Faktor- Faktor yang Berhubungan dengan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Temindung Kota Samarinda
DOI:
https://doi.org/10.55123/sehatmas.v4i4.6089Kata Kunci:
DHF, Risk Factors, Knowledge, Mosquito Nest Eradication BehaviorAbstrak
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a major public health concern, particularly in tropical regions such as Indonesia, where it has persisted for over five decades. In 2023, Samarinda ranked third among ten regencies or cities in East Kalimantan with the highest number of DHF cases. One of the primary health centers consistently ranking among the top three with the highest DHF cases in Samarinda from 2021 to 2023 is Temindung Public Health Center. Environmental conditions and community behavior are believed to play significant roles in the transmission of this disease. This study aimed to identify factors associated with DHF incidence, including the condition of water storage containers (TPA), lighting, the presence of mosquito larvae, and Mosquito Nest Eradication (PSN) behavior. A cross-sectional design with a quantitative approach was used, involving 138 respondents selected through purposive sampling within the working area of Temindung Public Health Center. Data were collected using questionnaires, direct observation, and lighting measurements, and analyzed using the Chi-square test. The results showed significant associations between the availability of TPA covers (p = 0.037), household lighting (p = 0.017), PSN behavior (p = 0.000), and the presence of mosquito larvae (p = 0.000) with DHF incidence. These factors are interrelated in increasing the risk of DHF transmission in residential areas. Proper management of water storage, adequate household lighting, mosquito larvae control, and improved PSN behavior are crucial in reducing DHF cases. Active involvement of both the community and public health centers is essential in implementing continuous and sustainable preventive measures.
Unduhan
Referensi
Amir, Erwina, B. W., Pakki, I. B., & Anggraeni G, J. I. (2025). Analisis Determinan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja UPT Blud Puskesmas Kaliorang Kutai Timur. Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO), 7(2), 675–691. https://doi.org/10.59141/jsi.v7i2.308
Hidayah, N., & Abidin, Z. (2017). Prevention of Dengue Hemorrhagic Fever ( DHF ) Associated with the Aedes aegypti Larvae. 7(2), 115–120. https://doi.org/10.11594/jtls.07.02.05
Rufiana, K. R., Arifah, S., & Nuryati, N. (2025). Gambaran kejadian demam berdarah dengue. JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports, 5(1), 90–98. https://doi.org/10.56922/quilt.v5i1.814
Saputra, A. U., Ariyani, Y., & Dewi, P. (2023). Faktor Yang Berhubungan Dengan Lingkungan Fisik Dan Kebiasaan Keluarga Terhadap Penyakit Demam Berdarah Dengue (Dbd). Jurnal ‘Aisyiyah Medika, 8(2), 283–292.
R., & Sona, S. (2020). Hubungan Keberadaan Breeding Place Denga Dan Resting Place Dengan Kejadian Dbd Di Kelurahan Kalosi Kecamatan Alla. J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology), 3(1), 9. https://doi.org/10.25139/htc.v3i1.2308
Efendi, K. & A. &, & Meria. (2022). Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Jurnal Kesehatan Saintika Meditory. Jurnal Kesehatan Saintika Meditory, 4(4657), 78–84.
Hidayah, N., & Abidin, Z. (2017). Prevention of Dengue Hemorrhagic Fever ( DHF ) Associated with the Aedes aegypti Larvae. 7(2), 115–120. https://doi.org/10.11594/jtls.07.02.05
Mahardika, I. G. W. K., Rismawan, M., & Adiana, I. N. (2023). Hubungan Pengetahuan Ibu Dengan Perilaku Pencegahan Dbd Pada Anak Usia Sekolah Di Desa Tegallinggah. Jurnal Riset Kesehatan Nasional, 7(1), 51–57. https://doi.org/10.37294/jrkn.v7i1.473
Mia A.V. Mangindaan, Wulan Pingkan Julia Kaunang, & Sekplin A.S. Sekeon. (2018). Hubungan Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue Di Desa Watudambo Kecamatan Kauditan. Kesmas, 7(5), 1–7. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/kesmas/article/view/22561
Onasis, A., Hidayanti, R., Katiandagho, D., Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang, J., & Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Manado, I. (2022). Tempat Penampungan Air (TPA) dengan Kepadatan Jentik Aedes aegypti di Kota Padang The Effect of Water Container with Density of Aedes aegypti Larvae In Padang City. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 12(1), 120–125. https://doi.org/10.47718/jkl.v10i2.1181
Rossa, R. anugerah putri, Dewanto, H., & Sari, N. P. (2021). Factors Releated To Community Behavior In Preventing Dengue Fever With 3M Plus In The Work Area Of The Harapan Raya Community Health Center In 2020. Jurnal Kesehatan Komunitas, 7(2), 157–163. https://doi.org/10.25311/keskom.vol7.iss2.701
Saputra, M. B. R., Wulanda, A. F., Anwar, K., Studi, P., Epidemiologi, P., & Kemenkes, P. (2024). Tingkat Kepadatan Jentik Nyamuk Aedes Aegypti Ditinjau Dari Tempat Perindukan Diwilayah Puskesmas Tegalbinangun Kota Palembang RECOVERED FROM BREEDING AREAS. Jurnal Sanitasi Lingkungan, 4(1), 6–11.
Setiawan, S., Benyamin, A. E., Nisari, N., & Suwarto, S. (2023). Hubungan Perilaku 3M Plus dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Puskesmas Umbulharjo 1 Kota Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2022/2023. Jurnal Formil (Forum Ilmiah) KesMas Respati.
Setyaningsih, D., Haryanti, T., Azmiardi, A., Kesehatan, J., Veteran, U., & Sukoharjo, B.N. (2021). Hubungan Faktor-faktor Lingkungan Fisik dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue The Relationship between Physical Environmental Factors and The Incidence of Dengue Hemorrhagic Fever. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Berkala, 3(1), 30–40.
WHO. (2023). Dengue-and-Severe-Dengue @ Www.Who.Int. In Dengue y dengue grave. http://www.who.int/es/news-room/fact-sheets/detail/dengue-and-severe-dengue
Wijirahayu, S., & Sukesi, T. W. (2019). Hubungan Kondisi Lingkungan Fisik dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Kalasan Kabupaten Sleman. 18(1), 19–24.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Desy Hajizah, Irfansyah Baharuddin Pakki, Ayudhia Rachmawati, Siswanto Siswanto, Muh Amri Arfandi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
Penulis mengakui bahwa SEHATMAS (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) sebagai publisher yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain, seperti: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dan lain-lain. Dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada SEHATMAS (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat).
























