Pelestarian Budaya melalui Media Sosial TikTok untuk Membentuk Karakter Cinta Tanah Air Siswa SMK Karanganyar
DOI:
https://doi.org/10.55123/sosmaniora.v5i2.8020Keywords:
Cultural Preservation, Tiktok, Patriotism Character, Social Media, Vocational StudentsAbstract
This study aims to describe the use of TikTok social media in cultural preservation and its implications for fostering students’ patriotism character in vocational high schools in Karanganyar. This research employed a qualitative approach with a case study design to explore students’ perceptions and experiences in depth. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving teachers and students actively using TikTok in cultural learning activities. The findings indicate that TikTok utilization enhances students’ awareness of cultural preservation through creative, innovative, and contextual digital content. Initially, students perceived TikTok as a platform for entertainment and academic purposes; however, through the learning process, this perception gradually shifted toward viewing it as an effective educational medium that supports the dissemination of cultural values. The development of patriotism character occurs through stages of introduction, understanding, and implementation in daily life. Furthermore, students’ active involvement in creating cultural content increases creativity, strengthens their sense of pride in local culture, and encourages cultural preservation. Therefore, TikTok can serve as a relevant and effective learning medium to support cultural preservation and strengthen national character in the digital era.
Downloads
References
Amelia, R., Agustang, A., & Agustang, A. D. M. P. (2022). Perempuan dan TikTok: Studi tentang eksistensi diri dan tubuh sebagai konsumsi publik perempuan milenial mahasiswi FIS-H Universitas Negeri Makassar. Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan, 9(3), 159–168.
Arif, M., & Abdurakhmonovich, Y. A. (2023). Character education in the 21st century: The relevance of Abdul Wahhab Ash Syarani’s and Thomas Lickona’s concepts. Islamic Review: Jurnal Riset dan Kajian Keislaman, 12(1), 35–58. https://doi.org/10.35878/islamicreview.v12i1.690
Assyakurrohim, D., Ikhram, D., Sirodj, R. A., & Afgani, M. W. (2023). Metode studi kasus dalam penelitian kualitatif. Jurnal Pendidikan Sains dan Komputer, 3(1), 1–9.
Astini, P. A., & Poetry, B. T. G. I. G. A. N. R. A. (2024). Pentingnya kolaborasi teknologi dan budaya lokal dalam memperkuat identitas bangsa untuk mewujudkan Indonesia Emas. Jurnal Pendidikan Nusantara, 4(1), 1–6.
Budaya, N., & Anggreni, K. (2024). Pemanfaatan media TikTok dalam pendidikan karakter berbasis nilai budaya. Jurnal Edukasi Budaya, 8(1), 82–87.
Cao, H. (2025). Exploring the promotion of musical intangible cultural heritage under TikTok short videos. Scientific Reports, 15(1), 1–16. https://doi.org/10.1038/s41598-025-09723-3
Dewi, A., Azizah, S., Nurpadilah, & Supriyono. (2024). Rendahnya minat pada budaya lokal di kalangan remaja. Jurnal Pendidikan Indonesia, 8(4), 23642–23649.
Dharmawan, M., Amalia, H. R., Haykal, N., Agustina, Y., & Bangun, E. T. (2026). The role of TikTok in preserving tari persembahan as a local cultural heritage. Journal of Cultural Studies, 5(1), 90–103.
Fadhlurrohman, D., Ibrahim, F., Irdiyansyah, M. R., Apriyanti, P., Hilman, R. A., & Supriyono. (2025). Pengaruh sosial media TikTok dalam pembangunan karakter Pancasila. Jurnal Yudistira: Publikasi Riset Ilmu Pendidikan dan Bahasa, 3(1), 270–280. https://doi.org/10.61132/yudistira.v3i1.1574
Fazli, M., & Saearani, T. (2025). Digital cultural transmission: TikTok as a medium for preservation and learning of Riau Malay dance in informal communities. Journal of Education and Culture, 20(2), 190–202.
Febriansyah, R. (2025). Dampak kemajuan teknologi informasi dan komunikasi terhadap perkembangan perilaku membaca. Venus: Jurnal Publikasi Rumpun Ilmu Teknik, 3(1), 55–67.
Graciella, G., & Utami, L. S. S. (2024). Keterlibatan penggemar K-Pop melalui dance challenge NCT di TikTok. Prologia, 8(1), 170–177. https://doi.org/10.24912/pr.v8i1.27587
Handayani, P., Tji, J., Salsabilla, F. T., Morin, S., Syahrunia, T., Ardhia, S., & Rusli, V. A. (2024). Hilangnya budaya lokal di era modern dan upaya pelestariannya dalam perspektif Pancasila. Dewantara: Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora, 3(4), 178–188.
