. Electronic Journal Scientific of Environmental Health And Disease, 3(2), 122–130. https://doi.org/10.22437/esehad.v3i2.27653
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Maria Vivianty Djawa, Serlie K.A. Littik, Rina Waty Sirait

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
Penulis mengakui bahwa SEHATMAS (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) sebagai publisher yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain, seperti: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dan lain-lain. Dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada SEHATMAS (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat).
























