Determinan Kelengkapan Imunisasi Lanjutan Pada Batita di Wilayah Kerja Puskesmas Nanga Pinoh Kabupaten Melawi Tahun 2021
DOI:
https://doi.org/10.55123/sehatmas.v1i2.215Kata Kunci:
Follow-up Immunization, Occupation, Knowledge, Family SupportAbstrak
Follow-up immunization is an activity that aims to ensure that the level of immunity is maintained in children under the age of five, school-aged children, and women of childbearing age (WUS), including pregnant women. Follow-up immunization is the administration of DPT-HB-Hib and rubella measles vaccines. Follow-up immunization coverage in 2018 at the Nanga Pinoh Health Center DPT/HB/Hib 20.8%, MR 25.9%, coverage in 2019 DPT/HB/Hib 28.8%, MR 27.5%, 2020 DPT/HB/ The advanced Hib of 41.4% and the follow-up MR of 37.4% are still far from the set target, which must reach 95%. The purpose of the study was to determine the determinants of the completeness of advanced immunization for toddlers in the working area of the Nanga Pinoh Health Center, Melawi Regency in 2021. This research uses a cross sectional design. The population is toddlers in the working area of the Nanga Pinoh Health Center as many as 941 people, the research sample is 181 taken by proportional random sampling technique. The statistical test used was the chi-square test with a 95% confidence level. The results showed that there was a significant relationship between mother's work (p-value = 0.013), mother's knowledge (p-value = 0.000), mother's behavior (p-value = 0.006), and family support (p-value = 0.008) with follow-up immunizations for toddlers. The unrelated variables were mother's attitude (p-value = 0.087) and support from health workers (p-value = 0.921). It is suggested to the Melawi District Health Office to improve the posyandu cadre training program, provide advice on information communication, home visit programs, and cross-sectoral advocacy, in collaboration with the Puskesmas in counseling and monitoring the follow-up immunization program.
Unduhan
Referensi
Kementerian Kesehatan RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Imunisasi. (Kementerian Kesehatan RI, 2017).
Dinengsih, S. & Hendriyani, H. Hubungan Antara Pendidikan, Pengetahuan, Dukungan Keluarga dan Peran Tenaga Kesehatan Dengan Kepatuhan Ibu Dalam Melakukan Imunisasi Dasar Pada Bayi Usia 0-12 Bulan di Desa Aweh Kabupaten Lebak Provinsi Banten. J. Kesehat. Kusuma Husada 202–212 (2018).
Dinkes Provinsi Kalimantan Barat. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Daerah (Lakip) Tahun 2020. (Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, 2021).
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2020. (Kementerian Kesehatan RI, 2021).
WHO. Immunization Coverage. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/immunization-coverage (2021).
Dinas Kesehatan Kabupaten Melawi. Laporan Imunisasi Kabupaten Melawi 2020. (Dinas Kesehatan Kabupaten Melawi, 2020).
Gerstman, B. B. Epidemiology Kept Simple: An Introduction to Traditional and Modern Epidemiology. (Wiley-Blackwell, 2013).
Mulyanti, Y. Faktor-Faktor Intenal yang Berhubungan Dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar Balita Usia 1-5 Tahun Wilayah Kerja Puskesmas Situ Gintung Ciputat Tahun 2013. vol. 1 (Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, 2013).
Nanda, S. I., Roro, R. W. P. & Hanna, M. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Imunisasi Lanjutan Pentavalen (Dpt-Hb-Hib) Di Wilayah Kerja Puskesmas Labuhan Ratu Kota Bandar Lampung Tahun 2018. Majority 9, (2020).
Retnawati, H., Rohani, S., Nugerahaeni, S. D. & Wulandari, E. T. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Imunisasi Lanjutan Didesa Sidoharjo Puskesmas Pringsewu. J. Ilm. Kesehat. 10, 1–12 (2021).
Notoatmodjo, S. Promosi Kesehatan - Teori dan Aplikasi. (Rineka Cipta, 2010).
Safitri, F. & Andika, F. Determinan Kelengkapan Imunisasi Lanjutan pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Leupung Kabupaten Aceh Besar. J. Healthc. Technol. Med. 6, 967–980 (2020).
Pratiwi, D., Rumini, R. & Hajar, S. Faktor yang Memengaruhi Keikutsertaan Ibu yang Memiliki Anak Umur> 9 Bulan-5 Tahun untuk Imunisasi MR (Measles Rubella) di Lingkungan 1 Kelurahan Bingai Kabupaten Langkat. J. Bidan Komunitas 4, 71–81 (2021).
Wijayanti, S. R. & Estiwidani, D. Hubungan Sikap Ibu Balita Dengan Ketepatan Waktu Imunisasi Lanjutan Di Puskesmas Tegalrejo Kota Yogyakarta. (2019).
Munawaroh, A., Syamsulhuda, S. B. M. & Widjanarko, B. Beberapa faktor yang berhubungan dengan praktik imunisasi pentavalen booster di Wilayah Kerja Puskesmas Mangunsari Salatiga. J. Kesehat. Masy. 4, 949–959 (2016).
Windari, E. N., Dewi, A. K. & Siswanto, S. Pengaruh dukungan tenaga kesehatan terhadap pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja puskesmas sisir kelurahan sisir kota batu. J. Issues Midwifery 1, 19–24 (2017).
Haryanti, N. Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Pemberian Imunisasi Pentabio booster Pada Baduta Di Wilayah Kerja puskesmas Kacang Pedang Kota Pangkal Pinang. J. SMART ANKES 4, 1–9 (2020).
Maryunani Anik.(2012). Inisiasi Menyusu Dini,Asi Eksklusif dan Manajemen Laktasi.CV Trans Info Media.DKI Jakarta
Maryunani Anik.(2015). Asuhan Ibu Nifas dan Asuhan Ibu Menyusui . In Media. Yogyakarta
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 Dian Indahwati Hapsari, Puspawati, Ria Risti Komala Dewi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
Penulis mengakui bahwa SEHATMAS (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) sebagai publisher yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain, seperti: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dan lain-lain. Dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada SEHATMAS (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat).
