Husnil, Z., Harahap, F., & Akil, R. (2025). Sinergi antara tradisi dan teknologi informasi: Merawat tradisi lokal melalui ritual digital platform TikTok. CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, 5(1), 77–89. https://doi.org/10.53866/jimi.v5i1.727
Indah, K., Candraningtyas, R., Nabilah, S., Yandi, A., Ibnu, L., Purwanto, E., Ramdhana, I., & Prima, L. (2024a). The use of social media in maintaining cultural identity. International Journal of Progressive Sciences and Technologies, 45(1), 103–112.
Iriansyah, H. S., & Hardiyanto, L. (2024). Konsep dasar pendidikan budaya dan karakter bangsa. Jurnal Pendidikan Karakter, 4(1), 661–673.
Irmania, E. (2021). Upaya mengatasi pengaruh negatif budaya asing terhadap generasi muda di Indonesia. Jurnal Dinamika Sosial Budaya, 23(1), 148–160. https://doi.org/10.26623/jdsb.v23i1.2970
Jailani, M. S. (2023). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ilmiah. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(1), 343–356.
Lenaini, I. (2021). Teknik pengambilan sampel purposive dan snowball sampling. Historis: Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah, 6(1), 33–39.
Husnullail, M., Risnita, & Jailani, M. S. (2024). Teknik pemeriksaan keabsahan data dalam riset ilmiah. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 15(2), 70–78.
Indrawati, M., & Sari, Y. I. (2024). Memahami warisan budaya dan identitas lokal di Indonesia. Jurnal Penelitian dan Pendidikan IPS, 18(1), 40–48.
Manesah, D. (2025). Algorithmic cultural mediation: TikTok as a venue for youth identity negotiation and local heritage preservation in Southeast Asia. Asian Journal of Media and Culture, 1(2), 176–193. https://doi.org/10.63919/ajmc.v1i2.29
Mardhiah, I., & Aulia, R. N. (2021). Menumbuhkan rasa cinta tanah air melalui pendidikan kewarganegaraan di era Revolusi 4.0. Jurnal Kewarganegaraan, 1(1), 616–621.
Meikajandi, Z., Naffakhatusofwah, N., & Udin, T. (2026). Pemahaman nilai kebenaran, kebaikan, moral, dan karakter. Jurnal Pendidikan Moral, 2(1), 46–55.
Hisaniyah, N., Perdana, A., Aryani, T., Pratama, D., & Hidayat, D. C. (2026). Konsep budaya dan dinamika kebudayaan dalam perspektif ilmu sosial. Jurnal Ilmu Sosial Indonesia, 13(1), 242–249.
Ngongo, K. S., & Pribadi, N. W. (2019). Penguatan karakter cinta tanah air melalui pendidikan kewarganegaraan pada siswa. Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah Mahasiswa, 1(1), 51–60.
Nisa, R., Juliardi, B., & Namzi, R. (2023). Penggunaan media sosial dalam meningkatkan karakter semangat cinta tanah air. Asian Journal of Early Childhood and Elementary Education, 1(1), 10–18. https://doi.org/10.58578/ajecee.v1i1.1718
Nurmanita, M. (2021). Perwujudan nilai budaya dalam tradisi bedendang melalui aplikasi TikTok sebagai bentuk kearifan lokal Bengkulu Selatan. Jurnal Seni dan Budaya Nusantara, 3(2), 55–65.
Rahmatullah, L. A. W. A. S. (2025). Transformasi sosial dan budaya di kalangan generasi muda. Jurnal Sosiologi Nusantara, 6(2), 112–126.
Salsabila, A. A., Cahyani, K., Rustini, T., & Wahyuningsih, N. (2022). Pengaruh penggunaan TikTok terhadap peningkatan hasil belajar keragaman budaya Indonesia. Jurnal Pendidikan Dasar, 4(3), 2298–2307.
Soemiratmadja, L. H., & Fatmawati, E. (2024). Efektivitas pemanfaatan TikTok sebagai upaya pelestarian arsip warisan budaya pada era generasi Z. Information Science and Library, 4(2), 59–68. https://doi.org/10.26623/jisl.v4i2.8333
Susanto, D., & Jailani, M. S. (2023). Teknik pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian ilmiah. Jurnal Ilmiah Pendidikan, 1(1), 53–61.
Thomas, F. B. (2022). The role of purposive sampling technique as a tool for informal choices in social science research methods. International Journal of Social Science Research, 2(5), 44–58.
Undari Sulung, M. M. (2024). Memahami sumber data penelitian: Primer, sekunder, dan tersier. Jurnal Riset Metodologi, 5(September), 110–116.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mila Rosita Anggraini, Obby Taufik Hidayat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
























