Badut Jalanan: Transformasi Hiburan Menuju Belas Kasihan

Authors

  • Zakia Safitri Sijaya Universitas Hasanuddin
  • Hilda Amalia Kaharuddin Universitas Hasanuddin
  • Putu Wijangga Universitas Hasanuddin
  • Pradiva Mulya Achamadinar Universitas Hasanuddin
  • Siti Nur Rahmayani Universitas Hasanuddin

DOI:

https://doi.org/10.55123/sosmaniora.v3i3.4027

Keywords:

Street Clown, Mercy, Entertainment, Community Participation, Transformation

Abstract

Street clowning is another practice of begging and is still relatively new in the city of Makassar with 1.427 million inhabitants. Poverty and inequality are the main reasons for the presence of this new profession. This is also inseparable from the impact caused by the COVID-19 pandemic. With that, this research aims to analyze the factors that cause the emergence of street clowns in Makassar City and how community participation sees this problem. This research uses a qualitative method with a case study approach and a purposive sampling technique.  The data in this research was obtained through interviews, field observations, and literature studies which were then analyzed using fishbone analysis. The results of this research show that four factors caused the emergence of street clowns in Makassar City: economic factors, education and work environment, environment, and family. In addition, the forms of community participation in this problem are participation for material intensive, participation with consultation, participation with resource contribution, and participation in the form of programs.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ariyani, Arika. 2024. “Pengelolaan Anak Jalanan Di Dinas Sosial Kota Palembang.” Surplus: Jurnal Ekonomi dan Bisnis 2(2):181–91.

Bowen, Glenn A. 2008. “An analysis of citizen participation in anti-poverty programmes.” Community development journal 43(1):65–78. doi: https://doi.org/10.1093/cdj/bsm011.

BPS Kota Makassar. 2022. Kota Makassar dalam Angka 2022. Makassar.

Ikhsan, A. M. 2021. “Sepanjang 2021, Dinsos Makassar Sudah Amankan 115 Anjal dan Gepeng.” Tribun Makassar.com.

Iskandar, A. M. 2017. Pengemis. Edisi 1. Makassar: Yayasan Intelegensia Indonesia.

Maryolinda, Revira, Amir Dedoe, dan Putra Pratama Saputra. 2021. “Strategi Penanganan Gelandang Pengemis (GEPENG) Di Kota Pangkalpinang.” Jurnal Studi Inovasi 1(2):51–61. doi: https://doi.org/10.52000/jsi.v1i2.24.

Novia, Aidil, Wahyu Sriutami, Okta Dwi Nadia, Fuja Tri Handayani, Ulia Santika Mentari, Lisa Etopia, Imam Tahalli, dan Gedy Alvino. 2021. “Faktor yang Mempengaruhi Kehadiran Pengemis Boneka Badut di Kota Padang.” JEBI (Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam) 6(2):37–53. doi: http://dx.doi.org/10.15548/jebi.v6i2.558.

Nusanto, Baktiawan. 2017. “Program Penanganan Gelandangan dan Pengemis di Kabupaten Jember (Handling Programs of Homeless and Beggar) In Jember District.” POLITICO 17(2). doi: 10.32528/politico.v17i2.1002.

Pemerintah Indonesia. 2017. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2017 Tentang Partisipasi Masyarakat Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Lembaran Negara RI Tahun 2017 Nomor 225. Jakarta. Indonesia: Peraturan Pemerintah Republik Indonesia.

Pemerintah Kota Makassar. 2009. Peraturan Daerah (Perda) No. 2 Tahun 2008 tentang Pembinaan Anak Jalanan, Gelandangan, Pengemis dan Pengamen di Kota Makassar. Makassar. Indonesia: Peraturan Daerah.

Ramadhani, Yola, dan Rina Susanti. 2024. “Dramaturgi Pengemis Badut Karakter di Kota Pekanbaru.” Jurnal Nakula: Pusat Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Ilmu Sosial 2(1):8–20. https://doi.org/10.61132/nakula.v2i1.355.

Saputra, Mochamad Dicky Aldi, dan Dimas Asto Aji An’Amta. 2022. “Street Clown Phenomenon: Contradictory Presence of Beggars Dressed in Character Costumes in Banjarmasin City.” International Journal of Politic, Public Policy and Environmental Issues 2(02):84–89. doi: https://doi.org/10.53622/ij3pei.v2i02.140.

Siregar, Hairani, Fajar Utama Ritonga, dan Randa Putra Kasea Sinaga. 2023. Penanganan Anak Jalanan di Kota Medan Menggunakan Sistem Panti & Non- Panti. Yogyakarta: Jejak Pustaka.

Sugiyono. 2019. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Edisi Ke-27. Bandung: Alfabeta.

Suminar, Kunthi, dan Triny Srihadiati. 2024. “Analisis Teori Abuse of Power Terhadap Eksploitasi Anak Jalanan Penjual Bunga Di Kawasan Blok M Jakarta Selatan.” Ikra-Ith Humaniora: Jurnal Sosial dan Humaniora 8(2):262–75. https://doi.org/10.37817/ikraith-humaniora.v8i2.

Syaharuddin, Syaharuddin, Andi Agustang, Andi Muhammad Idkhan, dan Rifdan Rifdan. 2021a. “Strategi Dinas Sosial Dalam Penanganan Anak Jalanan Di Kota Makassar.” JISIP (Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan) 5(4): 1–6. http://dx.doi.org/10.58258/jisip.v5i4.2582.

Syaharuddin, Syaharuddin, Andi Agustang, Andi Muhammad Idkhan, dan Rifdan Rifdan. 2021b. “Strategi Dinas Sosial Dalam Penanganan Anak Jalanan Di Kota Makassar.” JISIP (Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan) 5(4): 1–6. http://dx.doi.org/10.58258/jisip.v5i4.2582.

Downloads

Published

2024-09-27

How to Cite

Zakia Safitri Sijaya, Hilda Amalia Kaharuddin, Wijangga, P. ., Achamadinar, P. M. ., & Rahmayani, S. N. (2024). Badut Jalanan: Transformasi Hiburan Menuju Belas Kasihan. SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 3(3), 294–303. https://doi.org/10.55123/sosmaniora.v3i3.4027