Faktor Risiko Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Anak Usia 10-14 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Temindung Kota Samarinda
DOI:
https://doi.org/10.55123/sehatmas.v4i3.5950Kata Kunci:
DHF, Risk Factors, Knowledge, PSN BehaviorAbstrak
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a major public health issue in Indonesia. In 2023, a total of 114,720 DHF cases were reported nationwide, with an incidence rate (IR) of 41.4 per 100,000 population—still far above the national target. East Kalimantan is one of the provinces with the highest IR (147.33/100,000). Samarinda City is among the top three areas with the highest number of cases. One of the affected areas in Samarinda is Temindung Public Health Center, which recorded 83 DHF cases, with 52% occurring in children aged 10–14 years, indicating that this age group is the most vulnerable to DHF. This study aimed to analyze the risk factors associated with DHF incidence among children aged 10–14 years in the working area of Temindung Public Health Center. A quantitative approach was used with a case-control study design and total sampling of 81 respondents, consisting of 27 cases and 54 controls. Data analysis was conducted using the Chi-Square test and Odds Ratio (OR) calculation. The results showed significant associations maternal knowledge (p= 0.001; OR= 11.440), PSN behavior (p= 0.001; OR= 7.231), cadre support (p= 0.022; OR= 3.571), and health facilities availability (p= 0.034; OR= 9.100). Therefore, it’s recommended to involve students as mosquito larvae monitors, conduct thematic health education with PSN practice demonstrations, and optimize the distribution of facilities through Musrenbang and CSR-based partnerships.
Unduhan
Referensi
Alpians, A. M. P., Salbiah, S., & Susilawati, S. (2023). Hubungan Peran Kader Jumantik Dan Perilaku Masyarakat Tentang PSN Dengan Angka Suspek Demam Berdarah Dengue Di Puskesmas Parit Haji Husin II. Journal of Environmental Health and Sanitation Technology, 2(2), 1–5. https://doi.org/10.30602/jehast.v2i2.272
Darma, W. A., Syafriani, & Kusumawati, N. (2022). Hubungan Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan Kejadian DBD di Wilayah Kerja Puskesmas Salo Desa Ganting Kabupaten Kampar. Jurnal Excellent, 1(1), 30–34. https://excellent-health.id/index.php/excellent/article/view/11/9
Dewi, D. A. I. P., Lely, A. A. O., & Aryastuti, S. A. (2023). Gambaran Faktor Risiko Penyakit Demam Berdarah Dengue pada Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Tabanan I. Aesculapius Medical Journal, 3(1), 25–31.
Dinas Kesehatan Kota Samarinda. (2023). Laporan Surveilans Terpadu Berbasis Penyakit Sentinel. .Samarinda: UPTD Puskesmas Teminddung
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur. (2023). Dinkes Upayakan Tekan Prevalensi Kasus DBD. https://diskominfo.kaltimprov.go.id/index.php/kesehatan/dinkes-upayakan-tekan-prevalensi-kasus-dbd
Hakim, L., Ipa, M., & Marina, R. (2019). Karakteristik penderita demam berdarah dengue di rumah sakit dan puskesmas DKI Jakarta tahun 2014-2017. Jurnal Ekologi Kesehatan, 18(1), 43-52.
Hendayani, N., Faturahman, Y., & Aisyah, I. S. (2022). Hubungan Faktor Lingkungan dan Kebiasaan 3M Plus dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Manonjaya. Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia, 18(1), 406–415
Hermayudi, & Ariani. (2017). Penyakit Daerah Tropis. Yogyakarta: Nuha Medika.
Jusuf, Devi D., Umboh, Jootje M., & Wungouw, Herlina I. (2024). Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Demam Dengue Di Wilayah Kerja Puskesmas Kawangkoan. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5(2), 3837–3844.
Kemenkes RI. (2017). Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Demam Berdarah Dengue di Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kemenkes RI. (2022). Profil Kesehatan Indonesia 2021. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kemenkes RI. (2024). Profil Kesehatan Indonesia 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kenara, Restu Ayu. (2019). Determinan Kejadian Demam Berdarah Dengue (Dbd) Di Kelurahan Gedung Johor Kecamatan Medan Johor Kota Medan. Skripsi: Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat, Institut Kesehatan Helvetia Medan
Nastiti, Sekar Arin. (2021). Faktor yang berhubungan dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Wilayah Kerja Puskesmas Klagenserut. Skripsi: Program Studi Kesehatan Masyarakat, Stikes Bhakti Husada Mulia Madiun.
Notoatmodjo, S. (2014). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Rineka Cipta.
Nurcahya, A., Asmarudin, M. S., & Rizkiah, F. (2024). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian DBD di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Teritip Kabupaten Bangka Barat. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(1), 15072–15083.
Nurhidayat, M. (2014). Hubungan Pengetahuan Ibu Dengan Kejadian Dbd Pada Anak Di Ruang Rawat Inap Anak Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih Tahun 2014.
Pakpahan, Martina., et al. (2021).Promosi Kesehatan & Perilaku Kesehatan. Makassar: Yayasan Kita Menulis. https://repositori.uin-alauddin.ac.id/19791/1/2021_Book%20Chapter_Promosi%20Kesehatan%20dan%20Perilaku%20Kesehatan.pdfu
Rikasari, D., Ekawati, D., & Murni, N. S. (2022). Determinan Kejadian Demam Berdarah Dengue Pada Anak. Jurnal ’Aisyiyah Medika, 7(2), 1–10. https://doi.org/10.36729/jam.v7i2.848
Selni P. S. M. 2020. Faktor -Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue Pada Balita. Jurnal Kebidanan, 9(2), 89-96. DOI: 10.35890/jkdh.v9i2.161
Soentpiet, M. G. O., Umboh, J. M. L., & Tatura, S. N. N. (2024). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue Pada Anak Di Kabupaten Minahasa Selatan. PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(1), 1198–1206.
Aniansyah, D. S., Widjanarko, B., & Husodo, B. T. (2020). Faktor–faktor yang berhubungan dengan perilaku pemberantasan sarang nyamuk petugas kebersihan kos di Kelurahan Tembalang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(5)
Toar, J., Berhimpong, M., & Langkai, S. M. (2021). Hubungan Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue Di Wilayah Kerja Puskemas Kumelembuai. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 02(01), 14–20. http://rama.binahusada.ac.id:81/id/eprint/493/1/nurkomala.pdf
WHO. (2024). Dengue and Severe Dengue. Who, 1, 1–3. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/dengue-and-severe-dengue
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Nindy Nurhalizah, Siswanto Siswanto, Irfansyah Baharuddin Pakki, Muhamad Zakki Saefurrohim, Rina Tri Agustini

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
Penulis mengakui bahwa SEHATMAS (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) sebagai publisher yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain, seperti: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dan lain-lain. Dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada SEHATMAS (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat).
























